JAKARTA, POSNEWS.CO.ID — Kapolri Jenderal Suyudi Ario Seto menggelar pertemuan tertutup dengan Wakil Sekjen NNCC Tiongkok, Lan Weihong, di Mabes Polri, Rabu (28/10/2026).
Pertemuan ini memperkuat kerja sama bilateral untuk membongkar jaringan clandestine lab dan menyita 1,2 ton sabu di Pidie, Aceh.
Jenderal Suyudi menegaskan komitmen Polri untuk tidak berhenti pada pelaku di lokasi.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Penyelidikan kini diperluas untuk memburu bandar besar, pemodal, hingga jaringan terpisah di Medan yang melibatkan WN Malaysia.
Pabrik Sabu Berkedok Bengkel
Sebelumnya, tim gabungan Polri, BNN, dan Bea Cukai menggulung clandestine lab terbesar di Mutiara Timur, Pidie, pada Rabu (21/10/2026).
Pabrik haram ini disamarkan di balik ruko berkedok bengkel. Dari 11 orang yang diringkus, 10 orang ditetapkan sebagai tersangka dengan rincian peran:
- LJ & XM (WNA Tiongkok): Koki utama pengolah sabu.
- MY & MZ: Asisten koki pengolahan dan pengemasan.
- AY: Penyuplai logistik dan pengawas lokasi.
- RJ: Pembeli perlengkapan lab.
- BS & MN: Penjemput koki dari Malaysia.
- RM & RY: Penjemput di bandara menuju lokasi lab.
Para tersangka dijerat UU Narkotika dan UU Penyesuaian Pidana dengan ancaman hukuman berat.
Melalui sinergi erat ini, Indonesia menegaskan tidak ada ruang bagi pengedar narkotika di bumi pertiwi. **
Editor : Hadwan













