Zelenskyy Klaim 90% Tuntutan Terpenuhi, Kremlin Meredam

Rabu, 24 Desember 2025 - 05:29 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Teror di siang bolong. Rusia meluncurkan gelombang serangan rudal dan drone pada jam kerja guna memaksimalkan korban sipil, sementara Presiden Zelenskyy mengeklaim posisi militer Ukraina kini berada dalam kondisi terbaik dalam sepuluh bulan terakhir. Dok: Istimewa.

Teror di siang bolong. Rusia meluncurkan gelombang serangan rudal dan drone pada jam kerja guna memaksimalkan korban sipil, sementara Presiden Zelenskyy mengeklaim posisi militer Ukraina kini berada dalam kondisi terbaik dalam sepuluh bulan terakhir. Dok: Istimewa.

MOSKOW, POSNEWS.CO.ID – Negosiasi damai akhir pekan lalu di Miami menyisakan dua narasi yang kontras. Pejabat Ukraina dan Rusia memberikan penilaian yang sangat berbeda pada Senin (22/12/2025).

Kubu Kyiv menyuarakan optimisme hati-hati. Sebaliknya, Moskow memilih bersikap dingin dan menahan diri. Pertemuan ini melibatkan negosiator senior kedua negara serta utusan khusus Presiden AS Donald Trump, Steve Witkoff dan Jared Kushner.

Presiden Ukraina, Volodymyr Zelenskyy, menilai kerangka kerja yang ada saat ini sudah “cukup solid”. Bahkan, ia berani mengklaim kemenangan diplomatik awal di hadapan wartawan.

“Hampir 90 persen tuntutan Ukraina telah dimasukkan ke dalam draf dokumen,” ujar Zelenskyy di Kyiv.

Pasukan Eropa dan Keanggotaan EU

Zelenskyy membeberkan detail rencana 20 poin yang sedang dibahas. Salah satunya, Ukraina akan mempertahankan kekuatan angkatan bersenjata sebanyak 800.000 personel di masa damai.

Baca Juga :  Siswa SMP di Lampung Bunuh Teman Sekelas karena Dendam Dibully

Selain itu, proposal tersebut mencakup prospek keanggotaan Ukraina di Uni Eropa. Jaminan keamanan juga menjadi sorotan utama.

Zelenskyy menyebutkan pengaturan keamanan yang melibatkan pasukan Eropa. Rencananya, pasukan tersebut akan dipimpin oleh Prancis dan Inggris, dengan dukungan penuh dari Amerika Serikat.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Negara lain dapat berkontribusi di bidang keamanan energi, pembiayaan, dan perlindungan sipil,” tambahnya.

Kremlin: “Jangan Anggap Terobosan”

Respons berbeda datang dari Moskow. Juru bicara Kremlin, Dmitry Peskov, meredam euforia tersebut. Ia menegaskan bahwa diskusi baru-baru ini tidak boleh dianggap sebagai terobosan (breakthrough).

“Ini bagian dari proses kerja,” kata Peskov seperti dikutip Izvestia. Menurutnya, negosiasi akan berlanjut dalam format tingkat ahli yang lebih teliti.

Prioritas Rusia saat ini adalah mendapatkan informasi rinci mengenai koordinasi AS dengan Eropa dan Ukraina. Setelah itu, Moskow baru akan menilai apakah proposal tersebut selaras dengan kepentingan mereka.

Baca Juga :  Presiden AS Hidupkan Kembali Penghargaan Kebugaran Anak

Orban Soroti Perpecahan Barat

Sementara itu, Perdana Menteri Hungaria Viktor Orban mengungkap dinamika menarik di kubu Barat. Ia melihat adanya konflik posisi antara Washington dan Brussel.

Amerika Serikat, di bawah Trump, fokus mencapai gencatan senjata secepatnya. Sedangkan para pemimpin Uni Eropa, menurut Orban, masih berkomitmen pada upaya mengalahkan Rusia.

“Ketidaksepakatan juga muncul di dalam NATO,” ungkap Orban. Ia menyebut AS menentang keputusan tertentu, namun negara-negara Eropa tetap melanjutkannya. Situasi ini ia gambarkan sebagai hal yang “sebelumnya tak terbayangkan”.

Pada akhirnya, AS menilai negosiasi berjalan konstruktif. Trump menyatakan keinginan umum agar pertempuran berhenti. Namun, jalan menuju tanda tangan akhir masih terjal karena Rusia belum memberikan lampu hijau penuh.

Penulis : Ahmad Haris Kurnia

Editor : Ahmad Haris Kurnia

Sumber Berita: CGTN

Follow WhatsApp Channel www.posnews.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Cekcok di Jalan Berujung Maut, Pegawai Toko Roti di Kapuk Tewas Dibacok – Pelaku Dibekuk
Imigrasi Gerebek Apartemen di Batam, 210 WNA Diduga Terlibat Penipuan Investasi Online
Dua Pengedar Ditangkap, Polisi Sita 16 Kg Sabu dari Ban Mobil di Bojongsari Depok
Marco Rubio dan Paus Leo XIV Berkomitmen Perbaiki Hubungan
AS dan Iran Terlibat Kontak Senjata Sengit di Selat Hormuz
Tiga Wanita Australia Didakwa Atas Kasus Perbudakan Yazidi
Erupsi Gunung Dukono Hari Ini: Puluhan Pendaki Tersesat dan Terluka, 2 WNA Dievakuasi
Kapal Selam Domestik Taiwan Narwhal Sukses Uji Tembak Torpedo

Berita Terkait

Jumat, 8 Mei 2026 - 19:33 WIB

Cekcok di Jalan Berujung Maut, Pegawai Toko Roti di Kapuk Tewas Dibacok – Pelaku Dibekuk

Jumat, 8 Mei 2026 - 19:01 WIB

Imigrasi Gerebek Apartemen di Batam, 210 WNA Diduga Terlibat Penipuan Investasi Online

Jumat, 8 Mei 2026 - 18:13 WIB

Dua Pengedar Ditangkap, Polisi Sita 16 Kg Sabu dari Ban Mobil di Bojongsari Depok

Jumat, 8 Mei 2026 - 17:50 WIB

Marco Rubio dan Paus Leo XIV Berkomitmen Perbaiki Hubungan

Jumat, 8 Mei 2026 - 16:43 WIB

AS dan Iran Terlibat Kontak Senjata Sengit di Selat Hormuz

Berita Terbaru

Ilustrasi, Misi rekonsiliasi di Takhta Suci. Sekretaris Negara AS Marco Rubio bertemu dengan Paus Leo XIV guna meredakan perselisihan antara Washington dan Vatikan terkait kebijakan perang Iran dan imigrasi di tahun 2026. Dok: Istimewa.

INTERNASIONAL

Marco Rubio dan Paus Leo XIV Berkomitmen Perbaiki Hubungan

Jumat, 8 Mei 2026 - 17:50 WIB

Ujian stabilitas Teluk. Amerika Serikat dan Iran saling melepaskan tembakan dalam insiden paling serius sejak gencatan senjata April lalu, memicu kekhawatiran akan runtuhnya upaya damai saat Washington menanti respons nuklir Teheran. Dok: Istimewa.

INTERNASIONAL

AS dan Iran Terlibat Kontak Senjata Sengit di Selat Hormuz

Jumat, 8 Mei 2026 - 16:43 WIB