Terbongkar Setelah Ekshumasi, Ayah di Bogor Diduga Dibunuh Anak Kandung

Kamis, 24 September 2026 - 20:18 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi Mayat. (Posnews/Ist)

Ilustrasi Mayat. (Posnews/Ist)

BOGOR, POSNEWS.CO.ID – Kematian H (60), warga Desa Jampang, Kecamatan Gunung Sindur, Kabupaten Bogor, sempat dianggap sebagai kematian biasa.

Namun, kecurigaan keluarga terhadap luka yang tidak wajar pada tubuh korban akhirnya membuka fakta mengejutkan.

Polisi kemudian membongkar makam H untuk menjalani ekshumasi. Hasil pemeriksaan awal menunjukkan korban diduga meninggal akibat tindak kekerasan.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Penyelidikan pun mengarah kepada orang terdekat. Polisi akhirnya mengamankan seorang pria berusia 19 tahun yang merupakan anak kandung korban.

Kasat Reskrim Polres Bogor AKP Anggi Eko Prasetyo mengatakan laporan pertama justru datang dari keluarga korban.

Kakek terduga pelaku ikut mencurigai kematian H setelah melihat adanya luka yang dianggap tidak lazim ketika jenazah dimandikan.

“Pihak keluarga juga, dalam hal ini orang tua daripada si korban atau kakek daripada terduga pelaku,” kata Anggi, Kamis (24/9/2026).

Dimakamkan, Tiga Hari Kemudian Keluarga Mulai Curiga

H meninggal pada 26 Agustus 2026 dan kemudian dimakamkan di pemakaman umum Desa Jampang, Gunung Sindur.

Namun, keluarga menemukan kejanggalan ketika memandikan jenazah. Mereka melihat adanya luka yang tidak biasa.

Keluarga kemudian berdiskusi. Tiga hari setelah pemakaman, tepatnya 29 Agustus 2026, keluarga memutuskan melaporkan dugaan kejanggalan tersebut kepada Unit Reskrim Polsek Gunung Sindur.

Laporan itu menjadi titik awal terbongkarnya dugaan tindak pidana yang sebelumnya tidak diketahui.

Polisi selanjutnya memeriksa sejumlah saksi sebelum mengajukan proses ekshumasi untuk memastikan penyebab kematian H.

Baca Juga :  Kronologi Pesepeda Tewas Tabrak Bus Listrik TransJakarta di Sudirman, Korban Pejabat SKK Migas

Makam Dibongkar, Luka pada Jenazah Jadi Petunjuk

Tim kedokteran forensik kemudian melakukan ekshumasi di pemakaman umum Desa Jampang pada 21 September 2026.

Dari pemeriksaan awal, polisi menemukan adanya luka pada bagian kepala korban yang diduga berasal dari benda tajam. Hasil tersebut memperkuat dugaan bahwa kematian H bukan akibat kondisi medis biasa.

Kapolsek Gunung Sindur AKP Ucup Supriyatna sebelumnya menyebut pihak kepolisian telah memeriksa sekitar 13 saksi dari keluarga dan masyarakat dalam proses penyelidikan.

Setelah bukti dan keterangan mulai terkumpul, penyidik kemudian mengarah kepada orang yang memiliki hubungan langsung dengan korban.

Polisi Amankan Anak Korban di Tangerang Selatan

Polisi akhirnya mengamankan seorang pria berusia 19 tahun di wilayah Tangerang Selatan pada Senin (21/9/2026).

Pria tersebut diketahui merupakan anak kandung H. Setelah diamankan, dia dibawa ke Polres Bogor untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut.

Kasus ini semakin mengejutkan karena polisi menduga kekerasan terhadap H dilakukan oleh anaknya sendiri.

Anggi mengatakan penyidik masih menggali keterangan terduga pelaku untuk memastikan seluruh rangkaian kejadian.

“Diperoleh keterangan bahwa dugaan tindak pidana tersebut, itu dilakukan oleh pihak keluarga, dalam hal ini hubungannya adalah anak. Jadi korban adalah ayah dan yang diduga melakukan itu adalah si anak. Diduga pelaku berusia 19 tahun,” ujar Anggi.

Cekcok di Kamar Mandi Berujung Maut

Berdasarkan pemeriksaan sementara, peristiwa tersebut terjadi di kamar mandi rumah korban.

Polisi menyebut ayah dan anak itu sempat terlibat percekcokan. Keduanya kemudian diduga terlibat kontak fisik hingga saling mencekik.

Dalam situasi tersebut, korban juga diduga mengalami kekerasan pada bagian kepala hingga akhirnya jatuh dan meninggal dunia.

Baca Juga :  Mayat Pria Tergorok di Jombang, Polisi Kejar Pelaku dan Ungkap Identitas Korban

“Jadi dia sempat cekcok, sempat saling cekik, baru kemudian dilakukan kekerasannya yang menyebabkan si korban jatuh dan meninggal dunia,” kata Anggi.

