SANTA MONICA, POSNEWS.CO.ID – Kabar rilis ulang game tembak-menembak paling populer sepanjang sejarah justru membawa kekecewaan bagi para penggemar setia.
Perubahan Daftar Trofi di Konsol Modern
Para penggemar Call of Duty bersiap menyambut kehadiran kembali dua game legendaris. Namun, re-rilis Call of Duty: Black Ops 1 dan 2 kemungkinan akan kehilangan beberapa konten penting.
Bocoran daftar trofi versi PS4 dan PS5 menunjukkan perbedaan mencolok dari versi orisinal PS3. Pengguna media sosial X bernama ForwardLeaks membagikan temuan menarik tersebut baru-baru ini. Ia menemukan hilangnya sejumlah trofi khusus dari sistem PlayStation Network.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Hilangnya Mode Teater dan Taruhan
Pihak pengembang menghapus trofi yang berkaitan dengan mode teater (theater mode). Fitur teater ini awalnya membantu pemain merekam dan menonton ulang jalannya pertandingan. Kreator konten YouTube sangat menyukai fitur tersebut pada masa awal perkembangan platform video itu.
Selain teater, trofi untuk mode taruhan (wager matches) juga menghilang sepenuhnya. Mode taruhan sebelumnya mengizinkan pemain mempertaruhkan mata uang virtual dalam game.
Pemain biasanya mempertaruhkan uang tersebut dalam mode unik seperti Gun Game. Mode seru lainnya adalah One in the Chamber yang menuntut akurasi tembakan sangat tinggi.
Regulasi Perjudian Game dan League Play
Keputusan Activision ini merespons aturan perjudian global yang kian ketat. Banyak negara memperketat hukum mengenai unsur taruhan dalam video game sejak tahun 2010. Oleh karena itu, Activision memilih menghindari mekanisme taruhan virtual tersebut secara total.
Pihak pengembang juga menghapus trofi untuk kompetisi League Play pada Black Ops 2. Langkah ini terasa masuk akal mengingat minimnya fokus kompetitif jangka panjang untuk game lawas.
Activision mengonfirmasi bahwa game re-rilis ini tetap menyajikan kampanye utama, multiplayer standar, dan mode zombie. Namun, mereka belum mengumumkan tanggal rilis resmi untuk bulan Juli ini.
Penulis : Ahmad Haris Kurnia
Editor : Ahmad Haris Kurnia












