TANGERANG, POSNEWS.CO.ID – Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan, Agus Andrianto, menegaskan arah baru pemasyarakatan saat memperingati Hari Bakti Pemasyarakatan ke-62.
Ia menargetkan lembaga pemasyarakatan (lapas) menjadi pusat keunggulan atau center of excellence produk pangan nasional.
Pernyataan itu disampaikan dalam acara resmi di Politeknik Imigrasi dan Pemasyarakatan, Senin (27/4/2026).
Dalam sambutannya, Agus mengajak seluruh jajaran melakukan evaluasi menyeluruh. Ia menekankan pentingnya refleksi capaian sekaligus merancang langkah konkret ke depan.
Menurutnya, pemasyarakatan harus menjadi bagian integral pembangunan nasional, bukan sekadar sistem pembinaan.
Selanjutnya, Agus mendorong warga binaan dilibatkan aktif dalam program ketahanan pangan. Ia menilai potensi besar tersimpan di balik tembok lapas.
Dengan demikian, warga binaan tidak lagi diposisikan sebagai objek, melainkan pelaku pembangunan yang produktif.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
“Program ketahanan pangan akan terintegrasi langsung dengan pembinaan di lapas dan rutan,” tegasnya.
Lapas Disulap Jadi Sentra Bisnis Mandiri
Selain itu, pemerintah tengah mentransformasi lapas menjadi sentra bisnis mandiri dan berkelanjutan. Ribuan warga binaan akan dilatih keterampilan, termasuk sektor pertanian dan produksi pangan.
Agus menegaskan, lahan yang tersedia serta tenaga kerja di lapas menjadi kekuatan utama untuk mewujudkan target tersebut.
Lebih lanjut, program ini juga bertujuan membekali warga binaan dengan keahlian nyata. Harapannya, mereka siap kembali ke masyarakat dengan kemampuan produktif.
Langkah ini sekaligus menekan angka residivisme dan meningkatkan kesejahteraan sosial.
Oleh karena itu, Agus menegaskan pemasyarakatan kini bertransformasi total. Lapas tidak lagi sekadar tempat menjalani hukuman, tetapi menjadi pusat pemberdayaan ekonomi dan sosial.
Transformasi ini diharapkan memberi kontribusi nyata bagi ketahanan pangan nasional sekaligus masa depan warga binaan. (red)
Editor : Hadwan


















