Presiden Prabowo Ingin Percepat Pembangunan IKN, Target Fasilitas Negara Rampung 2028

Rabu, 14 Januari 2026 - 10:21 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kawasan pembangunan Ibu Kota Nusantara di Kalimantan tampak dari udara, progres infrastruktur dan aktivitas konstruk. (OIKN)

Kawasan pembangunan Ibu Kota Nusantara di Kalimantan tampak dari udara, progres infrastruktur dan aktivitas konstruk. (OIKN)

KALIMANTAN TIMUR, POSNEWS.CO.ID – Presiden Prabowo Subianto mendapat laporan terbaru terkait progres pembangunan Ibu Kota Nusantara (IKN) dari Otorita IKN saat kunjungan kerja di kawasan IKN.

Presiden memantau langsung progres sekaligus mengevaluasi arah pembangunan ke depan, pada Selasa (13/1/2026).

Selanjutnya, Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi menjelaskan Presiden sejak awal memberikan perhatian khusus terhadap percepatan pembangunan IKN.

Fokus utama diarahkan pada penyelesaian fasilitas negara yang akan menunjang jalannya pemerintahan.

Menurut Prasetyo, Presiden Prabowo secara tegas meminta agar pembangunan fasilitas legislatif dan yudikatif dipercepat.

Pemerintah menargetkan kedua fasilitas tersebut dapat selesai dan siap digunakan pada 2028.

Baca Juga :  Gedung HPK Nusa Indah IKN Terbakar, Api Cepat Membesar karena Material Modular

Dalam rapat bersama Otorita IKN, Presiden juga memberikan sejumlah catatan penting atas paparan yang disampaikan.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Catatan tersebut mencakup evaluasi desain hingga optimalisasi fungsi bangunan.

Prasetyo menambahkan, Presiden meminta Otorita IKN bersama Kementerian Pekerjaan Umum terus melakukan perbaikan teknis.

Langkah ini dinilai penting agar proses pembangunan berjalan lebih efisien dan tepat sasaran.

Lebih jauh, percepatan pembangunan diarahkan untuk segera mewujudkan tiga fungsi utama pemerintahan di IKN.

Pemerintah ingin seluruh fungsi tersebut dapat beroperasi sesuai tahapan yang telah direncanakan.

Baca Juga :  The Guardian Sebut IKN Jadi Kota Hantu, DPR Ngamuk “Buktikan Dengan Progres Nyata”

Usai meninjau IKN, Presiden Prabowo melanjutkan agenda kerja ke Kabupaten Malang, Jawa Timur.

Di sana, Presiden meresmikan SMA Taruna Nusantara Kampus Malang sebagai bagian dari penguatan sektor pendidikan nasional.

Pemerintah, kata Prasetyo, secara paralel terus membangun berbagai fasilitas pendidikan.

Program tersebut mencakup pembangunan sekolah rakyat untuk masyarakat desil 1 dan desil 2, serta pengembangan sekolah unggulan di berbagai daerah.

Prasetyo menegaskan pembangunan sektor pendidikan menjadi investasi jangka panjang negara.

Pemerintah menyiapkan sumber daya manusia unggul untuk menopang visi besar Indonesia Emas 2045.

Penulis : Hadwan

Editor : Hadwan

Follow WhatsApp Channel www.posnews.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Banjir 2 Meter Kepung Kebon Pala, Ditpolairud Polda Metro Jaya Evakuasi Warga
Ke Mana Perginya Kanguru 3 Meter dan Kadal Sebesar Gajah?
Pengacara Pastikan Yaqut Cholil Qoumas Hadiri Pemeriksaan KPK Hari Ini
Rumah Mewah di Jaksel Terbakar, Lansia 60 Tahun Tewas Terjebak Api
Migran Bayar Mahal Demi Kecap dari Kampung Halaman?
Perlombaan Baru Miliarder Menuju Nol Gravitasi dan Koloni Mars
Kasus Kuota Haji Memanas, KPK Panggil Eks Menag Yaqut Hari Ini
Pembicaraan Teknis Greenland dengan AS Dimulai, Tensi Mereda

Berita Terkait

Jumat, 30 Januari 2026 - 14:04 WIB

Banjir 2 Meter Kepung Kebon Pala, Ditpolairud Polda Metro Jaya Evakuasi Warga

Jumat, 30 Januari 2026 - 13:17 WIB

Ke Mana Perginya Kanguru 3 Meter dan Kadal Sebesar Gajah?

Jumat, 30 Januari 2026 - 12:58 WIB

Pengacara Pastikan Yaqut Cholil Qoumas Hadiri Pemeriksaan KPK Hari Ini

Jumat, 30 Januari 2026 - 12:34 WIB

Rumah Mewah di Jaksel Terbakar, Lansia 60 Tahun Tewas Terjebak Api

Jumat, 30 Januari 2026 - 12:11 WIB

Migran Bayar Mahal Demi Kecap dari Kampung Halaman?

Berita Terbaru

Ilustrasi, Australia pernah menjadi

INTERNASIONAL

Ke Mana Perginya Kanguru 3 Meter dan Kadal Sebesar Gajah?

Jumat, 30 Jan 2026 - 13:17 WIB

Ilustrasi, Riset membuktikan: loyalitas pada merek masa kecil bertahan hingga 50 tahun. Migran di AS dan India lebih memilih produk mahal dari daerah asal daripada alternatif lokal yang murah. Dok: Istimewa.

INTERNASIONAL

Migran Bayar Mahal Demi Kecap dari Kampung Halaman?

Jumat, 30 Jan 2026 - 12:11 WIB