Sindikat Pencuri Kabel Grounding SPBU Dibongkar, 7 Pelaku Ditangkap

Selasa, 10 Februari 2026 - 21:44 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Petugas Polda Metro Jaya menunjukkan barang bukti kabel grounding hasil pencurian di puluhan SPBU Jakarta dan Bogor. (Posnews/Ist)

Petugas Polda Metro Jaya menunjukkan barang bukti kabel grounding hasil pencurian di puluhan SPBU Jakarta dan Bogor. (Posnews/Ist)

JAKARTA, POSNEWS.CO.ID – Polda Metro Jaya membongkar sindikat pencurian kabel grounding yang menyasar 46 SPBU di wilayah Jakarta hingga Bogor.

Dalam pengungkapan tersebut, polisi menangkap tujuh pelaku yang aksinya dinilai sangat membahayakan keselamatan publik.

Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya Kombes Iman Imanuddin menegaskan pencurian kabel grounding berisiko tinggi karena berfungsi sebagai penangkal petir di area SPBU.

“Kabel grounding berperan mencegah kebakaran atau ledakan akibat sambaran petir. Jika dicuri, risikonya sangat fatal,” kata Iman, Selasa (10/2/2026).

Selanjutnya, Iman menegaskan hilangnya kabel tersebut berpotensi memicu kebakaran dan ledakan, yang tidak hanya mengancam fasilitas SPBU, tetapi juga pekerja, konsumen, dan lingkungan sekitar.

Baca Juga :  Roy Suryo Cs Tekan Polda Metro, Minta Buka Bukti Kasus Ijazah Jokowi

“Ancaman bahaya bisa menimpa pekerja SPBU, konsumen yang sedang mengisi BBM, hingga masyarakat di sekitar lokasi,” ujarnya.

Oleh karena itu, Polda Metro Jaya menyatakan keseriusannya mengusut tuntas kasus ini guna mencegah kejadian serupa yang membahayakan keselamatan masyarakat.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Dalam proses penyidikan, polisi menyita sejumlah barang bukti, antara lain dua sepeda motor, alat pencurian seperti tang, gergaji besi, gunting pemotong, pisau, dan golok, serta gulungan kabel grounding hasil kejahatan.

Polisi juga mengamankan potongan tembaga, pakaian yang digunakan pelaku saat beraksi, dan rekaman CCTV di lokasi kejadian.

Baca Juga :  Trump Paksa Pemimpin Dunia Gabung Dewan Perdamaian

Sementara itu, polisi mengungkap peran masing-masing tersangka. Tersangka W (24) berperan sebagai otak sekaligus eksekutor utama pencurian kabel grounding SPBU.

Adapun ANMS (18) dan MR (21) bertugas memantau situasi sekaligus mengantar dan menjemput pelaku saat beraksi.

Tersangka MAH (22) dan R (26) turut berperan sebagai joki serta membantu pencurian. Sementara itu, U (30) juga berperan sebagai pengendali jaringan.

Adapun JA (37) bertugas memantau situasi dan mengendarai kendaraan saat aksi pencurian berlangsung.

Hingga kini, penyidik masih mendalami kemungkinan adanya lokasi SPBU lain yang menjadi sasaran serta menelusuri penadah hasil curian dalam jaringan tersebut. (red)

Editor : Hadwan

Follow WhatsApp Channel www.posnews.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Jelang Ramadan 2026, Pemerintah Rilis Paket Stimulus Ekonomi dengan Diskon Transportasi
Pemerintah Buka Peluang Kirim 8.000 Pasukan Perdamaian ke Gaza, Palestina
Modus Kirim Paket, Peredaran Ganja di Depok Digagalkan Polisi
Tiongkok Desak Filipina Hentikan Inisiatif Hero-Fisherfolk
Krisis Taiwan: Beijing Pertegas Dukungan Unifikasi
Gebrakan Fiskal Takaichi: Penundaan Pajak Pangan
Rokok Elektrik Berisi Etomidate, Jaringan Narkoba Lintas Negara Dibongkar Polisi
55 Tahun Kemitraan China-Nigeria: Perkuat Aliansi

Berita Terkait

Selasa, 10 Februari 2026 - 21:59 WIB

Jelang Ramadan 2026, Pemerintah Rilis Paket Stimulus Ekonomi dengan Diskon Transportasi

Selasa, 10 Februari 2026 - 21:44 WIB

Sindikat Pencuri Kabel Grounding SPBU Dibongkar, 7 Pelaku Ditangkap

Selasa, 10 Februari 2026 - 21:31 WIB

Pemerintah Buka Peluang Kirim 8.000 Pasukan Perdamaian ke Gaza, Palestina

Selasa, 10 Februari 2026 - 21:17 WIB

Modus Kirim Paket, Peredaran Ganja di Depok Digagalkan Polisi

Selasa, 10 Februari 2026 - 21:03 WIB

Tiongkok Desak Filipina Hentikan Inisiatif Hero-Fisherfolk

Berita Terbaru

Ketegangan di Laut China Selatan. Tiongkok menuduh Filipina menggunakan nelayan sebagai alat provokasi politik di wilayah sengketa Huangyan Dao. Dok: Istimewa.

INTERNASIONAL

Tiongkok Desak Filipina Hentikan Inisiatif Hero-Fisherfolk

Selasa, 10 Feb 2026 - 21:03 WIB