Polri Ungkap Kekerasan Berat Anak 9 Tahun Dilakukan Orangtua Kandung di Jakarta Selatan

Kamis, 11 September 2025 - 07:47 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Polisi tangkap Ayah Juna dan pasangannya terkait penganiayaan anak di Jakarta Selatan. Dok-Polri

Polisi tangkap Ayah Juna dan pasangannya terkait penganiayaan anak di Jakarta Selatan. Dok-Polri

JAKARTA, POSNEWS.CO.ID – Direktorat Tindak Pidana Pelindungan Perempuan dan Anak serta Pemberantasan Perdagangan Orang (Dittipid PPA & PPO) Bareskrim Polri berhasil mengungkap kasus penelantaran dan kekerasan berat terhadap anak perempuan berusia 9 tahun, berinisial AMK. Korban ditemukan dalam kondisi mengenaskan pada Rabu dini hari (11/6/2025) di depan kios Pasar Kebayoran Lama, Jakarta Selatan.

Saat ditemukan, AMK terbaring lemah di atas kardus, dengan tubuh penuh luka dan tanda-tanda malnutrisi. Wajahnya mengalami luka bakar, tangan patah, serta seluruh tubuhnya memar. Petugas segera mengevakuasi korban ke RS Polri Kramat Jati untuk mendapatkan pertolongan medis darurat.

Kasubdit II Dittipid PPA & PPO Bareskrim Polri memimpin penyelidikan dengan cepat. Polisi memastikan korban menerima perlindungan menyeluruh, termasuk perawatan medis, pendampingan psikologis, dan pengasuhan sementara di bawah pengawasan Dinas Sosial serta UPTD PPA.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Pengakuan Kekerasan oleh Pelaku

Dalam pemeriksaan yang didampingi pekerja sosial, korban mengungkap bahwa ia sering disiksa oleh EF alias YA (40), yang dipanggilnya “Ayah Juna”. Pelaku memukul, menendang, membanting, menyiram bensin dan membakar wajah korban, memukul dengan kayu hingga tulang patah, membacok dengan golok, serta menyiram tubuh korban dengan air panas.

Baca Juga :  TK Negeri Semper Penuh Canda Tawa, Puluhan Ayah Turun Rayakan Hari Ayah Nasional

Korban juga menyebut SNK (42), ibu kandungnya, mengetahui penyiksaan dan setuju meninggalkannya di Jakarta. Kesaksian AMK diperkuat oleh saudara kembarnya, SF, yang menjadi saksi kunci. Polisi mencatat EF alias YA mengakui perbuatannya, sementara SNK mengakui melakukan penelantaran.

Brigjen Pol. Dr. Nurul Azizah, Direktur Dittipid PPA & PPO Bareskrim Polri, menyatakan kedua pelaku ditetapkan sebagai tersangka dan ditahan. “Kami sangat prihatin atas penderitaan korban. Polri akan memproses kasus ini tegas tanpa kompromi,” tegasnya di Jakarta, Selasa (10/9/2025).

Polisi menegaskan penetapan tersangka didasarkan pada alat bukti lengkap, termasuk keterangan saksi, visum et repertum, keterangan ahli, dan sejumlah barang bukti. Kedua pelaku dijerat Pasal 76B jo 77B dan Pasal 76C jo 80 UU No. 35 Tahun 2014 tentang Perlindungan Anak, serta Pasal 354 KUHP tentang penganiayaan berat, dengan ancaman hukuman maksimal 8 tahun penjara dan denda Rp100 juta.

Baca Juga :  Rekayasa Lalu Lintas di Demo Buruh Hari Ini, Polisi Siaga di Istana dan DPR

Pesan Penting bagi Masyarakat

Brigjen Nurul menekankan bahwa kasus ini menjadi pengingat bahwa kekerasan terhadap anak sering terjadi di rumah sendiri. Ia mengajak masyarakat untuk lebih peduli, peka, dan berani melapor bila menemukan dugaan kekerasan terhadap anak.

Selain menangani kasus, Polri membagikan tips pencegahan dan penanganan kekerasan anak:

  • Jadilah tetangga yang peka terhadap tanda-tanda kekerasan pada anak.
  • Dengarkan suara anak dan ciptakan ruang aman bagi mereka.
  • Segera laporkan dugaan kekerasan ke Unit PPA Polri, UPTD PPA setempat, atau hubungi 110, hotline SAPA KemenPPPA 129, dan Tepsa Kemensos 1500771.
  • Bentuk komunitas peduli anak di sekolah, RT/RW, dan masyarakat.
  • Dukung pemulihan korban dengan memberi rasa aman dan tidak menyalahkan anak.

Polri memastikan akan terus meningkatkan perlindungan anak dan memperkuat sinergi dengan masyarakat, lembaga sosial, serta pemerintah daerah. (red)

Follow WhatsApp Channel www.posnews.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Gerebek Kampung Bahari, 26 Orang Diamankan dan Mesin Ekstasi Disita
Petasan Sambut Ratusan Polisi saat Gerebek Kampung Bahari, Ini Hasilnya
Minggu 1 November, Hujan Ringan Mengintai Jakarta hingga Tangerang
Betrand Peto Bakal Diperiksa Lagi, Polisi Dalami Visum dan CCTV
Penyerangan Sadis di Kampung Ambon Cengkareng, Polisi Sita Senjata Rakitan
Kronologi Ledakan Tabung Gas Elpiji di Duren Sawit: Warga Panik Evakuasi Korban
Mahasiswa Bayaran di Deklarasi Sumpah Pemuda? Ini Faktanya
Bareskrim Sita 103 Aset PT DSI Rp10,23 M di Sukoharjo, 5.102 Korban Menanti Restitusi

Berita Terkait

Minggu, 1 November 2026 - 11:44 WIB

Gerebek Kampung Bahari, 26 Orang Diamankan dan Mesin Ekstasi Disita

Minggu, 1 November 2026 - 11:21 WIB

Petasan Sambut Ratusan Polisi saat Gerebek Kampung Bahari, Ini Hasilnya

Minggu, 1 November 2026 - 05:13 WIB

Minggu 1 November, Hujan Ringan Mengintai Jakarta hingga Tangerang

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 21:09 WIB

Betrand Peto Bakal Diperiksa Lagi, Polisi Dalami Visum dan CCTV

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 20:32 WIB

Penyerangan Sadis di Kampung Ambon Cengkareng, Polisi Sita Senjata Rakitan

Berita Terbaru

Visa kolaborasi dengan MOONTON dan Bank Jago rilis kartu debit edisi terbatas MLBB M8 serta jadi sponsor M Series. Dok: Istimewa.

TEKNOLOGI

Visa Gandeng MOONTON dan Bank Jago: Hadirkan Kartu Debit

Minggu, 1 Nov 2026 - 16:52 WIB

GameSir merilis controller G7 Pro edisi Sunset Boulevard dan Ocean Breeze bernuansa Vice City GTA 6. Simak spesifikasi sensor TMR. Dok: Istimewa.

TEKNOLOGI

GameSir Rilis Controller G7 Pro Edisi Vice City GTA 6

Minggu, 1 Nov 2026 - 16:00 WIB

Strava resmi terintegrasi dengan Google Gemini via Connected Apps. Simak cara menghubungkan akun dan keunggulan analisis. Dok: Istimewa.

TEKNOLOGI

Strava Gandeng Google Gemini Hadirkan Analisis Performa

Minggu, 1 Nov 2026 - 15:49 WIB