Polri Nonaktifkan Sementara Kapolresta Sleman Usai Audit Khusus ADTT

Jumat, 30 Januari 2026 - 09:57 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kapolres Sleman Kombes Edy Setyanto. (Posnews/Ist)

Kapolres Sleman Kombes Edy Setyanto. (Posnews/Ist)

JAKARTA, POSNEWS.CO.ID – Polri menonaktifkan sementara Kapolresta Sleman Kombes Edy Setyanto usai Inspektorat Pengawasan Daerah (Itwasda) Polda DIY melalui Audit Dengan Tujuan Tertentu (ADTT) menemukan sejumlah catatan krusial.

Inspektorat melakukan audit khusus pada 26 Januari 2026 dan menyoroti penanganan kasus pencurian dengan kekerasan (curas) serta kecelakaan lalu lintas yang terjadi pada 26 April 2025.

Hasilnya, auditor menemukan dugaan lemahnya pengawasan pimpinan yang memicu kegaduhan publik dan berdampak pada merosotnya citra Polri.

Baca Juga :  Timnas Indonesia U-23 Wajib Menang Besar atas Makau di Kualifikasi Piala Asia U-23 2026

Selanjutnya, hasil sementara ADTT digelar pada 30 Januari 2026. Dalam gelar perkara itu, seluruh peserta sepakat merekomendasikan penonaktifan Kapolresta Sleman hingga pemeriksaan lanjutan tuntas.

Karo Penmas Divhumas Polri Brigjen Pol Trunoyudo Wisnu Andiko menegaskan, langkah tegas ini menjadi bukti komitmen Polri menjaga profesionalisme, transparansi, dan akuntabilitas institusi.

Trunoyudo menegaskan bahwa Polri menonaktifkan sementara Kapolresta Sleman untuk menjaga objektivitas pemeriksaan dan profesionalisme penegakan hukum, Jumat (30/1/2026).

Baca Juga :  Mobil Avanza Tertabrak Kereta Bandara di Kalideres, Dua Orang Luka Parah

“Penonaktifan sementara dilakukan untuk menjaga objektivitas pemeriksaan dan profesionalisme penegakan hukum,” tegas Trunoyudo, Jumat (30/1/2026).

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Sebagai tindak lanjut, Kapolda DIY memimpin serah terima jabatan Kapolresta Sleman pada Jumat (30/1/2026) pukul 10.00 WIB.

Langkah cepat ini menegaskan komitmen Polri menindak lemahnya pengawasan demi menjaga kepercayaan publik. (red)

Editor : Hadwan

Follow WhatsApp Channel www.posnews.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Banjir 2 Meter Kepung Kebon Pala, Ditpolairud Polda Metro Jaya Evakuasi Warga
Ke Mana Perginya Kanguru 3 Meter dan Kadal Sebesar Gajah?
Pengacara Pastikan Yaqut Cholil Qoumas Hadiri Pemeriksaan KPK Hari Ini
Rumah Mewah di Jaksel Terbakar, Lansia 60 Tahun Tewas Terjebak Api
Migran Bayar Mahal Demi Kecap dari Kampung Halaman?
Perlombaan Baru Miliarder Menuju Nol Gravitasi dan Koloni Mars
Kasus Kuota Haji Memanas, KPK Panggil Eks Menag Yaqut Hari Ini
Pembicaraan Teknis Greenland dengan AS Dimulai, Tensi Mereda

Berita Terkait

Jumat, 30 Januari 2026 - 14:04 WIB

Banjir 2 Meter Kepung Kebon Pala, Ditpolairud Polda Metro Jaya Evakuasi Warga

Jumat, 30 Januari 2026 - 13:17 WIB

Ke Mana Perginya Kanguru 3 Meter dan Kadal Sebesar Gajah?

Jumat, 30 Januari 2026 - 12:58 WIB

Pengacara Pastikan Yaqut Cholil Qoumas Hadiri Pemeriksaan KPK Hari Ini

Jumat, 30 Januari 2026 - 12:34 WIB

Rumah Mewah di Jaksel Terbakar, Lansia 60 Tahun Tewas Terjebak Api

Jumat, 30 Januari 2026 - 12:11 WIB

Migran Bayar Mahal Demi Kecap dari Kampung Halaman?

Berita Terbaru

Ilustrasi, Australia pernah menjadi

INTERNASIONAL

Ke Mana Perginya Kanguru 3 Meter dan Kadal Sebesar Gajah?

Jumat, 30 Jan 2026 - 13:17 WIB

Ilustrasi, Riset membuktikan: loyalitas pada merek masa kecil bertahan hingga 50 tahun. Migran di AS dan India lebih memilih produk mahal dari daerah asal daripada alternatif lokal yang murah. Dok: Istimewa.

INTERNASIONAL

Migran Bayar Mahal Demi Kecap dari Kampung Halaman?

Jumat, 30 Jan 2026 - 12:11 WIB