Presiden Prabowo Perintahkan Penanganan Bencana di Aceh, Sumut, dan Sumbar Secara Total

Kamis, 27 November 2025 - 20:18 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Presiden Prabowo Subianto. (Posnews/Satpres)

Presiden Prabowo Subianto. (Posnews/Satpres)

JAKARTA, POSNEWS.CO.ID – Bencana alam yang terjadi di tiga wilayah Sumatera Utara (Sumut), Aceh dan Sumatera Barat (Sumbar) membuat banyak korban berjatuhan dan perekonomian lumpuh total. 

Presiden Prabowo Subianto langsung memerintahkan penanganan bencana hidrometeorologi di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat dilakukan secara serius dan terkoordinasi penuh.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Tiga provinsi itu saat ini dilanda banjir bandang, longsor, hingga kerusakan infrastruktur akibat siklus tropis Senyar.

Instruksi tersebut disampaikan Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (PMK), Pratikno, usai memimpin rapat besar di Kantor BNPB, Jakarta Timur, Kamis (27/11/2025).

Rapat diikuti kepala daerah dari tiga provinsi melalui daring, serta sejumlah kementerian/lembaga secara langsung.

Baca Juga :  Cuaca Jabodetabek Jumat, 16 Januari 2026 Diprediksi Hujan Ringan hingga Sedang

“Pak Presiden Prabowo sudah memerintahkan kami untuk serius menangani bencana ini, terutama dalam masa tanggap darurat,” tegas Pratikno.

Pratikno menjelaskan, paparan BMKG menunjukkan bahwa siklus tropis Senyar menjadi pemicu hujan ekstrem dan angin kencang luar biasa di tiga provinsi tersebut. Cuaca ekstrem itu langsung memicu banjir bandang, longsor, dan gangguan serius pada layanan transportasi.

“Banjir, longsor, dan cuaca ekstrem ini berdampak luas terhadap mobilitas dan pelayanan publik. Seluruh laporan dari BMKG, SAR, PU, hingga para gubernur terus kami update,” ujarnya.

Akses Jalan Rusak Parah, Bantuan Terkendala

Bencana besar ini juga menyebabkan kerusakan infrastruktur berat. Banyak jembatan, badan jalan, dan akses utama terputus karena tertimbun longsor atau amblas dihantam arus banjir.

Baca Juga :  Usai Dibungkam Zambia, Timnas U-17 Siap Tempur Lawan Brasil — Nova: Jangan Minder

“Kerusakan infrastruktur cukup luas. Jembatan putus, jalan tertutup material, sebagian badan jalan amblas ke bawah. Ini membuat akses bantuan terhambat,” kata Pratikno.

Pratikno mengakui bahwa bencana di tiga provinsi itu menimbulkan korban jiwa. Namun, jumlah pastinya belum bisa diumumkan karena tim SAR dan BPBD masih bekerja di lapangan.

“Data terus bergerak. Barusan saja Bupati dan Wali Kota melaporkan penemuan korban meninggal tambahan. Jadi kami belum bisa menyampaikan angka final,” ungkapnya.

Serangan siklus tropis Senyar membuat tiga provinsi porak-poranda. Pemerintah pusat dan daerah terus mengerahkan seluruh sumber daya untuk melakukan evakuasi, membuka akses jalan, serta menyalurkan bantuan darurat secepat mungkin. (red)

Follow WhatsApp Channel www.posnews.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Kecelakaan KMP Virgo Transport 8, Menhub Perintahkan Pencarian Korban Dikebut
Menag Nasaruddin: Semakin Dekat Al-Qur’an, Semakin Mulia Akhlak
Kapal Virgo Transport 8 Kecelakaan di Laut Jawa, 140 Orang Masih Hilang
Gempa M5,9 Guncang DKI Jakarta, Getaran Terasa hingga Jawa dan Sumatra
Jaket Pelampung Ditemukan di Laut, Ternyata Bukan Milik Jurnalis Hilang
BMKG Ungkap Banyak Sensor Gempa Hilang, Peringatan Dini Bisa Terganggu
KemenHAM Desak Penembakan 3 ASN Jayawijaya Diusut Tuntas
Anwar Abbas Minta Kasus Abah Setu Tetap Diproses Polisi

Berita Terkait

Senin, 14 September 2026 - 06:21 WIB

Kecelakaan KMP Virgo Transport 8, Menhub Perintahkan Pencarian Korban Dikebut

Minggu, 13 September 2026 - 21:17 WIB

Menag Nasaruddin: Semakin Dekat Al-Qur’an, Semakin Mulia Akhlak

Minggu, 13 September 2026 - 15:53 WIB

Kapal Virgo Transport 8 Kecelakaan di Laut Jawa, 140 Orang Masih Hilang

Sabtu, 12 September 2026 - 06:31 WIB

Gempa M5,9 Guncang DKI Jakarta, Getaran Terasa hingga Jawa dan Sumatra

Jumat, 11 September 2026 - 17:24 WIB

Jaket Pelampung Ditemukan di Laut, Ternyata Bukan Milik Jurnalis Hilang

Berita Terbaru