NEW YORK, POSNEWS.CO.ID — Kota New York memiliki wali kota terpilih baru, Zohran Mamdani (34), yang mencetak sejarah. Namun, sorotan kini juga tertuju pada istrinya, Rama Duwaji (28), yang akan menjadi ‘First Lady’ Muslim pertama dan salah satu yang termuda dalam sejarah kota.
Tidak seperti istri wali kota sebelumnya, Duwaji bukanlah sosok “di balik layar” yang pendiam. Ia adalah seorang seniman dan animator sukses dengan pandangan politiknya sendiri yang kuat. Berikut adalah profil dari Rama Duwaji.
1. Seniman Politik Keturunan Suriah
Duwaji, 28 tahun, adalah seorang ilustrator dan animator keturunan Suriah-Amerika yang tinggal di Brooklyn. Lahir di Houston, Texas, ia pindah ke Dubai pada usia 9 tahun dan mengenyam pendidikan seni di Qatar (Universitas Virginia Commonwealth) sebelum kembali ke AS.
Orang-orang mengenal karyanya sebagai karya yang vokal dan sarat pesan politik. Dalam portofolionya, ia secara terbuka mengkritik tindakan Israel di Gaza dan merefleksikan krisis lain di Timur Tengah.
Kiprahnya sebagai seniman pun tak main-main. Di situs webnya, Duwaji mencantumkan bahwa ia telah memuat karyanya di media bergengsi seperti BBC, The New Yorker, dan Vogue.
“Saya membuat karya saya untuk orang-orang yang peduli dengan hal-hal yang saya pedulikan,” ujar Duwaji kepada majalah YUNG pada bulan April.
2. Otak di Balik Logo Ikonik Kampanye
Mungkin karyanya yang paling terkenal saat ini adalah logo kampanye suaminya sendiri. Tulisan “Zohran” berwarna kuning cerah dengan bayangan merah, berlatar belakang biru khas Partai Demokrat, adalah hasil desain Duwaji.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Warga New York pun dengan mudah mengenali logo yang dinamis dan modern itu selama masa kampanye. Desain ini membuktikan keahlian Duwaji dalam komunikasi visual.
3. Kisah Cinta Era Modern: Bertemu di Hinge
Di luar politik, kisah cinta pasangan ini sangat mewakili generasi milenial. Duwaji dan Mamdani bertemu di aplikasi kencan Hinge pada tahun 2021, tidak lama setelah Mamdani terpilih sebagai anggota Majelis Negara Bagian New York.
Pasangan ini baru menikah di Balai Kota New York pada awal tahun ini. Seorang fotografer yang mengabadikan momen itu bercerita, “Kami bertiga naik kereta bawah tanah dari Astoria ke Balai Kota… merayakan pernikahan resmi dua orang favorit saya.”
4. Dibela Suami dari Serangan Troll
Selama kampanye, Duwaji tidak luput dari serangan troll daring yang menargetkan dirinya dan pernikahannya. Mamdani segera membela istrinya secara terbuka.
“Rama bukan hanya istri saya, dia seniman luar biasa yang pantas dikenal dengan caranya sendiri. Anda boleh mengkritik pandangan saya, tetapi tidak keluarga saya,” tulis Mamdani di Instagram pada bulan Mei.
Kini, setelah Mamdani terpilih, publik masih harus melihat peran seperti apa yang akan Duwaji ambil. Namun satu hal yang pasti, ia bukanlah ‘First Lady’ yang konvensional.
Penulis : Ahmad Haris Kurnia
Editor : Ahmad Haris Kurnia


















