China Petakan Dasar Samudra Global demi Keunggulan Kapal Selam

Selasa, 24 Maret 2026 - 19:30 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Diplomasi lintas selat. Pemerintah China memaparkan manfaat budaya dan ekonomi dari penyatuan kembali secara damai, sembari memperingatkan Amerika Serikat untuk menghentikan dukungan militer bagi pasukan separatis di Taiwan. Dok: Istimewa.

Diplomasi lintas selat. Pemerintah China memaparkan manfaat budaya dan ekonomi dari penyatuan kembali secara damai, sembari memperingatkan Amerika Serikat untuk menghentikan dukungan militer bagi pasukan separatis di Taiwan. Dok: Istimewa.

BEIJING, POSNEWS.CO.ID – Pemerintah China kini memperluas jangkauan intelijen militer mereka hingga ke dasar samudra terdalam. Investigasi terbaru mengungkap bahwa Beijing sedang melakukan pemetaan bawah laut besar-besaran di jalur pelayaran global paling strategis pada tahun 2026.

Dalam konteks ini, kapal riset Dong Fang Hong 3 menjadi ujung tombak operasi ini. Kapal tersebut terpantau bolak-balik di perairan dekat Taiwan, Guam, hingga pendekatan Selat Malaka. Aktivitas ini memberikan gambaran detail mengenai kondisi bawah laut yang pemerintah China butuhkan untuk peperangan kapal selam.

Proyek “Lautan Transparan”: Menembus Kegelapan Samudra

Ilmuwan China, Wu Lixin, mengusulkan ambisi “Lautan Transparan” sejak satu dekade lalu. Proyek ini bertujuan memasang ratusan sensor, buoy, dan array bawah laut untuk mendeteksi suhu, salinitas, dan arus air. Oleh karena itu, militer China kini memiliki data real-time untuk mengoptimalkan performa sonar mereka di medan tempur.

Lebih lanjut, data hidrografis ini sangat krusial bagi navigasi kapal selam yang bergerak tanpa cahaya. Kapal selam China dapat bersembunyi dengan lebih efektif di balik pegunungan bawah laut yang telah terpetakan. Sebaliknya, teknologi ini juga mempermudah Beijing dalam memburu kapal selam bertenaga nuklir milik Amerika Serikat dan sekutunya.

Memecah Belenggu “Rantai Pulau Pertama”

Para analis keamanan menilai China sangat terobsesi untuk keluar dari “Rantai Pulau Pertama”. Wilayah ini mencakup Jepang, Taiwan, hingga Kalimantan yang dikuasai oleh sekutu Amerika Serikat. Dalam hal ini, pemetaan dasar laut di sebelah timur Filipina menjadi prioritas utama angkatan laut China.

Selain itu, China juga telah memetakan dasar laut di utara Alaska menuju wilayah Arktik. Beijing secara resmi mendeklarasikan ambisinya untuk menjadi “Kekuatan Besar Kutub” pada tahun 2030-an. Akibatnya, pergerakan kapal riset China di dekat wilayah kedaulatan AS memicu kekhawatiran strategis yang mendalam bagi Pentagon.

Fusi Sipil-Militer di Bawah Kepemimpinan Xi Jinping

Keberhasilan operasi ini merupakan hasil nyata dari kebijakan “Fusi Sipil-Militer” Presiden Xi Jinping. China mengintegrasikan riset ilmiah sipil dengan pengembangan teknologi militer secara sistemik. Oleh sebab itu, kapal yang secara formal melakukan riset iklim sebenarnya sedang mengumpulkan intelijen tempur yang tak ternilai harganya.

Baca Juga :  KPK Tangkap 17 Orang dalam OTT Bea Cukai, Sita Emas 3 Kg dan Uang Miliaran

Laksamana Muda Mike Brookes dari intelijen angkatan laut AS menyebut ekspansi ini sebagai ancaman strategis. Menurutnya, data tersebut memungkinkan China menempatkan senjata bawah laut dan sensor pendeteksi dengan akurasi tinggi. Keunggulan asimetris yang selama ini Amerika Serikat miliki dalam pengetahuan medan laut kini mulai tergerus secara signifikan.

