Prabowo Minta TNI-Polri Tindak Tegas Aparat Terlibat Penyelundupan dan Aktivitas Ilegal

Selasa, 16 Desember 2025 - 07:58 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Presiden Prabowo Subianto. (Posnews/Satpres)

Presiden Prabowo Subianto. (Posnews/Satpres)

JAKARTA, POSNEWS.CO.ID – Presiden RI, Prabowo Subianto, menegaskan Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto dan Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo untuk menindak tegas seluruh anggota TNI-Polri yang terlibat atau melindungi kegiatan penyelundupan dan praktik ilegal lainnya.

Pernyataan ini disampaikan saat memimpin Sidang Kabinet Paripurna di Istana Negara, Jakarta, Senin (15/12/2025).

Prabowo mengungkapkan, laporan terkini menunjukkan adanya keterlibatan oknum aparat dari berbagai instansi dalam kegiatan ilegal yang merugikan negara.

“Saya menerima laporan dari TNI, Polri, dan instansi lain terkait keterlibatan pejabat serta petugas yang ikut serta atau menutup-nutupi praktik ilegal,” tegasnya.

Baca Juga :  BNN Geledah Kampung Bahari: 18 Orang Diciduk, Modus Sadis Wajib Coba Sabu

Lebih jauh, Prabowo menekankan, aparat yang melindungi penyelundupan maupun aktivitas ilegal harus ditindak tanpa pandang bulu. Ia meminta pimpinan TNI dan Polri bekerja serius membersihkan institusi masing-masing dari oknum yang merusak reputasi dan hukum.

“Panglima TNI dan Kapolri harus menindak aparat-aparat yang melindungi penyelundupan dan pelanggaran hukum. Ini harus dilakukan dengan tegas dan serius,” ujarnya.

Presiden juga menegaskan, penyelundupan ilegal berdampak besar terhadap perekonomian nasional. Ia mencontohkan kasus penyelundupan timah di Bangka Belitung yang merugikan negara hingga ratusan triliun rupiah.

Baca Juga :  Ibu Tiri ASN Kemenag di Sukabumi Ditahan, Kasus Penganiayaan Anak Berujung Maut

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Prabowo menambahkan, praktik illegal logging, tambang ilegal, dan penyelundupan masih marak meski TNI dan Polri telah dikerahkan untuk memberantasnya. “Kegiatan ilegal masih terus berlangsung, padahal kita sudah kerahkan semua kekuatan TNI dan Polri,” katanya.

Selain itu, Prabowo mengingatkan agar kekuatan korporasi tidak melebihi negara. Meski menghargai peran dunia usaha swasta, ia menegaskan, tidak boleh ada korporasi yang mengatur atau mengalahkan negara.

“Korporasi penting, tapi tidak boleh mengalahkan negara,” pungkasnya. (red)

Follow WhatsApp Channel www.posnews.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Mesin Mati di Perlintasan, Mobil Antar Calon Haji Dihantam Kereta, 4 Orang Tewas
Satgas PHK Resmi Jalan, Dasco: Buruh Bisa Laporkan Upah hingga Ancaman PHK
Libur Panjang May Day, Contraflow Tol Jakarta-Cikampek Diperpanjang hingga KM 47–65
Keir Starmer Desak Publik Buka Mata Pasca-Teror Golders Green
AS Bentuk Koalisi Internasional untuk Paksa Buka Selat Hormuz
Review MacBook Pro M5, Laptop Workstation Paling Bertenaga di Tahun 2026
Jerome Powell Bertahan di Dewan Setelah Jabatan Berakhir guna Melawan Tekanan Trump
AS Tuding China Langgar Kedaulatan, Beijing Sebut Trump Munafik

Berita Terkait

Jumat, 1 Mei 2026 - 18:10 WIB

Mesin Mati di Perlintasan, Mobil Antar Calon Haji Dihantam Kereta, 4 Orang Tewas

Jumat, 1 Mei 2026 - 17:30 WIB

Satgas PHK Resmi Jalan, Dasco: Buruh Bisa Laporkan Upah hingga Ancaman PHK

Jumat, 1 Mei 2026 - 17:15 WIB

Libur Panjang May Day, Contraflow Tol Jakarta-Cikampek Diperpanjang hingga KM 47–65

Jumat, 1 Mei 2026 - 15:19 WIB

Keir Starmer Desak Publik Buka Mata Pasca-Teror Golders Green

Jumat, 1 Mei 2026 - 14:58 WIB

AS Bentuk Koalisi Internasional untuk Paksa Buka Selat Hormuz

Berita Terbaru

Inggris dalam siaga tinggi. PM Keir Starmer menjanjikan tindakan tegas terhadap ekstremisme dan pendanaan keamanan tambahan sebesar ÂŁ25 juta setelah serangan penikaman brutal yang menargetkan komunitas Yahudi di London Utara. Dok: Istimewa.

INTERNASIONAL

Keir Starmer Desak Publik Buka Mata Pasca-Teror Golders Green

Jumat, 1 Mei 2026 - 15:19 WIB

Ketegangan di jalur nadi dunia. Amerika Serikat menggalang kekuatan internasional melalui Maritime Freedom Construct (MFC) untuk membuka kembali Selat Hormuz yang tersumbat, sementara harga minyak Brent melonjak hingga USD 126 per barel. Dok: Istimewa.

INTERNASIONAL

AS Bentuk Koalisi Internasional untuk Paksa Buka Selat Hormuz

Jumat, 1 Mei 2026 - 14:58 WIB