Pemerintah Pastikan Seluruh Warga Berhak Bansos Masuk Sistem Perlinsos

Minggu, 14 Juni 2026 - 17:31 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Pemerintah memperkenalkan sistem digital Perlinsos guna mempercepat verifikasi bansos. (Posnews/Ist)

Pemerintah memperkenalkan sistem digital Perlinsos guna mempercepat verifikasi bansos. (Posnews/Ist)

SURABAYA, POSNEWS.CO.ID – Pemerintah mempercepat digitalisasi perlindungan sosial (Perlinsos) untuk memastikan tidak ada warga miskin dan rentan yang terlewat dari bantuan negara.

Melalui sistem data terintegrasi, pemerintah ingin menyalurkan bantuan sosial lebih tepat sasaran dan menutup celah kesalahan pendataan.

Direktur Jenderal Komunikasi Publik dan Media Kementerian Komunikasi dan Digital (Kemkomdigi), Fifi Aleyda Yahya, menegaskan digitalisasi Perlinsos menjadi langkah penting agar negara mampu mengenali kondisi masyarakat secara lebih akurat.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Jika warga memang berhak menerima bantuan, jangan sampai ada yang terlewat,” kata Fifi saat sosialisasi Perlinsos di Surabaya, Minggu (14/6/2026).

Menurutnya, sistem digital akan membantu pemerintah memetakan kondisi sosial masyarakat secara lebih cepat sehingga bantuan dapat langsung menyasar kelompok yang benar-benar membutuhkan.

Baca Juga :  3 Prajurit TNI Gugur Dapat Santunan hingga Rp1,8 Miliar dan Kenaikan Pangkat Anumerta

Warga Diminta Waspadai Penipuan Bansos

Di tengah percepatan digitalisasi, Fifi mengingatkan masyarakat agar tidak mudah percaya terhadap berbagai modus penipuan yang mengatasnamakan bantuan sosial.

Ia meminta warga tidak memberikan data pribadi, kode OTP, PIN, maupun kata sandi kepada pihak mana pun.

“Jangan percaya kepada oknum yang meminta uang atau menjanjikan percepatan pencairan bantuan,” tegasnya.

Ratusan Ribu Warga Surabaya Belum Masuk Pemetaan

Sementara itu, Sekretaris Jenderal Kementerian Sosial, Robben Rico, mengungkapkan pemerintah tengah menyatukan berbagai basis data nasional seperti DTKS, Regsosek, dan P3KE menjadi satu sistem terpadu.

Langkah ini dilakukan agar kebijakan bantuan sosial benar-benar berdasarkan kondisi riil masyarakat.

Robben menyebut masih terdapat sekitar 365.348 warga Surabaya yang belum masuk klaster desil kesejahteraan. Akibatnya, sebagian warga berpotensi belum terjangkau program bantuan dan pemberdayaan pemerintah.

Baca Juga :  Lansia di Cakung Dirampok Tetangga Sendiri, Mulut Dilakban dan Diancam Golok

“Semakin akurat data, semakin tepat pula intervensi pemerintah,” ujarnya.

Portal Perlinsos Percepat Verifikasi Penerima Bantuan

Koordinator Gugus Tugas Komite Percepatan Transformasi Digital Pemerintah, Rahmat Andika, menjelaskan Portal Perlinsos memungkinkan masyarakat mendaftar secara mandiri melalui sistem digital.

Platform tersebut terhubung dengan berbagai kementerian dan lembaga sehingga proses verifikasi berlangsung lebih cepat dan transparan.

“Portal Perlinsos mempercepat pendaftaran dan verifikasi melalui integrasi data antarlembaga,” jelas Rahmat.

Surabaya Jadi Daerah Percontohan

Pemerintah menetapkan Surabaya sebagai salah satu dari 42 daerah percontohan Program Digitalisasi Perlinsos di Indonesia.

Sebelum uji coba dimulai, Pemkot Surabaya telah menyiapkan sosialisasi, pelatihan petugas, hingga penguatan agen Perlinsos di lapangan.

Melalui program ini, pemerintah menargetkan sistem bantuan sosial yang lebih akurat, transparan, dan inklusif sehingga seluruh warga yang berhak dapat menerima manfaat tanpa terlewat. **

Editor : Hadwan

Follow WhatsApp Channel www.posnews.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Kecelakaan KMP Virgo Transport 8, Menhub Perintahkan Pencarian Korban Dikebut
Menag Nasaruddin: Semakin Dekat Al-Qur’an, Semakin Mulia Akhlak
Kapal Virgo Transport 8 Kecelakaan di Laut Jawa, 140 Orang Masih Hilang
Gempa M5,9 Guncang DKI Jakarta, Getaran Terasa hingga Jawa dan Sumatra
Jaket Pelampung Ditemukan di Laut, Ternyata Bukan Milik Jurnalis Hilang
BMKG Ungkap Banyak Sensor Gempa Hilang, Peringatan Dini Bisa Terganggu
KemenHAM Desak Penembakan 3 ASN Jayawijaya Diusut Tuntas
Anwar Abbas Minta Kasus Abah Setu Tetap Diproses Polisi

Berita Terkait

Senin, 14 September 2026 - 06:21 WIB

Kecelakaan KMP Virgo Transport 8, Menhub Perintahkan Pencarian Korban Dikebut

Minggu, 13 September 2026 - 21:17 WIB

Menag Nasaruddin: Semakin Dekat Al-Qur’an, Semakin Mulia Akhlak

Minggu, 13 September 2026 - 15:53 WIB

Kapal Virgo Transport 8 Kecelakaan di Laut Jawa, 140 Orang Masih Hilang

Sabtu, 12 September 2026 - 06:31 WIB

Gempa M5,9 Guncang DKI Jakarta, Getaran Terasa hingga Jawa dan Sumatra

Jumat, 11 September 2026 - 17:24 WIB

Jaket Pelampung Ditemukan di Laut, Ternyata Bukan Milik Jurnalis Hilang

Berita Terbaru