Ritual Menonton Film yang Sama Berulang Kali

Minggu, 2 November 2025 - 12:58 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi, Kenapa kita memutar ulang serial Friends atau film Harry Potter padahal sudah hafal? Ini adalah fenomena

Ilustrasi, Kenapa kita memutar ulang serial Friends atau film Harry Potter padahal sudah hafal? Ini adalah fenomena "Comfort Watch", sebuah jangkar emosional kita. Dok: Istimewa.

JAKARTA, POSNEWS.CO.ID — Coba akui, berapa kali Anda memutar ulang serial Friends saat sedang merasa lelah? Atau film Harry Potter di akhir pekan yang mendung? Anda mungkin sudah hafal setiap dialognya di luar kepala, “We were on a break!” atau “Wingardium Leviosa”, tetapi Anda tetap kembali lagi.

Anda tidak sendirian. Ini adalah fenomena psikologis global yang dikenal sebagai “Comfort Watch” (Tontonan Nyaman). Ini adalah ritual yang tampaknya tidak logis—mengapa membuang waktu untuk cerita yang sudah kita tahu akhirnya—namun memiliki alasan ilmiah yang kuat.

Psikologi Comfort Watch: Otak yang Lelah

Mengapa kita melakukan ini? Jawabannya sederhana: otak kita lelah. Psikolog menjelaskan bahwa menonton sesuatu yang baru, bahkan film yang mendapat rating tinggi sekalipun, membutuhkan kerja kognitif. Otak harus memproses alur cerita baru, mengenali karakter, membangun hubungan emosional, dan mengantisipasi plot yang tidak terduga. Ini melelahkan.

Baca Juga :  Mengenal Metaverse di Tahun 2026: Masihkah Relevan atau Hanya Sekadar Tren?

Sebaliknya, saat kita memutar ulang tontonan yang familiar, otak kita bisa “beristirahat”. Ia beralih ke mode autopilot. Akibatnya, kita tidak perlu lagi bekerja keras memproses informasi. Kita tahu persis apa yang akan terjadi, kapan leluconnya muncul, dan bagaimana akhirnya. Ini memberikan kelegaan kognitif yang besar.

Rasa Aman, Prediktabilitas, dan Nostalgia

Manfaat dari ritual ini jauh lebih dalam dari sekadar ‘malas’. Ini adalah bentuk self-care yang esensial, sama pentingnya seperti comfort food (makanan nyaman).

Pertama, ini soal prediktabilitas. Di dunia nyata yang penuh dengan berita mengejutkan, tenggat waktu pekerjaan, dan ketidakpastian sosial, tontonan yang familiar adalah satu-satunya dunia yang aman dan terkendali. Kita tahu tidak akan ada kejutan buruk; kita tahu akhir ceritanya akan bahagia (atau setidaknya sesuai harapan).

Baca Juga :  Mengapa Gen Z Terobsesi dengan Estetika Jadul?

Kedua, ini adalah nostalgia. Menonton film masa kecil atau serial favorit dari masa remaja mengangkut kita kembali ke waktu yang (kita anggap) lebih sederhana. Oleh karena itu, ini bukan hanya soal menonton cerita, tapi mengunjungi kembali versi diri kita yang lebih muda.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Jangkar Emosional di Dunia yang Kacau

Jadi, jika Anda merasa bersalah karena tidak mencoba serial baru yang sedang ramai dibicarakan di media sosial dan malah memilih menonton The Office untuk kesepuluh kalinya, jangan khawatir. Itu bukanlah kemalasan.

Pada akhirnya, itu adalah mekanisme self-care yang cerdas dari otak Anda. Di tengah dunia yang bergerak terlalu cepat dan penuh kekacauan, tontonan yang familiar adalah jangkar emosional kita—sebuah ritual kecil untuk menemukan stabilitas, rasa aman, dan kedamaian sesaat.

Penulis : Ahmad Haris Kurnia

Editor : Ahmad Haris Kurnia

Follow WhatsApp Channel www.posnews.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Mesin Mati di Perlintasan, Mobil Antar Calon Haji Dihantam Kereta, 4 Orang Tewas
Satgas PHK Resmi Jalan, Dasco: Buruh Bisa Laporkan Upah hingga Ancaman PHK
Libur Panjang May Day, Contraflow Tol Jakarta-Cikampek Diperpanjang hingga KM 47–65
Keir Starmer Desak Publik Buka Mata Pasca-Teror Golders Green
AS Bentuk Koalisi Internasional untuk Paksa Buka Selat Hormuz
Review MacBook Pro M5, Laptop Workstation Paling Bertenaga di Tahun 2026
Jerome Powell Bertahan di Dewan Setelah Jabatan Berakhir guna Melawan Tekanan Trump
AS Tuding China Langgar Kedaulatan, Beijing Sebut Trump Munafik

Berita Terkait

Jumat, 1 Mei 2026 - 18:10 WIB

Mesin Mati di Perlintasan, Mobil Antar Calon Haji Dihantam Kereta, 4 Orang Tewas

Jumat, 1 Mei 2026 - 17:30 WIB

Satgas PHK Resmi Jalan, Dasco: Buruh Bisa Laporkan Upah hingga Ancaman PHK

Jumat, 1 Mei 2026 - 17:15 WIB

Libur Panjang May Day, Contraflow Tol Jakarta-Cikampek Diperpanjang hingga KM 47–65

Jumat, 1 Mei 2026 - 15:19 WIB

Keir Starmer Desak Publik Buka Mata Pasca-Teror Golders Green

Jumat, 1 Mei 2026 - 14:58 WIB

AS Bentuk Koalisi Internasional untuk Paksa Buka Selat Hormuz

Berita Terbaru

Inggris dalam siaga tinggi. PM Keir Starmer menjanjikan tindakan tegas terhadap ekstremisme dan pendanaan keamanan tambahan sebesar ÂŁ25 juta setelah serangan penikaman brutal yang menargetkan komunitas Yahudi di London Utara. Dok: Istimewa.

INTERNASIONAL

Keir Starmer Desak Publik Buka Mata Pasca-Teror Golders Green

Jumat, 1 Mei 2026 - 15:19 WIB

Ketegangan di jalur nadi dunia. Amerika Serikat menggalang kekuatan internasional melalui Maritime Freedom Construct (MFC) untuk membuka kembali Selat Hormuz yang tersumbat, sementara harga minyak Brent melonjak hingga USD 126 per barel. Dok: Istimewa.

INTERNASIONAL

AS Bentuk Koalisi Internasional untuk Paksa Buka Selat Hormuz

Jumat, 1 Mei 2026 - 14:58 WIB