Gunung Anak Krakatau Erupsi, KAI Commuter Merak Tetap Jalan

Senin, 7 September 2026 - 05:51 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi, Commuter Line tetap beroperasi di tengah aktivitas erupsi Gunung Anak Krakatau.
(Posnews/KAI)

Ilustrasi, Commuter Line tetap beroperasi di tengah aktivitas erupsi Gunung Anak Krakatau. (Posnews/KAI)

JAKARTA, POSNEWS.CO.ID โ€“ Aktivitas Gunung Anak Krakatau (GAK) yang sempat memuntahkan abu vulkanik ke sejumlah wilayah tidak menghentikan perjalanan kereta komuter.

KAI Commuter memastikan seluruh layanan Commuter Line tetap beroperasi normal pada Minggu (6/9/2026).

VP Corporate Secretary KAI Commuter, Karina Amanda, mengatakan operasional tetap berjalan dengan mengutamakan keselamatan dan keamanan pengguna.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Salah satu layanan yang mendapat perhatian adalah Commuter Line Merak. Jalur ini beroperasi relatif dekat dengan kawasan Gunung Anak Krakatau di Selat Sunda.

โ€œLayanan Commuter Line Merak tetap beroperasi normal,โ€ kata Karina.

Sepanjang Minggu, layanan tersebut melayani 14 perjalanan, terdiri atas tujuh keberangkatan dari Stasiun Merak dan tujuh perjalanan menuju Stasiun Merak.

Commuter Line Basoetta Tetap Jalan

Sementara itu, Commuter Line Basoetta yang menghubungkan kawasan Jabodetabek dengan Bandara Soekarno-Hatta juga tetap beroperasi.

KAI Commuter mencatat sebanyak 64 perjalanan Basoetta tetap dijalankan pada Minggu.

Kondisi tersebut berlangsung ketika aktivitas penerbangan di Bandara Internasional Soekarno-Hatta mengalami gangguan akibat sebaran abu vulkanik.

Baca Juga :  Ini Penampakan Wajah Taufik Hidayat Saat Ditangkap Polisi Jadi Sorotan Publik

BMKG sebelumnya mendeteksi abu Gunung Anak Krakatau bergerak pada beberapa lapisan atmosfer dan berdampak terhadap wilayah Banten, DKI Jakarta, serta Jawa Barat.

Artinya, gangguan penerbangan tidak otomatis menghentikan perjalanan kereta. KAI Commuter tetap menjalankan layanan dengan terus memantau perkembangan situasi.

Abu Vulkanik Mulai Terpantau di Sejumlah Stasiun

Di sisi lain, dampak erupsi mulai terasa di wilayah Jabodetabek.

KAI Commuter melaporkan abu vulkanik yang terbawa angin mulai terpantau di sejumlah stasiun. Karena itu, perusahaan mengingatkan pengguna agar tidak mengabaikan perlindungan diri.

Masker menjadi perlengkapan penting, terutama bagi masyarakat yang berada di area terbuka, stasiun, maupun selama perjalanan.

Pengguna juga diminta mengikuti arahan petugas dan tidak panik apabila kondisi di sekitar stasiun berubah.

Anak Krakatau Masih Level III

Kewaspadaan tetap diperlukan karena Gunung Anak Krakatau belum dinyatakan aman sepenuhnya.

PVMBG mencatat episode erupsi menerus berlangsung sejak 4 September 2026 pukul 23.07 WIB hingga 6 September 2026 pukul 00.04 WIB, atau sekitar 25 jam.

Setelah itu, terjadi erupsi susulan tipe Strombolian pada pukul 03.53 WIB selama sekitar 30 detik.

Baca Juga :  OTT Bupati Klaten Seret Kepala BPK Jateng, KPK Sita Uang Rp1,9 Miliar di Ember

Meski episode erupsi menerus telah berakhir, status Gunung Anak Krakatau tetap Level III (Siaga).

Potensi letusan susulan masih ada, termasuk lontaran batu pijar, hujan abu lebat, serta aliran lava apabila erupsi menerus kembali terjadi.

PVMBG juga meminta masyarakat dan wisatawan tidak melakukan aktivitas dalam radius 3 kilometer dari pusat aktivitas Gunung Anak Krakatau.

Perjalanan Tetap Jalan, Keselamatan Nomor Satu

KAI Commuter memastikan pihaknya terus memantau perkembangan aktivitas Gunung Anak Krakatau dan dampaknya terhadap perjalanan kereta.

Langkah operasional akan disesuaikan apabila kondisi di lapangan berubah. Namun, keselamatan pengguna tetap menjadi pertimbangan utama.

Karina juga mengingatkan masyarakat untuk memperoleh informasi perjalanan melalui kanal resmi KAI Commuter, termasuk media sosial @commuterline dan aplikasi C-Access.

Di tengah situasi erupsi, pesan terpenting bagi pengguna kereta bukan sekadar apakah perjalanan tetap berjalan.

Keselamatan harus menjadi prioritas sejak penumpang berangkat dari rumah hingga tiba di tujuan.

Karena itu, gunakan masker, ikuti petunjuk petugas, dan jangan mudah percaya informasi yang belum terverifikasi.

Sebab, langit boleh diselimuti abu, tetapi kewaspadaan tidak boleh ikut kabur. **

Editor : Hadwan

Follow WhatsApp Channel www.posnews.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Ongkos Melamar Kerja Tak Lagi Jadi Beban? Jakarta Siapkan Transportasi Gratis 2027
Kios Bakso Mendadak Ambruk Saat Dibongkar, Pria 55 Tahun Terjepit Reruntuhan
Kapolres Jakut Hadiri Hari Santri Nasional 2026, Serukan Persatuan dan Toleransi
Kenapa Cuaca Jabodetabek Hari Ini Begitu Panas? Simak Data Lengkapnya
Pramono Siapkan Hujan Buatan Jelang Jakarta Running Festival dan Konser Ye di GBK
Jakarta Bisa Panas hingga 36 Derajat, Warga Bogor Perlu Waspada Hujan
Demo Jakarta Hari Ini, Simak Rute Alternatif ke Monas, Slipi, dan Tomang
Cuaca Jabodetabek Hari Ini: Udara Panas, Bogor Potensi Diguyur Hujan Lebat

Berita Terkait

Kamis, 22 Oktober 2026 - 18:01 WIB

Ongkos Melamar Kerja Tak Lagi Jadi Beban? Jakarta Siapkan Transportasi Gratis 2027

Kamis, 22 Oktober 2026 - 17:18 WIB

Kios Bakso Mendadak Ambruk Saat Dibongkar, Pria 55 Tahun Terjepit Reruntuhan

Kamis, 22 Oktober 2026 - 13:55 WIB

Kapolres Jakut Hadiri Hari Santri Nasional 2026, Serukan Persatuan dan Toleransi

Kamis, 22 Oktober 2026 - 06:31 WIB

Kenapa Cuaca Jabodetabek Hari Ini Begitu Panas? Simak Data Lengkapnya

Rabu, 21 Oktober 2026 - 18:27 WIB

Pramono Siapkan Hujan Buatan Jelang Jakarta Running Festival dan Konser Ye di GBK

Berita Terbaru