MEDAN, POSNEWS.CO.ID – Mengerikan narkotika saat ini, cairan vape di campur obat bius. Yang menghisapnya bukan jadi sakau, tapi pelan-pelan masuk ke liang lahat selamanya.
Baru-baru ini, Direktorat Tindak Pidana Narkoba Bareskrim Polri membongkar jaringan narkoba lintas negara yang menyelundupkan cairan etomidate untuk diproduksi menjadi vape bius.
Polisi menangkap satu tersangka utama, Muhammad Rafi, dalam penggerebekan laboratorium rahasia di Medan.
Dalam operasi besar ini, polisi menemukan clandestine lab di sebuah rumah kontrakan di Jalan HM Joni, Teladan Baru, Medan Kota, Sumatera Utara. Di tempat inilah Rafi meracik vape berisi etomidate untuk diedarkan ke wilayah Sumut.
“Tersangka adalah pemilik barang sekaligus pembuat vape bius tersebut,” tegas Direktur Tindak Pidana Narkoba Bareskrim Polri Brigjen Eko Hadi Santoso, Rabu (10/12/2025).
Polisi memastikan laboratorium ini bagian dari jaringan Malaysia–Indonesia. Bahan baku cairan etomidate dikirim dari Malaysia melalui jalur udara menuju Medan.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Kasus ini terbongkar setelah Bea dan Cukai Bandara Soekarno-Hatta mencurigai paket berisi dua botol etomidate dengan berat bruto 2,5 kg.Bea Cukai Soetta langsung meneruskan informasi itu kepada Bareskrim.
Tim Subdit IV Dittipid Narkoba bersama Bea Cukai Soetta melakukan control delivery ke alamat penerima di Medan.
Paket diterima seorang perempuan bernama Nurul di Warkop Agam Kampus, Jalan HM Joni.Penelusuran polisi mengungkap bahwa tersangka hanya meminjam identitas Nurul.
Polisi lalu mengembangkan penyelidikan dan menangkap Muhammad Rafi ketika datang mengambil paket tersebut.
Dalam pemeriksaan, Rafi mengaku mulai menerima pesanan sejak September 2025. Sepupunya di Malaysia, bernama Ibrahim, menawarkan pekerjaan meracik vape bius tersebut dengan upah Rp10 ribu per cartridge.
Barang Bukti Buat Merinding
Dari lab rahasia itu, polisi menyita:
- 1.700 gram cairan etomidate
- 4.000 gram cairan flavour
- Total material 5.730 gram siap olah
- Nilai konversi: Rp17,19 miliar
- Estimasi jiwa terselamatkan: 2.865 orang
“Semua barang bukti termasuk pelaku sudah kami amankan,” tutup Brigjen Eko. (red)





















