Prabowo Dorong Motor Listrik, Bunga Kredit Turun dan Tanpa DP

Kamis, 13 Agustus 2026 - 17:38 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Presiden Prabowo meresmikan Motor Listrik Nasional di Cikarang Bekasi. (Posnews/Satpres)

Presiden Prabowo meresmikan Motor Listrik Nasional di Cikarang Bekasi. (Posnews/Satpres)

JAKARTA, POSNEWS.CO.ID – Presiden Prabowo Subianto mengirim sinyal kuat bahwa Indonesia sedang memasuki era baru transportasi nasional.

Pemerintah mendorong percepatan penggunaan motor listrik nasional (Molinas) melalui skema bunga kredit lebih rendah, pembelian tanpa uang muka (DP), serta program tukar tambah motor bensin ke motor listrik.

Kebijakan tersebut diumumkan saat Prabowo meresmikan Motor Listrik Nasional (Molinas) beserta ekosistem industrinya di fasilitas produksi PT Ilectra Motor Group (ALVA), Cikarang, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, Kamis (13/8/2026).

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Kita akan turunkan bunga cicilan untuk rakyat. Kemudian kita usahakan tidak pakai DP,” kata Prabowo.

Motor Listrik Makin Mudah Dimiliki

Prabowo menegaskan pemerintah sedang menyiapkan skema pembiayaan agar masyarakat lebih mudah memiliki kendaraan listrik.

Ia meyakini kebijakan tersebut akan membantu pekerja, pelaku UMKM, petani, hingga masyarakat berpenghasilan menengah yang selama ini terbebani biaya transportasi harian.

Dengan cicilan yang lebih ringan dan kemungkinan tanpa DP, motor listrik diharapkan tidak lagi menjadi kendaraan masa depan, melainkan kendaraan harian yang terjangkau bagi jutaan keluarga Indonesia.

Baca Juga :  Copet Babak Belur di Bogor, Diki Zulkarnaen Dihajar Massa Usai Kepergok Curi Dompet

Hemat BBM hingga 70 Persen

Menurut Prabowo, motor listrik menawarkan efisiensi yang sangat besar.

Berdasarkan perhitungan yang dipaparkan dalam acara tersebut, penggunaan motor listrik dapat menghemat 50–70 persen biaya energi dibandingkan motor berbahan bakar bensin.

“Memakai motor listrik dibandingkan motor bensin penghematannya minimal 50 persen, bahkan bisa sampai 70 persen,” ujarnya.

Penghematan tersebut dinilai penting karena pengeluaran untuk bahan bakar masih menjadi salah satu beban terbesar bagi banyak rumah tangga.

Motor Bensin Bisa Ditukar Tambah

Selain memberikan kemudahan kredit, pemerintah juga menyiapkan program tukar tambah bagi pemilik motor bensin.

Melalui skema ini, masyarakat dapat menyerahkan motor lama dan menambah sejumlah biaya untuk memperoleh motor listrik baru.

“Kita pikirkan bagaimana bisa tukar tambah. Setor motor yang lama, dapat motor baru, ya tambah sedikit,” kata Prabowo.

Program tersebut diharapkan mempercepat transisi dari kendaraan berbahan bakar fosil menuju kendaraan listrik tanpa membebani masyarakat dengan biaya awal yang besar.

Baca Juga :  Kepala BNN Irjen Suyudi Tegaskan Pemberantasan Narkoba Tanpa Pandang Bulu

Indonesia Siap Bersaing di Industri Kendaraan Listrik

Prabowo menilai banyak negara mulai membatasi kendaraan berbahan bakar fosil melalui kebijakan pajak karbon (carbon tax) dan pengendalian emisi.

Ia mencontohkan Beijing, China, yang menerapkan pembatasan terhadap motor berbahan bakar bensin di wilayah tertentu.

