JAKARTA, POSNEWS.CO.ID – Ketegangan sempat terjadi di Cakung, Jakarta Timur. Aksi penarikan motor oleh debt collector berujung bentrokan panas antara warga dan kelompok mata elang (matel), Selasa (21/4/2026) sore.
Situasi sempat memanas, namun polisi memastikan tidak ada korban jiwa.
Insiden bermula ketika seorang warga—yang bukan berdomisili di Cakung—kehilangan motornya setelah ditarik paksa oleh matel.
Tak terima, korban langsung menghubungi rekan-rekannya.
Tak butuh waktu lama, sekelompok orang mendatangi kantor leasing di kawasan tersebut. Emosi meledak. Adu mulut berubah jadi bentrokan fisik.
“Diduga karena kesal, mereka mendatangi kantor matel. Kebetulan lokasinya ada di wilayah kami,” tegas Kapolsek Cakung AKP Andre Tri Putra.
Bentrokan Singkat, Situasi Nyaris Tak Terkendali
Keributan pecah sekitar pukul 16.25 WIB. Massa dan pihak matel sempat saling serang. Suasana mencekam, warga sekitar panik.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Namun, bentrokan berlangsung singkat—sekitar 5 hingga 10 menit. Polisi bergerak cepat sebelum situasi berubah jadi chaos.
“Tidak ada korban. Kejadian cepat, langsung kami kendalikan,” ujar Andre.
Begitu menerima laporan, polisi langsung mengerahkan seluruh personel melalui skema Panggilan Luar Biasa (PLB).
Petugas menyisir lokasi, membubarkan massa, dan mencegah eskalasi.
Aparat juga mengumpulkan pihak-pihak yang terlibat untuk meredam konflik. Setelah intervensi cepat, situasi berangsur kondusif.
“Anggota kami langsung halau massa dan amankan lokasi agar tidak meluas,” jelasnya.
Kantor Matel Siap Tempuh Jalur Hukum
Meski kondisi sudah terkendali, aparat masih bersiaga di lokasi untuk mengantisipasi bentrokan susulan.
Sementara itu, pihak leasing dikabarkan akan melaporkan kejadian ini ke polisi.
Menariknya, polisi belum memastikan lokasi awal penarikan kendaraan yang memicu kericuhan. Namun fokus pengamanan tetap di kantor matel yang jadi titik ledakan konflik.
Polisi mengingatkan masyarakat untuk tidak main hakim sendiri dan segera melapor jika terjadi sengketa penarikan kendaraan.
Situasi kini dinyatakan aman. Namun, bara konflik sosial akibat praktik penarikan kendaraan paksa kembali jadi sorotan. (red)
Editor : Hadwan


















