AMBON, POSNEWS.CO.ID – Kericuhan berdarah pecah di rumah tahanan Polresta Ambon, Minggu (26/4/2026).
Sedikitnya satu tahanan tewas, sementara beberapa lainnya harus dilarikan ke rumah sakit akibat luka serius.
Insiden ini langsung menggegerkan internal kepolisian dan memicu penyelidikan mendalam.
Kasi Humas, Ipda Janete Luhukay, mengungkapkan perkelahian melibatkan sekitar 10 tahanan berinisial MP, BP, CL, PS, PB, YT, AB, PW, RL, dan DRL.
Akibat aksi brutal itu, satu tahanan berinisial MP alias A (32) tewas. Korban diketahui merupakan tersangka kasus pemerkosaan anak.
Jenazah korban langsung dievakuasi ke RS Bhayangkara Ambon pada Senin (27/4/2026) dini hari.
Peristiwa sadis ini bermula saat korban baru dimasukkan ke rutan sekitar pukul 08.57 WIT usai pemeriksaan intensif.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Namun, hanya berselang sekitar satu jam, situasi berubah brutal. Korban diduga langsung diserang oleh sejumlah tahanan lain hingga berujung maut.
“Sekitar satu jam setelah masuk, terjadi perkelahian. Total yang terlibat 10 orang,” ujar Janete.
Pengamanan Disorot, 8 Petugas Diperiksa
Menanggapi kejadian ini, Propam langsung bergerak cepat. Sebanyak delapan petugas jaga tahanan diperiksa terkait dugaan kelalaian pengamanan.
Evaluasi total terhadap sistem penjagaan rutan kini dilakukan untuk mencegah kejadian serupa terulang.
Selain itu, pihak kepolisian menegaskan akan mengambil langkah tegas terhadap semua pihak yang terlibat, baik dari tahanan maupun petugas.
Kasus ini juga membuka dugaan adanya pelonggaran pengawasan di dalam rutan yang berujung fatal.
Insiden ini kembali menyoroti kerasnya kehidupan di dalam tahanan. Minimnya pengawasan dan potensi konflik antar napi menjadi ancaman serius.
Oleh karena itu, pembenahan sistem keamanan rutan dinilai mendesak untuk mencegah jatuhnya korban berikutnya. (red)
Editor : Hadwan


















