BANJARNEGARA, POSNEWS.CO.ID — Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) meminta warga yang berada di Desa Situkung, Kecamatan Pandanarum, Kabupaten Banjarnegara, Jawa Tengah untuk tetap waspada.
Pasalnya, pascra tanah longsor menghantam wilayah tersebut, pada Sabtu (15/11/2025) pukul 16.00 WIB masih rentan akan pergerakan tanah, hingga mengancam permukiman di sekitar lokasi.
Bencana ini dipicu hujan lebat yang terus mengguyur kawasan tersebut, sehingga tebing runtuh dan menimbun area perkebunan serta persawahan warga.Â
Berdasarkan laporan BNPB, BPBD Kabupaten Banjarnegara memastikan satu warga bernama Klewih (P/40) ditemukan meninggal dunia. Korban berada di radius sekitar satu kilometer dari pusat longsor.
Selain itu, sekitar 180 KK atau 480 jiwa terpaksa mengungsi ke Kantor Kecamatan Pandanarum demi menghindari longsor susulan.
Tidak hanya itu, dua warga terluka sudah dirujuk ke RSUD BNA dan Puskesmas Pandanarum, sementara dua warga lainnya masih dalam proses evakuasi oleh tim gabungan.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Di sisi lain, longsor ini juga memicu kerusakan material cukup besar, mulai dari 20 rumah terdampak hingga lahan perkebunan dan persawahan warga yang rusak parah.
Pendataan dan Penanganan Darurat Masih Berjalan
Hingga saat ini, pendataan lanjutan masih dilakukan untuk memastikan seluruh wilayah terdampak teridentifikasi.
Sementara itu, BPBD Banjarnegara bersama TNI, Polri, relawan, dan perangkat desa sudah mendirikan pos lapangan, dapur umum, serta tenda pengungsian di area Kantor Kecamatan Pandanarum.
Dari hasil asesmen cepat, beberapa kebutuhan mendesak telah terdata, antara lain:
- posko lapangan
- ATK, laptop, printer, banner
- logistik permakanan
- matras dan selimut
- air mineral
- hygiene kit dan family kit
Status Siaga Darurat Masih Berlaku
Peristiwa longsor ini terjadi saat wilayah Banjarnegara berada dalam Status Siaga Darurat Bencana Tanah Longsor, Angin Kencang, Cuaca Ekstrem, dan Banjir sesuai Keputusan Bupati Banjarnegara Nomor 300.2/871/2025. Status tersebut berlaku sejak 28 Oktober 2025 hingga 31 Mei 2026.
Dengan adanya status darurat ini, semua unsur penanganan bencana diminta meningkatkan kesiapsiagaan, terutama untuk potensi longsor susulan akibat curah hujan yang masih tinggi.
Imbauan BNPB: Warga Diminta Tetap Waspada
BNPB mengimbau masyarakat agar:
- Menjauhi area lereng dan titik rawan longsor
- Mematuhi arahan BPBD dan aparat setempat
- Tetap berada di lokasi pengungsian sampai kondisi benar-benar aman
Selain itu, warga yang berada di area rentan diminta tidak melakukan aktivitas dekat tebing atau sungai yang sering memicu pergerakan tanah. (red)





















