Uni Eropa dan Australia Sahkan Perjanjian Dagang Bebas di Tengah Krisis Energi

Selasa, 24 Maret 2026 - 20:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Melawan ketidakpastian dunia. Uni Eropa dan Australia akhirnya menyepakati perjanjian perdagangan bebas guna memperkuat rantai pasok dan mengurangi ketergantungan pada Tiongkok serta Amerika Serikat di tahun 2026. Dok: Kumparan

Melawan ketidakpastian dunia. Uni Eropa dan Australia akhirnya menyepakati perjanjian perdagangan bebas guna memperkuat rantai pasok dan mengurangi ketergantungan pada Tiongkok serta Amerika Serikat di tahun 2026. Dok: Kumparan

CANBERRA, POSNEWS.CO.ID – Uni Eropa dan Australia akhirnya mencapai kesepakatan perdagangan bebas yang telah lama mereka nantikan pada hari Selasa. Perjanjian ini bertujuan meningkatkan ekspor kedua belah pihak di tengah meningkatnya ketidakpastian perdagangan global tahun 2026.

Ketua Uni Eropa, Ursula von der Leyen, menegaskan bahwa kerja sama ini mengirimkan sinyal kuat kepada dunia. Menurutnya, persahabatan dan kolaborasi merupakan kunci utama dalam menghadapi turbulensi ekonomi saat ini. PM Anthony Albanese menyebut momen ini sebagai tonggak sejarah bagi Australia dalam mengamankan akses ke ekonomi terbesar kedua di dunia.

Kompromi Strategis: Prosecco, Daging Sapi, dan Mobil Listrik

Kedua pihak berhasil mengatasi poin-poin krusial yang sebelumnya menghambat negosiasi selama delapan tahun. Dalam hal ini, produsen anggur Australia tetap boleh menggunakan nama “prosecco” untuk pasar domestik. Namun, mereka harus menghentikan penggunaan nama tersebut untuk produk ekspor setelah masa transisi 10 tahun.

Uni Eropa juga menyetujui peningkatan kuota impor daging sapi Australia hingga lebih dari 10 kali lipat. Sebagai imbalannya, Australia menaikkan ambang batas pajak mobil mewah untuk kendaraan listrik (EV). Kebijakan ini membuat tiga perempat mobil listrik asal Eropa kini bebas dari beban pajak tambahan di pasar Australia.

Diversifikasi Pasar dan Tantangan Kekuatan Besar

Perjanjian dagang ini menjadi bagian dari strategi Brussel untuk mendiversifikasi kemitraan globalnya. Uni Eropa saat ini berupaya mengurangi ketergantungan ekonomi di tengah tekanan tarif dari Amerika Serikat dan kontrol ekspor Tiongkok. Oleh karena itu, Australia menjadi mitra strategis yang menyediakan alternatif rantai pasok yang lebih stabil.

Bagi Canberra, kesepakatan ini membantu upaya diversifikasi pasar bagi sektor pertanian mereka. Australia memiliki pengalaman pahit saat perselisihan dagang dengan Beijing pada 2020 melumpuhkan ekspor agrikultur mereka. Selain itu, ketergantungan tinggi Australia pada investasi Amerika Serikat mendorong pemerintah untuk mencari keseimbangan melalui pasar Eropa yang luas.

Baca Juga :  Trump Usulkan Nasionalisasi Pemilu: Lawan Politik Khawatir Intervensi di Midterms 2026

Keamanan Energi dan Bahan Mentah Kritis

Isu keamanan energi mendominasi pertemuan di Canberra tersebut. Perang di Timur Tengah telah memicu krisis energi yang belum pernah terjadi dalam beberapa dekade terakhir. Kepala Badan Energi Internasional (IEA), Fatih Birol, memperingatkan risiko kelangkaan pasokan jika konflik tersebut tidak segera selesai.

Selanjutnya, kedua pihak menandatangani kesepakatan untuk meningkatkan kerja sama pertahanan dan pasokan bahan mentah kritis. Uni Eropa sangat membutuhkan akses mineral dari Australia guna mendukung industri teknologi hijau mereka. Secara simultan, Australia yang bergantung pada bahan bakar impor memerlukan dukungan stabilitas energi global untuk menjaga pertumbuhan ekonomi domestik mereka di tahun 2026.

Penulis : Ahmad Haris Kurnia

Editor : Ahmad Haris Kurnia

Follow WhatsApp Channel www.posnews.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

El Nino Kuat dan Mandat B50 Indonesia Dorong Penguatan Pasar
Pemerintah Minta AS Bebaskan Tarif Impor Minyak Sawit
Malaysia Siapkan Peningkatan Campuran Biodiesel B12 dan B15
Puncak 15 Pekan: Harga Minyak Sawit Malaysia Melandai
Lonjakan Harga Global Tekan Impor Minyak Nabati India
Polisi Tembak Mati Pelaku Penabrakan Minivan Pride
Pelaku Lepaskan Tembakan ke Gedung Konsulat AS
Gelombang Fitur AI Interaktif Ubah Pengalaman Membaca

Berita Terkait

Rabu, 29 Juli 2026 - 14:00 WIB

El Nino Kuat dan Mandat B50 Indonesia Dorong Penguatan Pasar

Rabu, 29 Juli 2026 - 11:17 WIB

Pemerintah Minta AS Bebaskan Tarif Impor Minyak Sawit

Rabu, 29 Juli 2026 - 10:13 WIB

Malaysia Siapkan Peningkatan Campuran Biodiesel B12 dan B15

Rabu, 29 Juli 2026 - 09:08 WIB

Puncak 15 Pekan: Harga Minyak Sawit Malaysia Melandai

Rabu, 29 Juli 2026 - 07:04 WIB

Lonjakan Harga Global Tekan Impor Minyak Nabati India

Berita Terbaru

Solusi daya ringkas harian. Itel merilis powerbank Zeno berkapasitas 10.000mAh dan 20.000mAh berbekal kabel terintegrasi serta pengisian cepat. Dok: Istimewa.

TEKNOLOGI

Itel Resmi Meluncurkan Powerbank Zeno di India

Kamis, 30 Jul 2026 - 13:00 WIB

Terobosan baru industri gawai. Qualcomm merancang fitur eksklusif AI Frame Fusion pada Snapdragon 8 Elite Gen 6 Pro demi pengalaman gaming ekstra mulus. Dok: Istimewa.

TEKNOLOGI

Qualcomm Bekali Snapdragon 8 Elite Gen 6 Pro

Kamis, 30 Jul 2026 - 12:00 WIB

Inovasi tablet ringkas Apple. Bocoran Bloomberg mengungkap kehadiran IP rating tahan air serta layar OLED pada iPad mini mendatang. Dok: Istimewa.

TEKNOLOGI

iPad Mini Generasi Baru Bawa Sertifikasi Tahan Air

Kamis, 30 Jul 2026 - 10:31 WIB