Sejarah Baru Pertahanan: Jepang Ekspor Rudal Patriot ke AS untuk Pertama Kalinya

Kamis, 20 November 2025 - 10:25 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi, Jepang resmi kirim rudal Patriot ke AS untuk pertama kalinya. Langkah ini diambil demi isi ulang stok senjata AS yang menipis akibat perang Ukraina. Dok: Istimewa.

Ilustrasi, Jepang resmi kirim rudal Patriot ke AS untuk pertama kalinya. Langkah ini diambil demi isi ulang stok senjata AS yang menipis akibat perang Ukraina. Dok: Istimewa.

TOKYO, POSNEWS.CO.ID – Jepang resmi mencatatkan sejarah baru dalam kebijakan pertahanannya. Negeri Sakura tersebut mengekspor rudal interseptor permukaan-ke-udara, Patriot, ke Amerika Serikat (AS) untuk pertama kalinya.

Langkah ini menandai perubahan signifikan pasca pelonggaran aturan ekspor senjata yang ketat. Sebelumnya, Pasukan Bela Diri Udara Jepang (ASDF) hanya menyimpan senjata ini untuk pertahanan domestik.

Kini, mereka mengirimkan unit Patriot Advanced Capability-3 (PAC-3) buatan lokal berlisensi AS tersebut melintasi Pasifik. Sumber pemerintah mengonfirmasi pengiriman ini pada Rabu waktu setempat.

Mengisi Kekosongan Akibat Perang Ukraina

Ekspor ini terjadi bukan tanpa alasan. Mulanya, Amerika Serikat mengajukan permintaan khusus kepada Tokyo. Washington membutuhkan pasokan tambahan untuk mengisi kembali gudang senjata mereka.

Pasalnya, persediaan AS menipis drastis setelah mereka memberikan dukungan militer masif kepada Ukraina. Kyiv terus membutuhkan bantuan dalam perangnya melawan invasi Rusia.

Baca Juga :  Kampung Muara Bahari Jadi Kampung Harapan Bersinar, BNN Hadirkan Pemulihan Terpadu

Oleh karena itu, Jepang setuju untuk membantu sekutu utamanya tersebut. Pejabat pemerintah menyatakan bahwa pengiriman kontrak ini akan rampung sepenuhnya pada bulan ini.

Rombak Aturan dan Jaminan Penggunaan

Pemerintah Jepang sebelumnya membatasi ekspor produk pertahanan berlisensi AS hanya pada komponen saja. Akan tetapi, kebijakan tersebut berubah pada tahun 2023.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Pemerintah merevisi “Tiga Prinsip Transfer Peralatan Pertahanan”. Revisi ini membuka jalan bagi negara pemegang paten untuk menerima ekspor produk jadi, bukan hanya suku cadang.

Meskipun demikian, Jepang tetap menetapkan syarat ketat. Kementerian Pertahanan Jepang telah melakukan konfirmasi langsung dengan pihak AS.

Mereka memastikan rudal-rudal ini hanya untuk penggunaan militer AS sendiri. Pasukan AS akan menggunakannya di kawasan Indo-Pasifik. Artinya, Washington tidak boleh mentransfer senjata ini ke negara ketiga, termasuk Ukraina.

Baca Juga :  BMKG Peringatkan Hujan Lebat hingga Sangat Lebat Landa Jabodetabek Dua Hari ke Depan

Visi Kabinet Baru dan Ekspansi Ekspor

Perubahan aturan ini bermula di era Perdana Menteri Fumio Kishida. Selanjutnya, pemerintahan saat ini di bawah Kabinet Takaichi Sanae tampak ingin melangkah lebih jauh.

Mereka tengah mempertimbangkan penghapusan sejumlah regulasi penghambat. Saat ini, aturan membatasi ekspor senjata hanya untuk lima tujuan spesifik. Tujuan itu meliputi penyelamatan, pengangkutan, kewaspadaan, pengawasan, dan pembersihan ranjau.

Kabinet Takaichi berencana merevisi frasa yang membatasi tujuan ekspor tersebut. Mereka ingin memperluas cakupan negara tujuan dan tujuan penggunaan senjata. Langkah ini bertujuan untuk memperluas peran Jepang dalam kerja sama keamanan internasional secara lebih aktif.

Penulis : Ahmad Haris Kurnia

Editor : Ahmad Haris Kurnia

Follow WhatsApp Channel www.posnews.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Penembakan Massal di Sekolah Kanada Tewaskan 9 Orang
: Donald Trump Ancam Blokir Akses dan Tuntut Kepemilikan
Pesawat Smart Air Ditembaki OTK di Boven Digoel Papua, Pilot dan Kopilot Tewas
Reformasi Birokrasi Berbuah WBK 2025, Setjen DPD RI Perkuat Integritas
Trump Ancam Tindakan Keras dan Intelijen Rudal Israel
IPK Indonesia 2025 Turun ke 34, KPK Dorong Percepatan Reformasi Antikorupsi
Kasus Ayah Bunuh Pelaku Kekerasan Seksual Anak, DPR Minta Pertimbangkan KUHP Baru
Kontroversi Intelijen AS: Tulsi Gabbard Bubarkan Satuan Tugas

Berita Terkait

Rabu, 11 Februari 2026 - 17:06 WIB

Penembakan Massal di Sekolah Kanada Tewaskan 9 Orang

Rabu, 11 Februari 2026 - 15:59 WIB

: Donald Trump Ancam Blokir Akses dan Tuntut Kepemilikan

Rabu, 11 Februari 2026 - 15:46 WIB

Pesawat Smart Air Ditembaki OTK di Boven Digoel Papua, Pilot dan Kopilot Tewas

Rabu, 11 Februari 2026 - 15:25 WIB

Reformasi Birokrasi Berbuah WBK 2025, Setjen DPD RI Perkuat Integritas

Rabu, 11 Februari 2026 - 14:44 WIB

IPK Indonesia 2025 Turun ke 34, KPK Dorong Percepatan Reformasi Antikorupsi

Berita Terbaru

Ilustrasi, Duka mendalam di pegunungan Rocky. Penembakan di Tumbler Ridge menjadi insiden sekolah paling mematikan kedua dalam sejarah Kanada, memicu gelombang simpati global. Dok: Istimewa.

INTERNASIONAL

Penembakan Massal di Sekolah Kanada Tewaskan 9 Orang

Rabu, 11 Feb 2026 - 17:06 WIB

Trump nampak mengantuk saat menghadiri rapat kabinet di Gedung Putih. Dok: Reuters/Jonathan Ernst.

INTERNASIONAL

: Donald Trump Ancam Blokir Akses dan Tuntut Kepemilikan

Rabu, 11 Feb 2026 - 15:59 WIB

Era baru kebijakan Jepang. Perdana Menteri Sanae Takaichi meraih kemenangan bersejarah dalam pemilu Majelis Rendah, memberikan mandat penuh untuk reformasi fiskal agresif dan revisi konstitusi. Dok: Istimewa.

Blog

Mandat Mutlak Takaichi: LDP Raih Kemenangan Telak

Rabu, 11 Feb 2026 - 15:16 WIB