Tragedi Ponpes Al Khoziny Ambruk di Sidoarjo, BNPB Sebut Gagal Teknologi

Rabu, 1 Oktober 2025 - 22:08 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kepala BNPB Suharyanto. (Posnews/Ist)

Kepala BNPB Suharyanto. (Posnews/Ist)

SIDOARJO, POSNEWS.CO.ID – Bangunan Ponpes Al Khoziny di Buduran, Sidoarjo, ambruk dan dipastikan BNPB sebagai bencana gagal teknologi.

BNPB langsung bergerak cepat. Lembaga itu menyalurkan sembako, tenda, matras, selimut, tikar, hingga hygiene kit bagi keluarga korban di lokasi evakuasi.

Tak berhenti di situ, BNPB juga menggelontorkan Dana Siap Pakai (DSP) untuk mendukung operasi SAR, perbaikan sarana, dan kebutuhan darurat lain.

Lembaga ini berkomitmen mendampingi korban hingga tahap rehabilitasi dan rekonstruksi.

“BNPB mendukung penuh, mulai pencarian, pertolongan, hingga rehabilitasi,” tegas Kepala BNPB Letjen TNI Suharyanto, Rabu (1/10/2025).

Baca Juga :  Banjir Bekasi 2025: Ribuan Warga Terdampak, 1.377 Rumah Terendam dan 7 Kecamatan Lumpuh

Data sementara pukul 11.00 WIB mencatat sekitar 91 orang masih tertimbun. Tim SAR gabungan sudah mengevakuasi ±100 orang, dengan rincian 3 meninggal dunia serta puluhan mengalami luka berat maupun ringan.

Korban luka tersebar di sejumlah rumah sakit, yakni:

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

  • RSUD R.T. Notopuro merawat 39 pasien (5 luka berat, 32 ringan, 2 meninggal).
  • RS Siti Hajar menangani 53 pasien (9 luka berat, 42 ringan, 1 dirujuk ke RSI Sakinah Mojokerto, 1 meninggal).
  • RS Delta Surya menampung 6 pasien (5 luka berat, 1 ringan).
  • RS Sheila Medika merawat 1 pasien yang kini sudah pulang.
  • RS Unair merawat 1 pasien rawat inap.
Baca Juga :  Wang Yi Telepon Menlu Thailand dan Kamboja, Desak Gencatan Senjata Segera

Sementara itu, BPBD Jatim dan BPBD Sidoarjo berkoordinasi dengan perangkat desa untuk penanganan darurat. Dinas PU SDA menurunkan 3 ekskavator, sedangkan Basarnas mengerahkan 2 mobil rescue.

“Dinsos bersama Baznas sudah membuka dapur umum. Kebutuhan mendesak seperti tenda darurat, velbed, dan kasur lipat kini mulai didistribusikan,” tambah Suharyanto. (red)

Follow WhatsApp Channel www.posnews.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Banjir 2 Meter Kepung Kebon Pala, Ditpolairud Polda Metro Jaya Evakuasi Warga
Ke Mana Perginya Kanguru 3 Meter dan Kadal Sebesar Gajah?
Pengacara Pastikan Yaqut Cholil Qoumas Hadiri Pemeriksaan KPK Hari Ini
Rumah Mewah di Jaksel Terbakar, Lansia 60 Tahun Tewas Terjebak Api
Migran Bayar Mahal Demi Kecap dari Kampung Halaman?
Perlombaan Baru Miliarder Menuju Nol Gravitasi dan Koloni Mars
Kasus Kuota Haji Memanas, KPK Panggil Eks Menag Yaqut Hari Ini
Pembicaraan Teknis Greenland dengan AS Dimulai, Tensi Mereda

Berita Terkait

Jumat, 30 Januari 2026 - 14:04 WIB

Banjir 2 Meter Kepung Kebon Pala, Ditpolairud Polda Metro Jaya Evakuasi Warga

Jumat, 30 Januari 2026 - 13:17 WIB

Ke Mana Perginya Kanguru 3 Meter dan Kadal Sebesar Gajah?

Jumat, 30 Januari 2026 - 12:58 WIB

Pengacara Pastikan Yaqut Cholil Qoumas Hadiri Pemeriksaan KPK Hari Ini

Jumat, 30 Januari 2026 - 12:34 WIB

Rumah Mewah di Jaksel Terbakar, Lansia 60 Tahun Tewas Terjebak Api

Jumat, 30 Januari 2026 - 12:11 WIB

Migran Bayar Mahal Demi Kecap dari Kampung Halaman?

Berita Terbaru

Ilustrasi, Australia pernah menjadi

INTERNASIONAL

Ke Mana Perginya Kanguru 3 Meter dan Kadal Sebesar Gajah?

Jumat, 30 Jan 2026 - 13:17 WIB

Ilustrasi, Riset membuktikan: loyalitas pada merek masa kecil bertahan hingga 50 tahun. Migran di AS dan India lebih memilih produk mahal dari daerah asal daripada alternatif lokal yang murah. Dok: Istimewa.

INTERNASIONAL

Migran Bayar Mahal Demi Kecap dari Kampung Halaman?

Jumat, 30 Jan 2026 - 12:11 WIB