JAKARTA, POSNEWS.CO.ID – Direktorat Lalu Lintas Polda Metro Jaya melalui Satuan Patroli Jalan Raya (PJR) menerapkan rekayasa lalu lintas dengan menyekat truk dan kendaraan sumbu tiga atau lebih selama libur Natal 2025 dan Tahun Baru 2026.
Kebijakan ini ditujukan untuk menjaga kelancaran arus lalu lintas Nataru.
Selanjutnya, polisi membatasi operasional kendaraan berat sesuai SKB. Pembatasan berlaku pada 19 Desember 2025 hingga 4 Januari 2026.
Selama periode tersebut, truk sumbu tiga atau lebih dilarang melintas di sejumlah ruas tol pada jam tertentu.
Kasat PJR Ditlantas Polda Metro Jaya Kompol Dhanar Dhono Vernandhie menegaskan pembatasan ini untuk mengurai kepadatan lalu lintas saat libur panjang. Namun, kendaraan pengangkut kebutuhan vital tetap diperbolehkan.
“Angkutan sembako, BBM, dan pengiriman uang tetap boleh melintas,” tegas Dhanar, Rabu (17/12/2025).
Selain itu, Ditlantas Polda Metro Jaya menyiapkan titik-titik penyekatan strategis menuju jalan tol. Petugas akan mengalihkan truk sumbu tiga atau lebih ke jalur alternatif.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Berikut titik penyekatan kendaraan berat selama Nataru:
- Exit Tol Jembatan Tiga 1: truk dari Tanjung Priok dialihkan, dilarang masuk Tol Bandara dan Dalam Kota.
- Tol Kapuk arah Bandara: truk dari Pluit dialihkan ke Jalur Atas Kamal.
- Tol Kamal–JLB: truk dari Kapuk dialihkan ke Tol JLB.
- GT Tomang: truk dari Kebun Jeruk dialihkan ke Tol Grogol.
- Interchange Cawang arah Cikampek–Tanjung Priok: truk dari Pancoran dialihkan ke Tol Tanjung Priok.
- Interchange Cawang arah Cikampek–Jagorawi: truk dari Tanjung Priok dialihkan ke Tol Jagorawi.
- GT Rorotan dan GT Cakung: truk dilarang masuk Tol JORR arah Cikampek.
- Ramp Cikunir 1: truk dari Cakung dialihkan ke Tol Jati Asih.
- Ramp Cikunir 3: truk dari Pondok Indah–Jatiwarna dialihkan ke Tol Cakung.
- Tol Meruya arah JORR 1: truk dari Tangerang dan Tol JLB dialihkan ke Exit Srengseng.
Polda Metro Jaya mengimbau pengemudi dan pengusaha angkutan barang mematuhi aturan ini. Polisi juga meminta penyesuaian jadwal operasional agar distribusi tetap lancar selama Nataru. (red)




















