PM Sanae Takaichi Janjikan Pertumbuhan Agresif

Jumat, 20 Februari 2026 - 15:31 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Menekan sakelar pertumbuhan. Dalam pidato kebijakan pertamanya pasca-terpilih kembali, PM Sanae Takaichi mengumumkan penghentian kebijakan penghematan fiskal. Dok: Istimewa.

Menekan sakelar pertumbuhan. Dalam pidato kebijakan pertamanya pasca-terpilih kembali, PM Sanae Takaichi mengumumkan penghentian kebijakan penghematan fiskal. Dok: Istimewa.

TOKYO, POSNEWS.CO.ID – Perdana Menteri Sanae Takaichi menyampaikan pidato kebijakan yang ambisius di hadapan Diet pada Jumat. Ia memaparkan peta jalan strategis untuk merombak ekonomi dan keamanan nasional Jepang.

Selanjutnya, Takaichi menegaskan bahwa kabinetnya akan secara resmi mengakhiri praktik penghematan fiskal. Takaichi kembali terpilih oleh Diet pada Rabu lalu. Ia berjanji akan terus menekan “sakelar pertumbuhan” ekonomi Jepang secara intens. Oleh karena itu, kebijakan fiskal mendatang akan bersifat lebih proaktif. Tujuannya adalah merangsang siklus investasi dan kenaikan upah secara nasional.

Strategi Pajak dan Solusi Inflasi

Salah satu poin krusial adalah rencana penangguhan pajak konsumsi pangan sebesar 8 persen selama dua tahun. Pemerintah menargetkan kesimpulan sementara mengenai mekanisme kebijakan ini sebelum musim panas. Pembahasan akan berlangsung melalui dewan nasional lintas partai.

Meskipun begitu, Takaichi memastikan pemerintah tidak bergantung pada obligasi penutup defisit. Langkah ini merupakan solusi jangka pendek untuk membantu rumah tangga menghadapi inflasi. Selain itu, kebijakan tersebut akan tetap berjalan hingga sistem bantuan tunai yang baru siap sepenuhnya.

Baca Juga :  Remaja Bersenjata Clurit Tawuran di Jembatan Sindang Koja Jakut, Pengendara Panik

Reformasi Intelijen dan Keamanan Nasional

Di sektor keamanan, Takaichi memperingatkan lingkungan keamanan Jepang saat ini sangat parah. Ia menyoroti aktivitas militer Tiongkok yang semakin intensif di perairan timur dan selatan. Menurutnya, terdapat upaya sepihak untuk mengubah status quo di kawasan tersebut.

Sebagai tindak lanjut, pemerintah akan meningkatkan status Kantor Riset dan Intelijen Kabinet (CIRO). Lembaga ini akan menjadi badan nasional yang lebih berwenang. Bahkan, Takaichi berencana membentuk komite tingkat menteri guna mencegah campur tangan asing. Ia juga mendorong debat publik mengenai amandemen Konstitusi pasifik Jepang. Selain itu, revisi UU Rumah Tangga Kekaisaran diusulkan demi stabilitas suksesi takhta.

Diplomasi dan Kemandirian Rantai Pasok

PM Takaichi menjadwalkan kunjungan ke Amerika Serikat pada Maret mendatang. Langkah ini bertujuan memperkuat rasa saling percaya dengan Presiden Donald Trump. Ia menyebut aliansi bilateral tersebut sebagai poros utama kebijakan luar negeri Jepang.

Baca Juga :  Zelenskyy Klaim 90% Tuntutan Terpenuhi, Kremlin Meredam

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Namun demikian, Takaichi tetap berkomitmen membangun hubungan stabil dengan Tiongkok melalui komunikasi berkelanjutan. Meskipun terdapat ketegangan terkait Taiwan, Jepang kini berfokus pada rekonstruksi rantai pasok. Tokyo ingin mengurangi ketergantungan pada negara tertentu, terutama untuk komoditas tanah jarang (rare earth). Oleh sebab itu, kolaborasi dengan mitra yang sepemikiran akan terus ditingkatkan.

Ketertiban Sosial dan Kepemilikan Lahan

Takaichi juga menyentuh isu sosial terkait keberadaan warga negara asing di Jepang. Ia berambisi mewujudkan masyarakat yang berdampingan secara tertib. Pemerintah akan menindak tegas setiap perilaku yang mengganggu ketertiban umum.

Pada akhirnya, pemerintah menargetkan penyusunan aturan akuisisi tanah oleh warga asing sebelum musim panas. Masalah ini berkaitan erat dengan keamanan nasional dan lonjakan harga properti. Koalisi LDP-JIP kini menguasai mayoritas besar di Majelis Rendah. Berkat kemenangan ini, Takaichi memiliki legitimasi penuh untuk mewujudkan visi transformasi radikal tersebut.

Penulis : Ahmad Haris Kurnia

Editor : Ahmad Haris Kurnia

Follow WhatsApp Channel www.posnews.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Kejagung Tegaskan ABK Terdakwa 2 Ton Sabu Berhak Ajukan Pleidoi di PN Batam
Ibu ABK Terdakwa 2 Ton Sabu Menangis, Minta Prabowo Hentikan Hukuman Mati
Cuaca Jabodetabek 21 Februari 2026, Berawan Tebal Hingga Hujan Ringan
Kreasi Minuman Segar Tanpa Gula Berlebih untuk Berbuka
Krisis Kesatuan Kanada: Alberta Gelar Referendum Batasi Imigran
Kronologi KA Bandara Soetta Tabrak Truk Trailer di Tangerang Terekam CCTV
Pemerintah Wacanakan Komnas HAM Punya Kewenangan Penyidikan Kasus HAM Berat
Begal Modus Pura-pura Diludahi di Cempaka Putih, Motor Pemuda Sukabumi Raib

Berita Terkait

Sabtu, 21 Februari 2026 - 05:51 WIB

Kejagung Tegaskan ABK Terdakwa 2 Ton Sabu Berhak Ajukan Pleidoi di PN Batam

Sabtu, 21 Februari 2026 - 05:19 WIB

Ibu ABK Terdakwa 2 Ton Sabu Menangis, Minta Prabowo Hentikan Hukuman Mati

Sabtu, 21 Februari 2026 - 04:53 WIB

Cuaca Jabodetabek 21 Februari 2026, Berawan Tebal Hingga Hujan Ringan

Jumat, 20 Februari 2026 - 18:55 WIB

Kreasi Minuman Segar Tanpa Gula Berlebih untuk Berbuka

Jumat, 20 Februari 2026 - 18:45 WIB

Krisis Kesatuan Kanada: Alberta Gelar Referendum Batasi Imigran

Berita Terbaru

Minuman hangat seperti wedang jahe, susu kunyit, dan teh jahe lemon yang meningkatkan imun tubuh saat musim hujan. (Posnews/Bluebird Provisions on Unsplash)

NETIZEN

Kreasi Minuman Segar Tanpa Gula Berlebih untuk Berbuka

Jumat, 20 Feb 2026 - 18:55 WIB

Otonomi vs Federasi. Premier Alberta Danielle Smith mengumumkan referendum untuk membatasi jumlah imigran guna mengurangi beban berat pada layanan publik dan infrastruktur provinsi. Dok: Istimewa.

INTERNASIONAL

Krisis Kesatuan Kanada: Alberta Gelar Referendum Batasi Imigran

Jumat, 20 Feb 2026 - 18:45 WIB