Operasi ini membuktikan bahwa penguasaan data bawah laut adalah kunci kedaulatan maritim masa depan. Pada akhirnya, kemampuan China untuk memetakan pendekatan Selat Malaka akan mengamankan jalur impor energi mereka dari Timur Tengah.

Dengan demikian, dunia internasional kini menghadapi realitas baru di mana laut dalam bukan lagi ruang misteri. Persaingan kekuatan besar di tahun 2026 tidak hanya terjadi di permukaan, melainkan jauh di bawah lapisan es dan pegunungan samudra yang gelap. Kesiapan militer China dalam mengubah pencapaian sains menjadi kapabilitas tempur telah mengubah peta keamanan maritim global secara permanen.

Penulis : Ahmad Haris Kurnia

Editor : Ahmad Haris Kurnia

Follow WhatsApp Channel www.posnews.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

AS Berlakukan Tarif 50% ke Kanada, Ottawa Langsung Balas
Tabrakan Maut di Inggris Utara Tewaskan Tujuh Orang
Hakim Federal AS Batalkan Kebijakan Larangan Visa
Serangan Drone Ukraina Tewaskan 10 Orang di Rusia
Kanada Balas Tarif AS dengan Pajak Impor Baja dan Elektronik
Iran Kecam Rencana Sanksi Baru Amerika Serikat
Israel Sampaikan Kekhawatiran Keamanan Terkait Hamas
Korea Utara Kecam Rencana Peningkatan Anggaran Pertahanan

Berita Terkait

Minggu, 23 Agustus 2026 - 19:00 WIB

AS Berlakukan Tarif 50% ke Kanada, Ottawa Langsung Balas

Minggu, 23 Agustus 2026 - 18:30 WIB

Tabrakan Maut di Inggris Utara Tewaskan Tujuh Orang

Minggu, 23 Agustus 2026 - 18:00 WIB

Hakim Federal AS Batalkan Kebijakan Larangan Visa

Minggu, 23 Agustus 2026 - 17:30 WIB

Serangan Drone Ukraina Tewaskan 10 Orang di Rusia

Minggu, 23 Agustus 2026 - 17:00 WIB

Kanada Balas Tarif AS dengan Pajak Impor Baja dan Elektronik

Berita Terbaru

Amerika Serikat memberlakukan tarif 50 persen atas produk Kanada senilai $20 miliar, memicu balasan langsung dari Ottawa. Dok: Istimewa.

INTERNASIONAL

AS Berlakukan Tarif 50% ke Kanada, Ottawa Langsung Balas

Minggu, 23 Agu 2026 - 19:00 WIB

Tabrakan maut di jalan raya A66, Inggris timur laut, menewaskan tujuh orang termasuk dua petugas polisi setelah aksi kejar-kejaran. Dok: Istimewa.

INTERNASIONAL

Tabrakan Maut di Inggris Utara Tewaskan Tujuh Orang

Minggu, 23 Agu 2026 - 18:30 WIB

Hakim federal New York membatalkan kebijakan Trump yang menghentikan pemrosesan visa dari 75 negara, menyebutnya melanggar hukum imigrasi AS. Dok: Istimewa.

INTERNASIONAL

Hakim Federal AS Batalkan Kebijakan Larangan Visa

Minggu, 23 Agu 2026 - 18:00 WIB

Serangan drone Ukraina menewaskan sedikitnya 10 orang di Rusia dan wilayah pendudukan Rusia, termasuk gudang milik peritel daring Ozon dan fasilitas industri. Dok: Istimewa.

INTERNASIONAL

Serangan Drone Ukraina Tewaskan 10 Orang di Rusia

Minggu, 23 Agu 2026 - 17:30 WIB

Perdana Menteri Kanada Mark Carney mengumumkan tarif balasan terhadap produk baja dan elektronik Amerika Serikat setelah negosiasi perdagangan. Dok: Istimewa.

INTERNASIONAL

Kanada Balas Tarif AS dengan Pajak Impor Baja dan Elektronik

Minggu, 23 Agu 2026 - 17:00 WIB