Polisi Gerebek Etomidate di Hotel Pekanbaru, Pelaut Diciduk

Rabu, 15 April 2026 - 15:20 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Barang bukti 43 cartridge etomidate hasil pengungkapan Bareskrim di Pekanbaru. (Posnews/Ist)

Barang bukti 43 cartridge etomidate hasil pengungkapan Bareskrim di Pekanbaru. (Posnews/Ist)

RIAU, POSNEWS.CO.ID – Direktorat Tindak Pidana Narkoba Bareskrim Polri kembali mengungkap peredaran zat berbahaya. Kali ini, tim Subdit II membongkar jaringan etomidate di wilayah Riau.

Pengungkapan terjadi pada Selasa, 14 April 2026 sekitar pukul 12.00 WIB di parkiran Hotel Furaya Pekanbaru.

Dalam operasi tersebut, polisi langsung menangkap seorang pria bernama Hendi alias Asiong (36), warga Kepulauan Meranti yang berprofesi sebagai pelaut.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Selanjutnya, tim melakukan pengembangan ke kamar pelaku di lantai 8. Hasilnya mengejutkan.

Petugas menemukan 43 cartridge etomidate siap edar merek THUGS yang disimpan dalam kantong plastik. Selain itu, polisi juga menyita satu unit ponsel Oppo Reno 9 dan dua alat hisap merek Relx.

Baca Juga :  Operasi BNN di Sumut: 200 Kg Ganja Aceh Diamankan, 3 Tersangka Ditangkap

Direktur Tindak Pidana Narkoba Bareskrim Polri, Brigjen Pol Eko Hadi Santoso, menegaskan pengungkapan ini merupakan hasil penyelidikan intensif tim di lapangan.

Berdasarkan hasil interogasi, Hendi mengaku sebelumnya memiliki 50 cartridge etomidate. Namun, sebagian telah dijual kepada seseorang berinisial R dengan nilai Rp98 juta.

Lebih lanjut, pelaku mengaku telah empat kali melakukan transaksi serupa sejak Maret 2026 dengan nilai yang sama.

Di sisi lain, Hendi berdalih barang tersebut untuk konsumsi pribadi bersama rekan-rekannya.

Ia juga mengaku tidak mengetahui asal barang dan hanya dikenalkan oleh seorang perempuan berinisial T sebelum bertransaksi dengan R.

Baca Juga :  Kecelakaan Beruntun 7 Kendaraan di Tol JORR KM 30 Jaksel, Truk Fuso Rem Blong Picu Tabrakan

Meski begitu, polisi tidak berhenti di situ. Penyidik kini memburu jaringan yang lebih luas, termasuk sosok T dan R yang diduga menjadi penghubung distribusi.

Saat ini, Bareskrim Polri terus mengembangkan kasus. Barang bukti akan diuji di laboratorium, gelar perkara segera dilakukan, dan penyidikan ditargetkan tuntas.

Kasus ini menjadi alarm serius. Peredaran etomidate yang disalahgunakan kini semakin marak dan berbahaya.

Dengan pengungkapan ini, Polri menegaskan komitmennya untuk menghantam jaringan narkotika dan zat berbahaya hingga ke akar-akarnya. (red)

Editor : Hadwan

Follow WhatsApp Channel www.posnews.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Bareskrim Bongkar Modus 20 Korporasi Pembakar Hutan, Ini Daftar Perusahaannya
Nenek di Depok Tega Bakar Cucu Sendiri Cuma karena Kesal Main HP dan Ogah Jemput
1.257 Bal Pakaian Bekas Ditemukan di Subang, Bareskrim Telusuri Jaringan Impor
Bukan Sampaikan Aspirasi, 19 Pendemo Ini Malah Bawa Sajam & Alat Vandalisme
Tangki Mobil Dimodifikasi, Pria di Blitar Diduga Kumpulkan 1.000 Liter BBM Tiap Pekan
Masih Berstatus Pelajar, Tiga Remaja di Dompu Diamankan dalam Kasus Sabu
Misteri Maut di Toboali: Ngobrol Santai Berujung Timah Panas, Pelaku Diburu
Ibu Ditemukan Tewas di Rumah, Anak yang Bertugas sebagai Polisi Ditahan

Berita Terkait

Kamis, 29 Oktober 2026 - 18:12 WIB

Bareskrim Bongkar Modus 20 Korporasi Pembakar Hutan, Ini Daftar Perusahaannya

Kamis, 29 Oktober 2026 - 17:52 WIB

Nenek di Depok Tega Bakar Cucu Sendiri Cuma karena Kesal Main HP dan Ogah Jemput

Kamis, 29 Oktober 2026 - 14:19 WIB

1.257 Bal Pakaian Bekas Ditemukan di Subang, Bareskrim Telusuri Jaringan Impor

Kamis, 29 Oktober 2026 - 08:19 WIB

Tangki Mobil Dimodifikasi, Pria di Blitar Diduga Kumpulkan 1.000 Liter BBM Tiap Pekan

Kamis, 29 Oktober 2026 - 08:01 WIB

Masih Berstatus Pelajar, Tiga Remaja di Dompu Diamankan dalam Kasus Sabu

Berita Terbaru