Kuba Tuding Dakwaan Raúl Castro Jadi Alat Trump

Rabu, 10 Juni 2026 - 14:17 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Ketegangan diplomatik di Karibia. Kuba menolak keras sanksi baru AS dan dakwaan Raúl Castro, serta menuduhnya sebagai dalih Donald Trump untuk meluncurkan invasi militer. Dok: Istimewa.

Ketegangan diplomatik di Karibia. Kuba menolak keras sanksi baru AS dan dakwaan Raúl Castro, serta menuduhnya sebagai dalih Donald Trump untuk meluncurkan invasi militer. Dok: Istimewa.

WASHINGTON, POSNEWS.CO.ID – Pemerintah Kuba menolak keras sanksi baru serta dakwaan hukum Amerika Serikat terhadap mantan Presiden Raúl Castro. Sebab, duta besar Kuba menilai langkah tersebut hanya menjadi alasan bagi Washington untuk melancarkan intervensi militer.

Duta Besar Kuba untuk AS, Lianys Torres Rivera, menyampaikan tuduhan serius tersebut dalam wawancara khusus pada hari Selasa. Oleh karena itu, ia memprotes keras kebijakan blokade energi AS yang menyasar warga sipil Kuba secara langsung.

“Pihak Amerika Serikat sengaja merancang sanksi ini untuk membangun opini publik bahwa kami merupakan ancaman nyata,” tegas Torres. Meskipun demikian, ia memastikan Kuba tidak pernah menginginkan konflik bersenjata dengan negara tetangganya tersebut.

Dakwaan Hukum Raúl Castro dan Perang Tanpa Bom

Torres menggambarkan situasi krisis ekonomi di Kuba saat ini sebagai bentuk perang tanpa bom yang sangat keji. Selain itu, ia menegaskan rakyat Kuba akan membela martabat Raúl Castro hingga titik darah penghabisan.

Pengadilan federal Amerika Serikat mendakwa mantan presiden berusia 95 tahun tersebut atas kasus penembakan pesawat sipil tahun 1996. Dengan demikian, pemerintah Kuba menganggap Raúl sebagai simbol suci revolusi sehingga mereka akan menjaga tokoh tersebut dari intimidasi asing.

Sinyal Agresi Militer Baru Donald Trump

Para analis melihat kesamaan pola dakwaan ini dengan strategi penggulingan mantan Presiden Venezuela Nicolas Maduro awal tahun lalu. Akibatnya, kekhawatiran mengenai agresi militer baru di kawasan Amerika Latin kini kembali memuncak dengan sangat cepat.

Presiden Donald Trump bahkan memberikan sinyal perang baru setelah kementerian keuangan AS menjatuhkan sanksi bagi Presiden Miguel Diaz-Canel. Sebab, Trump sesumbar akan segera menangani masalah Kuba pasca-merampungkan operasi militer di wilayah kedaulatan Iran.

Baca Juga :  Ancaman Senyap di Hutan Bambu: Perubahan Iklim Mengintai

Pemadaman Listrik dan Pembelaan Sosialis

Blokade pasokan bahan bakar dari AS memicu pemadaman listrik massal hingga mencapai 20 jam sehari di Kuba. Dengan demikian, kebijakan kejam ini melumpuhkan aktivitas harian serta meroketkan harga barang pokok, makanan, hingga obat-obatan.

Sebaliknya, Menteri Luar Negeri AS Marco Rubio menolak bertanggung jawab atas kehancuran ekonomi yang menimpa masyarakat Kuba. Sebab, Rubio mengklaim kegagalan sistem sosialis internal merupakan pemicu utama dari kesengsaraan rakyat Kuba saat ini.

Torres menjelaskan bahwa pemerintah Kuba bersedia melakukan reformasi asalkan proses tersebut berjalan dari dalam tanpa paksaan luar. Pada akhirnya, ia mendesak AS mencontoh hubungan positifnya dengan Vietnam yang menghormati kedaulatan pembangunan masing-masing negara.

Penulis : Alifa Latifa

Editor : Alifa Latifa

Follow WhatsApp Channel www.posnews.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Bea Cukai Hong Kong Sita Ribuan Jersi Piala Dunia Tiruan
Amerika Serikat dan Iran Dekati Kesepakatan Damai
Puluhan Negara Desak Solusi Dua Negara demi Akhiri Konflik
Pentagon Rilis 72 Dokumen Rahasia UFO Era Trump
Uni Eropa Sepakat Memulai Negosiasi Keanggotaan
AOC Resmi Luncurkan Monitor Gaming AGP277QKP
Tanah Longsor Sapu Tujuh Persen Populasi Orangutan
Putri Bajrakitiyabha Wafat pada Usia 47 Tahun

Berita Terkait

Sabtu, 13 Juni 2026 - 18:15 WIB

Bea Cukai Hong Kong Sita Ribuan Jersi Piala Dunia Tiruan

Sabtu, 13 Juni 2026 - 16:00 WIB

Amerika Serikat dan Iran Dekati Kesepakatan Damai

Sabtu, 13 Juni 2026 - 14:05 WIB

Pentagon Rilis 72 Dokumen Rahasia UFO Era Trump

Sabtu, 13 Juni 2026 - 13:02 WIB

Uni Eropa Sepakat Memulai Negosiasi Keanggotaan

Sabtu, 13 Juni 2026 - 12:21 WIB

AOC Resmi Luncurkan Monitor Gaming AGP277QKP

Berita Terbaru

Gebrakan besar di perbatasan. Otoritas Hong Kong menyita ratusan ribu barang palsu termasuk jersi Piala Dunia siap ekspor senilai dua puluh juta dolar AS. Dok: Istimewa.

INTERNASIONAL

Bea Cukai Hong Kong Sita Ribuan Jersi Piala Dunia Tiruan

Sabtu, 13 Jun 2026 - 18:15 WIB

Terobosan besar diplomasi global. Amerika Serikat dan Iran mendekati kesepakatan damai akhir untuk mengakhiri perang tiga bulan dan memulihkan pasokan energi dunia. Dok: Istimewa.

INTERNASIONAL

Amerika Serikat dan Iran Dekati Kesepakatan Damai

Sabtu, 13 Jun 2026 - 16:00 WIB