Remaja Bersenjata Clurit Tawuran di Jembatan Sindang Koja Jakut, Pengendara Panik

Minggu, 1 Februari 2026 - 19:37 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Remaja terlibat tawuran di Jembatan Sindang Koja, Jakarta Utara (Jakut). (Posnews/MR)

Remaja terlibat tawuran di Jembatan Sindang Koja, Jakarta Utara (Jakut). (Posnews/MR)

JAKARTA, POSNEWS.CO.ID – Dua kubu remaja pecah tawuran di atas Jembatan Sindang, Koja, Jakarta Utara, Minggu (1/2/2026) sore. Tawuran ini untuk yang kesekian kali terjadi

Beberapa remaja membawa clurit, sementara yang lain mempersenjatai diri dengan kayu, saling serang hingga membuat warga dan pengendara panik.

Aksi brutal ini terjadi hanya sekitar 500 meter dari Kantor Kelurahan Koja, sehingga memicu kepanikan pengendara motor dan mobil yang melintas.

Baca Juga :  Trenggono Pasang Badan, KKP Tegaskan Kebijakan Tak Boleh Rugikan Nelayan

Salah satu pengendara motor, Gito, mengaku takut melewati lokasi tawuran. “Ngeri juga, Mas. Mereka bawa clurit, sangat berbahaya kalau kita melintas,” katanya.

Saksi lain, Arya terlihat bertahan dilokasi karena khawatir terkena sasaran para remaja yang terlibat tawuran.

Ia menambahkan, remaja dari Jalan Cipeucang Koja bentrok dengan remaja dari Jalan Sindang. “Mereka ini langsung saling serang di jembatan itu,” ungkapnya.

Baca Juga :  Operasi Keselamatan Jaya 2026 Digelar di Jakarta Barat, Ini 9 Pelanggaran Prioritas

Warga sekitar berinisiatif membubarkan tawuran dan mendesak kepolisian untuk mengintensifkan patrol di wilayah tersebut.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Pasalnya, lokasi Jembatan Sindang diketahui kerap menjadi titik rawan tawuran remaja di wilayah Koja. (MR)

Editor : Hadwan

Follow WhatsApp Channel www.posnews.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Uni Eropa dan Australia Sahkan Perjanjian Dagang Bebas di Tengah Krisis Energi
China Petakan Dasar Samudra Global demi Keunggulan Kapal Selam
Menggugat Kekosongan Hukum bagi Pengungsi Lingkungan
Mengapa Litium Menjadi Minyak Baru dalam Geopolitik?
Pemberangkatan Haji 2026: Jadwal 22 April Tak Berubah Meski Konflik AS-Iran Memanas
Layanan Penitipan Kendaraan Polri Diserbu Pemudik 2026, Warga Mengaku Lebih Aman
KPK Kembali Tahan Gus Yaqut di Rutan, Kasus Korupsi Kuota Haji Masuk Babak Baru
Geger Depan Istana Merdeka! Percobaan Bunuh Diri Digagalkan Paspampres dan Brimob

Berita Terkait

Selasa, 24 Maret 2026 - 20:00 WIB

Uni Eropa dan Australia Sahkan Perjanjian Dagang Bebas di Tengah Krisis Energi

Selasa, 24 Maret 2026 - 19:30 WIB

China Petakan Dasar Samudra Global demi Keunggulan Kapal Selam

Selasa, 24 Maret 2026 - 19:00 WIB

Menggugat Kekosongan Hukum bagi Pengungsi Lingkungan

Selasa, 24 Maret 2026 - 18:29 WIB

Mengapa Litium Menjadi Minyak Baru dalam Geopolitik?

Selasa, 24 Maret 2026 - 17:06 WIB

Pemberangkatan Haji 2026: Jadwal 22 April Tak Berubah Meski Konflik AS-Iran Memanas

Berita Terbaru

Menguasai medan tempur tak terlihat. China meluncurkan operasi pemantauan bawah laut raksasa di tiga samudra guna mempersiapkan navigasi kapal selam dan melumpuhkan dominasi angkatan laut Amerika Serikat. Dok: Istimewa.

INTERNASIONAL

China Petakan Dasar Samudra Global demi Keunggulan Kapal Selam

Selasa, 24 Mar 2026 - 19:30 WIB

Ilustrasi, Keamanan manusia di titik nadir. Ledakan migrasi akibat bencana alam memaksa dunia untuk mendefinisikan ulang status pengungsi, melampaui batas politik konvensional menuju perlindungan kemanusiaan yang hakiki. Dok: Istimewa.

INTERNASIONAL

Menggugat Kekosongan Hukum bagi Pengungsi Lingkungan

Selasa, 24 Mar 2026 - 19:00 WIB

Runtuhnya era petro-state. Transisi energi global tahun 2026 memicu pergeseran kekuatan dari negara eksportir minyak ke negara pemilik mineral kritis, menempatkan litium dan nikel sebagai mata uang politik baru. Dok: Istimewa.

INTERNASIONAL

Mengapa Litium Menjadi Minyak Baru dalam Geopolitik?

Selasa, 24 Mar 2026 - 18:29 WIB