JAKARTA, POSNEWS.CO.ID – Misteri kematian satu keluarga di kontrakan Warakas, Tanjung Priok, Jakarta Utara, makin terang.
Polisi memastikan adanya zat racun dalam minuman yang dikonsumsi para korban sebelum ditemukan tewas.
Kasat Reskrim Polres Metro Jakarta Utara AKBP Onkoseno Grandiraso Sukahar menegaskan, hasil pemeriksaan awal menemukan kandungan racun pada minuman yang diminum korban.
“Hasil tes menunjukkan ada racun di dalam minuman yang dikonsumsi korban,” ujar AKBP Onkoseno saat dikonfirmasi Posnews, Rabu (4/2/2026).
Meski begitu, polisi masih mendalami jenis racun tersebut. Penyidik kini memastikan apakah zat itu bersifat alami atau mengandung bahan kimia berbahaya lainnya.
“Racun itu masih kami periksa lebih lanjut, apakah alami atau berasal dari zat lain,” jelasnya.
Sementara itu, satu anak korban yang selamat hingga kini masih menjalani perawatan di rumah sakit.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Polisi belum mengizinkan anak tersebut pulang karena masih menjalani pemeriksaan medis dan pendalaman keterangan.
“Yang bersangkutan masih berada di rumah sakit karena ada pemeriksaan lanjutan,” kata Onkoseno.
Satu Keluarga Tewas
Sebelumnya, polisi memastikan tiga korban yang ditemukan meninggal di rumah kontrakan Jalan Warakas VIII Gang 10 merupakan satu keluarga. Ketiganya berinisial S (50), AA (27), dan AA (13).
Kanit Resmob Polres Metro Jakarta Utara Iptu Seno Adji Pradana menjelaskan, pihaknya menerima laporan warga terkait penemuan jenazah dan langsung melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP).
“Kami menerima informasi dari masyarakat tentang penemuan tiga jenazah, terdiri dari dua perempuan dan satu laki-laki,” ungkapnya di lokasi.
Peristiwa ini pertama kali terungkap saat anak korban yang baru pulang bekerja membuka pintu kontrakan. Ia mendapati seluruh anggota keluarganya tergeletak tak sadarkan diri dengan kondisi mengeluarkan busa dari mulut.
“Anak korban masuk rumah dan melihat keluarganya sudah tiduran serta mengeluarkan busa,” jelas AKBP Onkoseno.
Melihat kondisi tersebut, anak korban langsung meminta bantuan warga sekitar. Warga kemudian melaporkan kejadian itu ke pihak kepolisian.
Hingga kini, Satreskrim Polres Metro Jakarta Utara terus mendalami penyebab kematian korban dan menunggu hasil laboratorium forensik untuk memastikan sumber racun tersebut.
Polisi memastikan penanganan kasus dilakukan secara profesional dan transparan. (MR)
Editor : Hadwan





















