JAKARTA, POSNEWS.CO.ID – Aksi brutal terjadi di Jalan Dharma Wanita V, RW 01 Rawa Buaya, Cengkareng, Jakarta Barat, Minggu (26/4/2026).
Dua orang tak dikenal (OTK) diduga menyiramkan air keras ke seorang pria hingga membuat warga geger.
Peristiwa ini semakin viral setelah rekaman video beredar luas di media sosial. Dalam video tersebut, pelaku terlihat beraksi dengan cepat dan terencana.
Berdasarkan rekaman, dua pelaku datang menggunakan sepeda motor matic jenis Honda Scoopy.
Pelaku pertama mengenakan kaos putih dan mengemudi, sementara pelaku kedua memakai hoodie hitam sambil membawa botol berisi cairan diduga air keras.
Sementara itu, korban terlihat mengendarai motor listrik berwarna biru, mengenakan kaos merah belang dan celana pendek hitam.
Pelaku diduga sengaja membuntuti korban dari belakang.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Ketika posisi sejajar, korban dan pelaku sempat terlibat adu mulut. Namun situasi mendadak berubah brutal.
Disiram Air Keras, Korban Tak Berdaya
Tanpa peringatan, pelaku yang dibonceng langsung menyiramkan cairan dari botol ke arah tubuh korban. Serangan itu membuat korban panik dan kehilangan kendali.
Setelah melakukan aksi sadis tersebut, kedua pelaku langsung tancap gas melarikan diri. Korban kemudian menghentikan kendaraannya dalam kondisi terluka.
Warga sekitar yang melihat kejadian langsung memberikan pertolongan dan membawa korban ke rumah sakit untuk penanganan medis.
Polisi Turun Tangan, Pelaku Diburu
Hingga kini, aparat dari Polsek Cengkareng masih melakukan penyelidikan intensif. Petugas telah mendatangi lokasi kejadian dan mengumpulkan keterangan dari sejumlah saksi.
Kanit Reskrim, Parman Gultom, menyatakan pihaknya masih mendalami kasus tersebut.
“Masih lidik. Kami di TKP, sedang mengumpulkan bahan keterangan,” ujarnya.
Oleh karena itu, polisi mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan, terutama saat berkendara sendirian. Jika menemukan aktivitas mencurigakan, warga diminta segera melapor.
Kasus ini kembali menegaskan ancaman kejahatan jalanan yang semakin nekat dan berbahaya. (red)
Editor : Hadwan


















