NUUK, POSNEWS.CO.ID – Ketegangan diplomatik antara Greenland dan Amerika Serikat mencapai titik didih baru pada Senin (2/2/2026). Perdana Menteri Greenland, Jens-Frederik Nielsen, secara terbuka mengutuk apa yang ia sebut sebagai ambisi “merendahkan dan memecah belah” dari pihak Washington.
Nielsen menyampaikan pernyataan ini menjelang sesi darurat Inatsisartut, parlemen Greenland. Ia menegaskan bahwa tekanan terus-menerus dari AS terhadap wilayahnya sudah melampaui batas kewajaran. “Situasi ini sangat sulit bagi kami selama 14 bulan terakhir,” ujar Nielsen merujuk pada rentetan pernyataan AS mengenai niat akuisisi Greenland.
Penolakan Terhadap Upaya Pengambilalihan
Meskipun Washington baru-baru ini menyangkal kemungkinan pengambilalihan secara militer, Nielsen menyoroti manuver politik yang tetap berjalan. Ia menyebut Amerika Serikat masih terus berupaya mencari celah agar Greenland berada di bawah tata kelola atau pemerintahan AS.
Nielsen menekankan bahwa retorika semacam ini tidak hanya datang dari Presiden Donald Trump. Ia menyebut sejumlah pengambil keputusan utama di AS dan sekutu dekatnya turut menyuarakan ambisi serupa. Bagi Nielsen, narasi tersebut bersifat merendahkan martabat rakyat Greenland dan mengancam kedaulatan mereka.
Greenland Tetap Bagian dari Denmark
Sebagai respons terhadap tekanan tersebut, Pemerintah Greenland kembali mempertegas status konstitusional mereka. Greenland secara resmi menyatakan bahwa upaya pengambilalihan tersebut “tidak dapat diterima”. Nielsen mengingatkan dunia internasional bahwa Greenland adalah bagian integral dari Kerajaan Denmark.
Pernyataan ini bertujuan untuk meredam spekulasi mengenai perpecahan internal antara Nuuk dan Kopenhagen. Pemerintah Greenland menganggap kedaulatan wilayahnya tidak bisa menjadi komoditas politik atau ekonomi pihak asing tanpa persetujuan rakyatnya sendiri.
Dialog Tingkat Tinggi Masih Berjalan
Meski suasana memanas, Greenland tidak menutup pintu diplomasi sepenuhnya. Nielsen mencatat bahwa pemerintahnya telah memulai dialog dengan Amerika Serikat melalui saluran resmi tingkat tinggi.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Nielsen berkomitmen untuk mengubah pembicaraan tersebut menjadi “hasil yang konkret” yang menghormati kedaulatan wilayahnya. Fokus pemerintah saat ini adalah menyeimbangkan hubungan strategis dengan AS sambil tetap menjaga integritas wilayah Greenland dari intervensi politik yang lebih dalam.
Penulis : Ahmad Haris Kurnia
Editor : Ahmad Haris Kurnia



















