Prabowo: Tidak Ada Ampun bagi Pencuri Uang Rakyat di Program MBG

Kamis, 4 Juni 2026 - 06:38 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Presiden Prabowo Subianto memberikan arahan kepada peserta SPPI dan pengelola Program Makan Bergizi Gratis di SICC Bogor sambil menegaskan komitmen memberantas korupsi anggaran rakyat. (Posnews/Ist)

Presiden Prabowo Subianto memberikan arahan kepada peserta SPPI dan pengelola Program Makan Bergizi Gratis di SICC Bogor sambil menegaskan komitmen memberantas korupsi anggaran rakyat. (Posnews/Ist)

BOGOR, POSNEWS.CO.ID – Presiden Prabowo Subianto menegaskan pemerintah tidak akan mentoleransi penyalahgunaan anggaran negara, termasuk dalam pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Prabowo menyampaikan sikap tegas tersebut setelah pemerintah mencopot tiga pimpinan Badan Gizi Nasional (BGN) yang diduga terlibat penyimpangan dalam program strategis itu.

Pemerintah mencopot Kepala BGN Dadan Hindayana serta dua Wakil Kepala BGN, Lodewyk Pusung dan Sony Sanjaya.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Dalam perkembangan terbaru, Kejaksaan Agung juga menetapkan ketiganya sebagai tersangka dalam kasus yang sedang diusut.

Di hadapan ribuan peserta Sarjana Penggerak Pembangunan Indonesia (SPPI), pengelola dapur MBG, dan mitra program di Sentul International Convention Center (SICC), Kabupaten Bogor, Rabu (3/6/2026), Prabowo menegaskan negara tidak akan memberi ruang kepada siapa pun yang berupaya mengambil keuntungan dari uang rakyat.

“Saya tidak mau uang rakyat dicuri. Saya tidak mau uang rakyat dicuri. Dan tidak ada pengecualian,” tegas Prabowo.

Prabowo Siap Bersihkan Program MBG

Prabowo memastikan pemerintah akan memperkuat pengawasan dan mendukung penuh aparat penegak hukum untuk mengusut setiap indikasi penyimpangan dalam Program Makan Bergizi Gratis.

Baca Juga :  Dunia Anarki: Mengapa Perang Tak Terhindarkan

Menurut Prabowo, program yang menyasar jutaan anak Indonesia itu harus berjalan tepat sasaran serta bebas dari praktik korupsi, kolusi, dan penyalahgunaan kewenangan.

Karena itu, Presiden memerintahkan evaluasi menyeluruh terhadap jajaran pimpinan BGN setelah menerima berbagai laporan mengenai dugaan kejanggalan dan penyimpangan dalam pelaksanaan program.

Pesan Sumitro Jadi Pegangan Prabowo

Prabowo mengakui keputusan mengganti sejumlah pejabat BGN bukan langkah yang mudah.

Namun, ia memilih mengutamakan kepentingan rakyat setelah mengingat pesan almarhum ayahnya, Prof. Sumitro Djojohadikusumo.

Menurut Prabowo, sang ayah selalu mengingatkannya agar menempatkan kepentingan rakyat sebagai pertimbangan utama saat menghadapi keraguan dalam mengambil keputusan.

“Kalau suatu saat kau dalam keadaan bingung atau ragu-ragu, ingat, berpihaklah selalu kepada rakyatmu,” ujar Prabowo mengenang pesan ayahnya.

Kepemimpinan Jadi Kunci Keberhasilan Program

Prabowo menegaskan kualitas pemimpin menentukan keberhasilan organisasi maupun program pemerintah.

Baca Juga :  Tawuran Remaja di Plumpang Raya Koja Jakarta Utara Bikin Resah Warga dan Pengendara

Karena itu, pemerintah tidak akan ragu mengganti pemimpin yang tidak kompeten, tidak profesional, atau tidak jujur dalam menjalankan amanah negara.

“Pemimpin baik, organisasi baik. Pemimpin tidak baik, organisasi tidak baik. Apalagi kalau pemimpinnya tidak kompeten dan tidak jujur,” tegas Presiden.

SPPI Jadi Garda Terdepan MBG

Dalam kesempatan tersebut, Prabowo juga menaruh harapan besar kepada para lulusan SPPI yang akan memimpin dan mengelola dapur-dapur MBG di seluruh Indonesia.

Prabowo mengatakan pemerintah telah membekali mereka dengan nilai integritas, pengabdian, dan semangat nasionalisme agar mampu menjalankan program secara profesional serta transparan.

“Kami mendidik dan menggembleng saudara untuk mengabdi kepada bangsa serta memimpin dapur-dapur MBG dengan penuh tanggung jawab,” pungkasnya.

Langkah tegas Prabowo sekaligus mengirim sinyal kuat bahwa pemerintah akan memperketat pengawasan Program Makan Bergizi Gratis.

Pemerintah mengandalkan program ini untuk meningkatkan gizi anak dan menyiapkan SDM unggul menuju Indonesia Emas 2045. **

Editor : Hadwan

Follow WhatsApp Channel www.posnews.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Bayar Pajak Kendaraan Bekas Kini Tak Perlu KTP Pemilik Lama, Ini Syaratnya
Silmy Karim Menyerahkan Diri ke KPK, Diperiksa Intensif dalam OTT Imigrasi Jakbar
Serangan Udara Iran Hantam Bandara Kuwait
OTT Imigrasi Jakarta Barat, KPK Amankan 17 Orang Termasuk Eks Plt Dirjen Imigrasi
Trump Konfirmasi Sebut Benjamin Netanyahu Gila
BMKG: Cuaca Jabodetabek Berawan, Sejumlah Kota Berpotensi Hujan Ringan
DPR AS Loloskan Resolusi untuk Hentikan Perang Iran
Ditresnarkoba Polda Metro Jaya Sita Sabu 6,13 Gram dari Pasangan Kekasih

Berita Terkait

Kamis, 4 Juni 2026 - 08:37 WIB

Bayar Pajak Kendaraan Bekas Kini Tak Perlu KTP Pemilik Lama, Ini Syaratnya

Kamis, 4 Juni 2026 - 08:08 WIB

Silmy Karim Menyerahkan Diri ke KPK, Diperiksa Intensif dalam OTT Imigrasi Jakbar

Kamis, 4 Juni 2026 - 07:46 WIB

Serangan Udara Iran Hantam Bandara Kuwait

Kamis, 4 Juni 2026 - 07:43 WIB

OTT Imigrasi Jakarta Barat, KPK Amankan 17 Orang Termasuk Eks Plt Dirjen Imigrasi

Kamis, 4 Juni 2026 - 06:41 WIB

Trump Konfirmasi Sebut Benjamin Netanyahu Gila

Berita Terbaru

Eskalasi berbahaya di Timur Tengah. Serangan udara Iran menghantam Bandara Kuwait dan memicu serangan balasan Amerika Serikat di dekat Selat Hormuz. Dok: REUTERS/Amir Cohen

INTERNASIONAL

Serangan Udara Iran Hantam Bandara Kuwait

Kamis, 4 Jun 2026 - 07:46 WIB

Ketegangan di balik layar. Presiden Donald Trump mengonfirmasi bahwa ia memaki PM Israel Benjamin Netanyahu karena menghambat kesepakatan damai dengan Iran. Dok: Istimewa.

INTERNASIONAL

Trump Konfirmasi Sebut Benjamin Netanyahu Gila

Kamis, 4 Jun 2026 - 06:41 WIB