JAYAWIJAYA, POSNEWS.CO.ID – Niat membantu warga justru berubah menjadi tragedi berdarah.
Rombongan pegawai Pemerintah Kabupaten Jayawijaya, Papua Pegunungan, yang tengah mengantar bantuan pangan diberondong tembakan orang tak dikenal (OTK) di Distrik Muliama, Rabu (9/9/2026).
Serangan terjadi sekitar pukul 15.45–15.47 WIT di wilayah Kampung Muliama. Tiga orang menjadi korban penembakan.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Kasatgas Humas Operasi Damai Cartenz-2026 Kombes Pol Yusuf Sutejo membenarkan kejadian tersebut.
Namun, berdasarkan keterangan sementara kepolisian, dua korban meninggal dunia dan satu lainnya dalam kondisi kritis. “Betul kejadiannya,” kata Yusuf saat dikonfirmasi, Rabu (9/9/2026).
Ditembak Saat Antar Bantuan
Rombongan tersebut diketahui merupakan pegawai Dinas Pertanian Kabupaten Jayawijaya yang sedang menjalankan tugas pelayanan kepada masyarakat.
Mereka membawa bantuan pangan menggunakan kendaraan roda empat menuju Distrik Muliama. Berdasarkan informasi yang dihimpun ANTARA, rombongan berjumlah delapan orang.
Namun, di tengah perjalanan, situasi berubah mencekam. Rentetan tembakan diduga diarahkan kepada rombongan. Tiga orang kemudian ditemukan menjadi korban.
Sementara anggota rombongan lainnya berhasil menyelamatkan diri dan mencari perlindungan di Puskesmas Muliama, menurut laporan sejumlah media.
Video Korban Tergeletak Beredar
Kengerian insiden itu juga tergambar dalam video yang beredar di media sosial.
Rekaman tersebut memperlihatkan sejumlah orang tergeletak di dekat kendaraan. Suara letusan juga terdengar dalam video.
Meski demikian, kondisi dalam video belum dapat dijadikan dasar untuk memastikan seluruh detail kejadian. Polisi masih melakukan pemeriksaan saksi dan pendalaman di lokasi.
Kasi Humas Polres Jayawijaya Ipda Darlianto Pabia mengatakan tim masih berada di lokasi untuk mengumpulkan informasi. Seluruh korban telah dievakuasi ke rumah sakit.
Polisi Belum Pastikan KKB
Sementara itu, dugaan keterlibatan kelompok kriminal bersenjata (KKB) masih menjadi bagian dari penyelidikan.
Dandim 1702/Jayawijaya Letkol Inf Ilham Datu Ramang menyebut ketiga korban diduga ditembak KKB. Namun, polisi belum memastikan identitas kelompok maupun pelaku penembakan.
Karena itu, aparat masih menggunakan istilah OTK. “Kita belum bisa pastikan KKB Papua atau bukan,” ujar Yusuf.
Polisi kini mendalami kronologi, motif, serta pihak yang bertanggung jawab atas serangan tersebut.
Bantuan untuk Warga Malah Jadi Sasaran
Peristiwa ini menjadi pukulan bagi upaya pelayanan masyarakat di wilayah Papua Pegunungan.
Para petugas tersebut berada di lapangan untuk mendistribusikan kebutuhan pangan kepada masyarakat. Namun, perjalanan mereka justru berakhir dengan insiden penembakan.
Karena itu, aparat perlu memastikan jalur distribusi bantuan tetap aman. Masyarakat di wilayah terdampak konflik juga membutuhkan akses bantuan tanpa harus dihantui ancaman kekerasan.
Di sisi lain, publik diminta tidak terburu-buru menyebarkan informasi mengenai identitas pelaku sebelum penyelidikan resmi selesai.
Korban Masih Diverifikasi
Hingga Rabu malam, terdapat perbedaan informasi mengenai jumlah korban meninggal.
Kepolisian menyampaikan dua orang meninggal dan satu kritis, sedangkan Dandim Jayawijaya melaporkan tiga korban meninggal. Seluruh korban telah dievakuasi dan aparat masih melakukan pendalaman.
Perbedaan data tersebut membuat proses identifikasi dan verifikasi menjadi penting. Informasi terbaru akan menentukan jumlah korban secara resmi.
Yang pasti, aksi kekerasan tersebut menambah panjang daftar ancaman terhadap warga dan petugas yang menjalankan pelayanan publik di wilayah Papua Pegunungan.
Polisi bersama aparat terkait kini bergerak mengungkap siapa pelaku di balik penembakan dan memastikan keamanan masyarakat di Distrik Muliama. **
Editor : Hadwan













