Aliansi Jepang-AS Runtuh Jika Tokyo Diam Saat Krisis Taiwan

Kamis, 29 Januari 2026 - 15:19 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Menekan sakelar pertumbuhan. Dalam pidato kebijakan pertamanya pasca-terpilih kembali, PM Sanae Takaichi mengumumkan penghentian kebijakan penghematan fiskal. Dok: Istimewa.

Menekan sakelar pertumbuhan. Dalam pidato kebijakan pertamanya pasca-terpilih kembali, PM Sanae Takaichi mengumumkan penghentian kebijakan penghematan fiskal. Dok: Istimewa.

TOKYO, POSNEWS.CO.ID – Perdana Menteri Jepang Sanae Takaichi mengeluarkan peringatan keras mengenai masa depan hubungan Tokyo dan Washington. Pada hari Senin (29/1), Takaichi menyatakan bahwa aliansi Jepang-AS akan runtuh jika Jepang memilih diam saat militer AS diserang selama konflik di Taiwan.

Pernyataan ini muncul dalam sebuah program berita televisi TV Asahi. Takaichi merinci respons Jepang terhadap skenario hipotetis krisis Taiwan.

“Jika militer AS, yang bertindak bersama dengan Jepang, mendapat serangan dan Jepang tidak melakukan apa-apa dan lari pulang, aliansi Jepang-AS akan runtuh,” tegasnya.

Geser Fokus ke Evakuasi Warga

Komentar ini tampaknya merupakan upaya Takaichi untuk melunakkan retorika sebelumnya. Pada bulan November, ia sempat mengisyaratkan bahwa Tokyo dapat melakukan intervensi militer langsung selama potensi serangan terhadap Taiwan. Komentar tersebut memicu kemarahan besar dari Beijing, yang menganggap Taiwan sebagai wilayahnya sendiri.

Baca Juga :  Pencuri Gasak Sepeda Saat Warga Salat Tarawih di Depok, Aksinya Terekam CCTV

Kini, menjelang pemilihan umum dini pada Februari, Takaichi memperjelas posisinya. Ia menunjuk pada skenario spesifik: operasi evakuasi.

Dalam situasi konflik, Jepang dan Amerika Serikat mungkin akan melakukan operasi gabungan untuk menyelamatkan warga negara mereka.

“Jika sesuatu yang serius terjadi di sana, kami harus pergi untuk menyelamatkan warga negara Jepang dan Amerika di Taiwan,” jelas Perdana Menteri. “Dalam situasi itu, mungkin ada kasus di mana Jepang dan AS mengambil tindakan bersama.”

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Meskipun demikian, ia menambahkan batasan hukum yang ketat. “Kami akan merespons secara ketat dalam batas-batas hukum, membuat penilaian komprehensif berdasarkan keadaan,” tambahnya.

Baca Juga :  Krisis Taiwan: Beijing Pertegas Dukungan Unifikasi

Balasan Beijing: Tanah Jarang dan Peringatan Perjalanan

Dampak dari komentar Takaichi sebelumnya masih terasa panas. Sebagai buntut dari pernyataan bulan November, China telah mengambil langkah pembalasan ekonomi dan diplomatik.

Beijing dilaporkan mulai mencekik ekspor produk tanah jarang (rare-earth) ke Jepang. Mineral ini sangat krusial untuk pembuatan segala hal, mulai dari mobil listrik hingga rudal canggih.

Selain itu, China juga membatasi arus pariwisata. Mereka menyarankan warga negaranya untuk tidak bepergian ke Jepang. Alasannya adalah klaim memburuknya keamanan publik dan tindakan kriminal terhadap warga negara China di negara tersebut.

Penulis : Ahmad Haris Kurnia

Editor : Ahmad Haris Kurnia

Sumber Berita: AFP

Follow WhatsApp Channel www.posnews.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Sadis! Perampok Pukuli Lansia di Cileungsi hingga Tuli, Ternyata Sudah Beraksi di 50 TKP
Mudik Lebaran 2026 Lebih Mudah, ASDP Hapus Batas Jarak Pembelian Tiket Kapal
Polisi Sita 14 Ton Daging Domba Kedaluwarsa Impor Australia yang Siap Dijual Saat Lebaran
Cuaca Indonesia Selasa 17 Maret 2026: Jabodetabek Berawan, Hujan Mengintai Sore Hari
Jakarta Gelar Car Free Night dan Pawai Obor Raksasa Saat Malam Takbiran
Polisi Sita 86 CCTV Kasus Aktivis KontraS Andrie Yunus, Ribuan Rekaman Dibedah
Diskotek di Denpasar Jadi Sarang Ekstasi, Bareskrim Polri Amankan Ratusan Pil XTC
Kapolri Cek Kesiapan Arus Mudik di Tol Kalikangkung, Siapkan Rekayasa Lalu Lintas Nasional

Berita Terkait

Selasa, 17 Maret 2026 - 05:30 WIB

Sadis! Perampok Pukuli Lansia di Cileungsi hingga Tuli, Ternyata Sudah Beraksi di 50 TKP

Selasa, 17 Maret 2026 - 05:13 WIB

Mudik Lebaran 2026 Lebih Mudah, ASDP Hapus Batas Jarak Pembelian Tiket Kapal

Selasa, 17 Maret 2026 - 04:57 WIB

Polisi Sita 14 Ton Daging Domba Kedaluwarsa Impor Australia yang Siap Dijual Saat Lebaran

Selasa, 17 Maret 2026 - 03:59 WIB

Cuaca Indonesia Selasa 17 Maret 2026: Jabodetabek Berawan, Hujan Mengintai Sore Hari

Senin, 16 Maret 2026 - 22:02 WIB

Jakarta Gelar Car Free Night dan Pawai Obor Raksasa Saat Malam Takbiran

Berita Terbaru