PPP Memanas, Rommy Tuding Klaim Aklamasi Mardiono Hanya Akal-akalan

Minggu, 28 September 2025 - 07:51 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Romahurmuziy bantah klaim aklamasi Muhammad Mardiono di Muktamar X PPP.

Romahurmuziy bantah klaim aklamasi Muhammad Mardiono di Muktamar X PPP.

JAKARTA, POSNEWS.CO.ID – Kisruh di tubuh Partai Persatuan Pembangunan (PPP) makin panas. Ketua Majelis Pertimbangan PPP, Romahurmuziy alias Rommy, tegas membantah klaim Muhammad Mardiono terpilih sebagai Ketua Umum PPP periode 2025–2030 lewat aklamasi.

Rommy menyebut kabar itu cuma klaim sepihak, palsu, dan bikin gaduh.

Menurut Rommy, Sidang Muktamar X PPP masih berjalan hingga pukul 22.30 WIB. Agenda terakhir baru merampungkan Sidang Paripurna IV, yakni jawaban DPP atas pandangan umum DPW terhadap laporan pertanggungjawaban (LPJ).

“Jadi berita sekitar pukul 21.22 WIB yang menyebut Mardiono terpilih aklamasi itu omong kosong. Itu klaim sepihak, tidak bertanggung jawab, bahkan bisa memecah belah PPP,” semprot Rommy, Minggu (28/9/2025).

Rommy menambahkan, tidak masuk akal jika Mardiono sudah ditetapkan sebagai ketua umum, sementara sidang masih berjalan.

Ia menegaskan aturan organisasi jelas tak membolehkan penetapan sepihak di tengah forum yang belum tuntas.

“Apalagi saat pidato pembukaan, Mardiono justru diteriaki ‘Yang Gagal Mundur’ dan ‘Perubahan’ dari berbagai sudut arena. Penolakan besar kok bisa tiba-tiba jadi aklamasi? Itu akal-akalan,” ujarnya sengit.

Baca Juga :  Pemprov DKI Izinkan Sekolah Belajar dari Rumah saat Unjuk Rasa 1 September 2025

Rommy juga menyindir media yang memberitakan klaim aklamasi karena iming-iming paket iklan. “Saya minta media yang sudah nulis berita pesanan itu segera koreksi,” tegasnya.

Sebagai informasi, sebelumnya pimpinan sidang Muktamar X PPP, Amir Uskara, mengumumkan Mardiono terpilih secara aklamasi dalam konferensi pers di Ancol, Jakarta Utara, Sabtu (27/9/2025).

Amir mengaku keputusan diambil setelah forum menyepakati tata tertib muktamar, termasuk soal mekanisme pemilihan yang wajib dihadiri peserta secara fisik. (red)

Follow WhatsApp Channel www.posnews.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Menag Nasaruddin Umar Sebut Indonesia Punya Masa Depan Cerah di Bawah Prabowo
Tim Sembilan Kejagung Geledah Rumah Febrie Adriansyah, Dokumen TPPU Disita
Prabowo Hadiri Zikir Kebangsaan di Monas, 100 Ribu Jemaah Bersatu
KemenHAM Dialog dengan Warga Batunya dan Sidatapa Usai Tragedi Main Hakim Sendiri
Mall Jakarta dan Surabaya Ramai-Ramai Pasang Pagar Tinggi, APPBI Ungkap Alasannya
BGN Bongkar Rekening Ganda dan Dapur Fiktif MBG, Rp311,2 Miliar Kembali ke Negara
Mutasi Besar Polri Juli 2026: Kapolri Rotasi 146 Perwira, Banyak Kapolres dan Pati Berganti
Jaksa Agung Mutasi 90 Kajari, Jakarta Barat hingga Bekasi Berganti Pimpinan

Berita Terkait

Minggu, 2 Agustus 2026 - 07:31 WIB

Menag Nasaruddin Umar Sebut Indonesia Punya Masa Depan Cerah di Bawah Prabowo

Sabtu, 1 Agustus 2026 - 15:29 WIB

Tim Sembilan Kejagung Geledah Rumah Febrie Adriansyah, Dokumen TPPU Disita

Sabtu, 1 Agustus 2026 - 15:10 WIB

Prabowo Hadiri Zikir Kebangsaan di Monas, 100 Ribu Jemaah Bersatu

Sabtu, 1 Agustus 2026 - 12:55 WIB

KemenHAM Dialog dengan Warga Batunya dan Sidatapa Usai Tragedi Main Hakim Sendiri

Jumat, 31 Juli 2026 - 20:54 WIB

Mall Jakarta dan Surabaya Ramai-Ramai Pasang Pagar Tinggi, APPBI Ungkap Alasannya

Berita Terbaru

Siasat baru pertahanan udara Ukraina. Zelenskyy mendesak Trump memediasi izin penggunaan jaringan Starlink untuk menggempur target di dalam wilayah Rusia. Dok: Istimewa.

INTERNASIONAL

Zelenskyy Desak Trump Izinkan Akses Panduan Rudal

Minggu, 2 Agu 2026 - 10:00 WIB

Eskalasi gempuran udara di ibu kota. Rusia menembakkan gelombang rudal balistik dan drone ke Kyiv, menewaskan tiga warga serta memicu ketidakpastian lisensi Patriot dari AS. Dok: Istimewa.

INTERNASIONAL

Tiga Warga Meninggal dan Trump Tinjau Ulang Lisensi Patriot

Minggu, 2 Agu 2026 - 09:00 WIB

Krisis imigrasi terbesar Afrika-Eropa. Spanyol berhasil memulangkan puluhan ribu migran dari Ceuta di tengah ketegangan diplomatik Uni Eropa. Dok: Istimewa.

INTERNASIONAL

Spanyol Pulangkan 50 Ribu Migran dan Italia Bekukan Schengen

Minggu, 2 Agu 2026 - 08:00 WIB