JAKARTA, POSNEWS.CO.ID – Tim SAR Direktorat Polairud Polda Metro Jaya mengevakuasi warga terdampak banjir rob di Kampung Apung, Pelabuhan Muara Angke, dan Kali Adem, Penjaringan, Jakarta Utara, Sabtu (6/12/2025).
Operasi penyelamatan ini langsung digelar setelah permukaan air laut kembali naik dan merendam permukiman padat pesisir.
Sebanyak 11 personel Ditpolairud diturunkan lengkap dengan perahu karet dan skiff boat untuk melakukan patroli, pengecekan, dan penyisiran titik-titik banjir.
Selain itu, tim memperluas pencarian ke kawasan yang sulit dijangkau kendaraan darat.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Banjir rob yang menggenang sejak pagi memaksa warga bertahan di rumah. Tim SAR Ditpolairud menjangkau permukiman terdampak dan mengevakuasi sejumlah warga, termasuk anak-anak pelajar yang terjebak banjir saat hendak beraktivitas.
“Tim menyisir lorong-lorong dan rumah panggung untuk memastikan tidak ada warga yang terisolasi,” ungkap Dirpolairud Polda Metro Jaya, Kombes. Pol. Joko Sadono S.H., S.I.K., M.H., M.Han.
Patroli Intensif di Kampung Apung dan Muara Angke
Sementara itu, penyisiran juga menyasar Kampung Apung dan Pelabuhan Muara Angke yang rawan rob. Petugas mengevakuasi warga lanjut usia dan membantu masyarakat memindahkan barang-barang penting ke tempat aman.
Patroli air dilakukan berulang untuk memantau kondisi rob yang berpotensi naik sewaktu-waktu. Tim juga bersiaga penuh di lokasi guna mengantisipasi situasi darurat.
Tim SAR Ditpolairud Polda Metro Jaya tetap standby di titik rawan dan melanjutkan monitoring secara intensif. Dengan demikian, proses penanganan banjir rob dapat berlangsung cepat jika ketinggian air kembali meningkat.
Operasi SAR ini menegaskan kesiapsiagaan Polda Metro Jaya menghadapi ancaman banjir pesisir yang terus berulang di Jakarta Utara.
Selain itu, warga berharap proses evakuasi tetap diperkuat hingga situasi benar-benar normal. (red)


