Menurutnya, Indonesia harus memanfaatkan momentum perubahan global tersebut untuk membangun industri kendaraan listrik yang kuat dan mandiri.

Target Produksi 2 Juta Unit

Dalam kesempatan yang sama, Prabowo mengapresiasi Indika Group melalui ALVA yang telah memproduksi sekitar 20.000 unit motor listrik.

Ia berharap kapasitas produksi nasional terus meningkat hingga 2 juta unit, sehingga Indonesia mampu menjadi pemain utama dalam industri kendaraan listrik di kawasan.

Prabowo juga meminta Danantara Indonesia memberikan dukungan penuh terhadap pengembangan motor listrik nasional beserta ekosistem industrinya.

Menurut dia, keberhasilan suatu bangsa di era modern ditentukan oleh kemampuan menguasai sains, teknologi, dan inovasi.

“Bangsa yang berhasil adalah bangsa yang menguasai sains dan teknologi,” tegas Prabowo.

Pemerintah berharap motor listrik nasional menjadi simbol kemandirian teknologi, efisiensi ekonomi, dan transportasi yang lebih bersih. **

Editor : Hadwan

Follow WhatsApp Channel www.posnews.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Pelaku Pembunuhan Intan Rahmania Pakai KTP Paman, Berpindah Tempat Hilangkan Jejak
Polisi Tangkap Pengedar 7,2 Kg Sabu di Jakbar, Upah Rp5 Juta per Kg
Janjian Lewat MiChat Berujung Maut, Wanita 18 Tahun Tewas Dicekik
Cekcok Berujung Pencekikan, Wanita 19 Tahun Tewas di Hotel Tanah Abang
Dugaan TPKS Artis ATT alias BP Terjadi di Sekitar SCBD, Polisi Masih Selidiki
Sopir dan Kernet Tewas, Truk Kontainer Terguling di Tol Slipi
Guru Renang di Depok Diduga Dipukul Ojol hingga Tabrak Tiang
Polisi Bongkar 3 Klaster Kerusuhan Pejompongan, Alur Dana Mulai Terungkap

Berita Terkait

Selasa, 15 September 2026 - 06:17 WIB

Pelaku Pembunuhan Intan Rahmania Pakai KTP Paman, Berpindah Tempat Hilangkan Jejak

Senin, 14 September 2026 - 18:27 WIB

Polisi Tangkap Pengedar 7,2 Kg Sabu di Jakbar, Upah Rp5 Juta per Kg

Senin, 14 September 2026 - 15:08 WIB

Janjian Lewat MiChat Berujung Maut, Wanita 18 Tahun Tewas Dicekik

Senin, 14 September 2026 - 09:20 WIB

Cekcok Berujung Pencekikan, Wanita 19 Tahun Tewas di Hotel Tanah Abang

Minggu, 13 September 2026 - 16:06 WIB

Dugaan TPKS Artis ATT alias BP Terjadi di Sekitar SCBD, Polisi Masih Selidiki

Berita Terbaru

Serangan terhadap jalur pipa minyak Arab Saudi dan Selat Hormuz memicu lonjakan harga minyak di atas $100 per barel. Dok: Istimewa.

INTERNASIONAL

Serangan Terhadap Pipa Minyak Arab Saudi dan Kapal Teluk

Selasa, 15 Sep 2026 - 07:24 WIB

 PM Kanada Mark Carney jajaki status anggota asosiasi Uni Eropa di tengah eskalasi perang dagang dengan Amerika Serikat era Donald Trump. Dok: Istimewa.

INTERNASIONAL

Kanada Jajaki Status Anggota Asosiasi Uni Eropa

Selasa, 15 Sep 2026 - 06:19 WIB

Juru Bicara KPK, Budi Prasetyo. (Posnews/KPK)

NASIONAL

KPK OTT BPN Bogor: 17 Orang Diamankan, Nama Summarecon Mencuat

Selasa, 15 Sep 2026 - 05:40 WIB