Keterangan tersebut masih menjadi bagian dari penyidikan. Polisi terus mencocokkan pengakuan terduga pelaku dengan keterangan saksi serta bukti lain.

Diduga Kesal Ditegur Pulang Larut

Untuk motif, polisi belum menarik kesimpulan akhir.Β Namun, pemeriksaan sementara mengarah pada persoalan teguran karena pulang larut malam.

Polisi menyebut korban sebelumnya menegur anaknya yang pulang malam dan meminta dia beristirahat. Dalam situasi tersebut, korban disebut sempat menampar anaknya.

Teguran itu diduga memicu emosi hingga terjadi pertengkaran yang berujung pada kekerasan.

“Motif itu masih kita lakukan pendalaman. Namun sementara yang berhasil dihimpun oleh penyidik, itu terkait dengan motif kesal karena ditegur oleh korban,” ujar Anggi.

Polisi masih menggali apakah terdapat faktor lain yang melatarbelakangi kejadian tersebut.

Polisi Masih Dalami Unsur Pembunuhan Berencana

Meski seorang pria 19 tahun telah diamankan, penyidik belum menutup seluruh kemungkinan dalam perkara tersebut.

Polisi masih mendalami kronologi, motif, keterangan saksi, hasil pemeriksaan forensik, serta kemungkinan adanya unsur pembunuhan berencana.

Karena itu, status hukum dan konstruksi perkara masih harus mengikuti hasil penyidikan.

Kasus ini sekaligus menjadi pengingat bahwa konflik keluarga yang awalnya dipicu persoalan sehari-hari dapat berubah menjadi tragedi ketika diselesaikan dengan kekerasan.

Persoalan pulang larut malam, teguran, atau pertengkaran seharusnya tidak berujung pada tindakan yang menghilangkan nyawa.

Polisi kini masih bekerja untuk mengungkap seluruh fakta di balik kematian H. Sementara itu, asas praduga tak bersalah tetap harus dihormati sampai proses hukum memberikan kepastian berdasarkan alat bukti dan putusan pengadilan. **

Editor : Hadwan

Follow WhatsApp Channel www.posnews.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Tim Jaguar Bongkar Aksi Curanmor di GDC, Motor Diduga Hasil Curian dari Cileungsi
Tawuran di Cikunir Bekasi, 8 Orang Diciduk: Celurit Lukai Pemuda 18 Tahun
Pengamanan Aksi Hari Tani, Sudirman-Thamrin hingga DPR Jadi Perhatian Polisi
Bareskrim Gagalkan Penyelundupan Narkoba Rp132 M dari Malaysia
21 Kg Sabu dan 25.607 Ekstasi Disita, Bareskrim Buru Bandar Brother
BNN Musnahkan 34,7 Kg dan 2.156,4 Liter Narkoba, 25 Tersangka Dijerat
155 Etomidate Siap Diedarkan Modus Tempel, Polisi Tangkap CA di PIK
Kontrakan di Gambir Disulap Jadi Lab Tembakau Sintetis, SW Produksi 4 Kali

Berita Terkait

Kamis, 24 September 2026 - 20:18 WIB

Terbongkar Setelah Ekshumasi, Ayah di Bogor Diduga Dibunuh Anak Kandung

Kamis, 24 September 2026 - 08:30 WIB

Tim Jaguar Bongkar Aksi Curanmor di GDC, Motor Diduga Hasil Curian dari Cileungsi

Kamis, 24 September 2026 - 07:10 WIB

Tawuran di Cikunir Bekasi, 8 Orang Diciduk: Celurit Lukai Pemuda 18 Tahun

Kamis, 24 September 2026 - 06:23 WIB

Pengamanan Aksi Hari Tani, Sudirman-Thamrin hingga DPR Jadi Perhatian Polisi

Rabu, 23 September 2026 - 21:02 WIB

Bareskrim Gagalkan Penyelundupan Narkoba Rp132 M dari Malaysia

Berita Terbaru

Microsoft mematenkan sistem iklan game yang memberikan kredit waktu bermain bebas iklan. Simak cara kerja teknologi iklan kontekstual ini. Dok: Istimewa.

TEKNOLOGI

Microsoft Patenkan Sistem Iklan Game Pintar Berhadiah

Kamis, 24 Sep 2026 - 17:16 WIB

Sony meluncurkan DualSense PS5 edisi terbatas Lisa BLACKPINK berwarna Chroma Pearl. Simak harga, jadwal pemesanan, dan koleksi. Dok: Istimewa.

TEKNOLOGI

Sony Rilis Controller DualSense Edisi Spesial Lisa BLACKPINK

Kamis, 24 Sep 2026 - 16:13 WIB