Kampung Muara Bahari Jadi Kampung Harapan Bersinar, BNN Hadirkan Pemulihan Terpadu

Rabu, 17 Desember 2025 - 17:36 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Kepala BNN Komjen Suyudi Ario Seto saat mencanangkan Program Kampung Harapan Bersinar di Kampung Muara Bahari, Jakarta Utara, sebagai upaya pemulihan dan pemberantasan narkoba. (Posnews/Ist)

Kepala BNN Komjen Suyudi Ario Seto saat mencanangkan Program Kampung Harapan Bersinar di Kampung Muara Bahari, Jakarta Utara, sebagai upaya pemulihan dan pemberantasan narkoba. (Posnews/Ist)

JAKARTA, POSNEWS.CO.ID – Badan Narkotika Nasional (BNN) resmi mencanangkan Program Pemulihan Kampung Harapan Bersinar di Kampung Muara Bahari, Jakarta Utara.

Langkah ini menegaskan komitmen BNN memerangi narkotika secara menyeluruh, bukan hanya lewat penegakan hukum, tetapi juga melalui pemulihan sosial dan pemberdayaan masyarakat.

Kepala BNN Komjen Suyudi Ario Seto menegaskan, persoalan narkotika tidak bisa dipandang semata sebagai kejahatan hukum.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Sebaliknya, narkoba berkelindan dengan berbagai persoalan mendasar, mulai dari ketahanan keluarga, kesenjangan sosial, kondisi lingkungan, hingga terbatasnya akses pendidikan.

Karena itu, Suyudi menyatakan BNN secara khusus mencanangkan program pemulihan Kampung Harapan Bersinar di Muara Bahari. Program ini menjadi simbol hadirnya negara secara nyata di wilayah yang selama ini dikenal rawan narkotika.

Lebih lanjut, Suyudi menekankan BNN kini tampil dengan pendekatan baru. Melalui program ini, BNN berupaya mengubah kawasan yang sebelumnya rentan menjadi lingkungan yang berdaya, tangguh, dan bersinar, yakni bersih dari narkoba.

Baca Juga :  Racun Ditemukan di Minuman, Polisi Ungkap Titik Terang Kematian Satu Keluarga di Warakas

Pendekatan Komprehensif dan Berkelanjutan

Menurutnya, program pemulihan ini bukan kegiatan biasa atau sekadar formalitas. BNN menjalankan pendekatan komprehensif dan berkelanjutan melalui empat pilar utama yang saling terintegrasi.

Empat pilar tersebut meliputi pemulihan individu melalui rehabilitasi bagi penyalahguna narkoba, pemulihan sosial dengan memperkuat peran keluarga serta tokoh masyarakat, pemulihan lingkungan agar menjadi ruang yang aman dan sehat, serta pemberdayaan ekonomi supaya warga memiliki penghasilan yang legal dan berkelanjutan.

Selain itu, BNN juga mengukuhkan para relawan antinarkotika sebagai garda terdepan di Kampung Muara Bahari.

Relawan yang terdiri dari tokoh masyarakat, tokoh agama, tokoh pemuda, hingga unsur PKK ini diharapkan mampu menjaga wilayahnya dari kembalinya pengaruh gelap narkotika.

Baca Juga :  Santap Kepiting Berujung Maut, 1 Tewas dan 4 Dirawat di RS ODSK Minsel

Sebanyak 25 relawan antinarkotika resmi dikukuhkan dalam kegiatan tersebut. Tak hanya itu, BNN turut menyalurkan bantuan sosial berupa pelatihan keterampilan hidup, dukungan penguatan ekonomi warga, serta buku edukasi terkait rehabilitasi narkoba.

Di sisi lain, BNN juga membuka layanan kesehatan dan konseling gratis bagi masyarakat.

Langkah ini menegaskan bahwa negara tidak hanya hadir untuk menindak pelaku kejahatan, tetapi juga untuk merangkul, memulihkan, dan menyembuhkan luka sosial akibat narkotika.

Suyudi berharap, pencanangan Kampung Harapan Bersinar di Muara Bahari dapat menjadi contoh nasional.

Ia mengajak seluruh elemen masyarakat untuk memperkuat sinergi dan bersatu melawan peredaran narkoba.

β€œDengan kebersamaan dan kolaborasi antara aparat serta masyarakat, kita bisa memenangkan perang melawan narkotika,” tegas Suyudi. (red)

Follow WhatsApp Channel www.posnews.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Produksi Kelapa Sawit Kalimantan Diproyeksi Anjlok 15 Persen
Kapal Induk Garibaldi Tiba, TNI AL Siapkan Satuan Baru dan Pangkalan di Lampung
KPK Geledah Kantor Summarecon, Bongkar Jejak Dugaan Suap HGB Bogor
Kortastipidkor Usut Tanah Negara Rp4,8 Triliun di Bali, 9 Saksi Diperiksa
Kapal Induk Pertama RI KRI Sriwijaya Tiba, Eks Giuseppe Garibaldi Dikawal 2 Fregat
Tiga Ruang Dirjen ATR/BPN Digeledah KPK, Dokumen dan BBE Disita
Posko SAR Arupadhatu 1 Ditutup, 5 Jurnalis dan 3 Awak Masih Hilang
Perdagangan Indonesia-Inggris Capai USD2,66 Miliar, CEPA Dikebut

Berita Terkait

Jumat, 18 September 2026 - 17:20 WIB

Produksi Kelapa Sawit Kalimantan Diproyeksi Anjlok 15 Persen

Jumat, 18 September 2026 - 15:46 WIB

Kapal Induk Garibaldi Tiba, TNI AL Siapkan Satuan Baru dan Pangkalan di Lampung

Jumat, 18 September 2026 - 13:11 WIB

KPK Geledah Kantor Summarecon, Bongkar Jejak Dugaan Suap HGB Bogor

Jumat, 18 September 2026 - 10:26 WIB

Kortastipidkor Usut Tanah Negara Rp4,8 Triliun di Bali, 9 Saksi Diperiksa

Jumat, 18 September 2026 - 07:42 WIB

Kapal Induk Pertama RI KRI Sriwijaya Tiba, Eks Giuseppe Garibaldi Dikawal 2 Fregat

Berita Terbaru

Produksi sawit Kalimantan diproyeksi anjlok hingga 15% pada Q4 akibat kemarau panjang dan karhutla. Simak data kerusakan lahan dan estimasi GAPKI. Dok: Istimewa.

NASIONAL

Produksi Kelapa Sawit Kalimantan Diproyeksi Anjlok 15 Persen

Jumat, 18 Sep 2026 - 17:20 WIB