Tutup Apel Kasatwil 2025, Wakpolri Tegaskan Polri Harus Lebih Transparan dan Humanis

Rabu, 26 November 2025 - 22:01 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Wakapolri Komjen Dedi Prasetyo menutup Apel Kasatwil 2025 di Satlat Brimob Cikeas. (Posnews/Ist)

Wakapolri Komjen Dedi Prasetyo menutup Apel Kasatwil 2025 di Satlat Brimob Cikeas. (Posnews/Ist)

CIBUBUR, POSNEWS.CO.ID – Apel Kasatwil 2025 yang digelar di Satlat Brimob, Cikeas, Jawa Barat, resmi ditutup Wakapolri Komjen Dedi Prasetyo , Rabu (26/11/2025).

Komjen Dedi menegaskan, apel ini bukan sekadar seremoni tahunan, melainkan momentum besar untuk membuktikan bahwa Polri semakin transparan, humanis, responsif, dan konsisten memegang prinsip to serve and protect.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Komjen Dedi menyebut apel tersebut merupakan sarana refleksi, transfer pengetahuan, dan evaluasi bersama atas kinerja Polri sepanjang 2025.

“Apel Kasatwil adalah momentum refleksi dan evaluasi sebagai dasar peningkatan kinerja Polri ke depan,” tegasnya.

Ia juga menegaskan bahwa Polri bukan organisasi anti kritik. Masukan dari masyarakat, akademisi, dan pemerhati justru menjadi bahan penting untuk memperbaiki pelayanan publik.

Polri Undang Publik Beri Masukan Perkap Baru Unjuk Rasa

Sebagai langkah nyata, Dedi menyampaikan bahwa Polri membuka ruang partisipasi publik dalam penyusunan Perkap baru penanganan unjuk rasa (unras).

Baca Juga :  Suasana Haru, Kapolres Metro Bekasi bersama Ketua Bhayangkari Serahkan Kursi Roda untuk Dua Warga Disabilitas

Masukan tertulis dari masyarakat sipil, akademisi, hingga pakar akan menjadi bagian dari perubahan paradigma penanganan aksi di lapangan.

“Penyusunan Perkap dilakukan secara matang, mempertimbangkan masukan koalisi masyarakat sipil, akademisi, dan studi komparatif, termasuk rencana referensi ke Inggris untuk memperdalam code of conduct,” jelasnya.

Polri Siapkan Aturan Baru: 5 Tahapan, 6 Cara Bertindak

Komjen Dedi menjelaskan bahwa Polri sedang mengganti pola lama tiga tahapan (hijau–kuning–merah) menjadi lima tahapan disertai enam cara bertindak.

Aturan ini disesuaikan dengan standar internasional yang digunakan kepolisian Inggris.

Pada Januari mendatang, Polri akan mengirim delegasi untuk melakukan studi komparatif ke Inggris guna memperdalam lima siklus bertindak tersebut.

Selain itu, setiap komandan lapangan nantinya wajib membuat decision log, laporan terperinci mengenai cara bertindak yang menjadi bahan evaluasi dan akuntabilitas.

Tenda Personel Diperbaiki: Lebih Layak dan Manusiawi

Mengambil pembelajaran dari Agustus Kelabu dan Black September, Dedi menyoroti pentingnya kelayakan tenda personel di lapangan. Tenda yang lama dinilai tidak layak terutama untuk pergantian pasukan hingga satu bulan.

Baca Juga :  Polisi Hadir untuk Semua, Penumpang Disabilitas Diprioritaskan di Dermaga Kali Adem

Polri kini menyiapkan prototipe tenda baru yang sudah diuji melalui studi komparatif. Tenda tersebut lebih manusiawi, tidak panas, dan akan didistribusikan bertahap ke seluruh wilayah.

Komjen Dedi menegaskan bahwa para Kapolres yang hadir dalam apel ini adalah calon pemimpin Polri masa depan. Karena itu, kualitas SDM menjadi faktor penting dalam mendorong perubahan institusi.

“Saya mengajak seluruh jajaran berpikir kritis dan memastikan penyelesaian masalah berbasis kajian dan fakta lapangan,” ujarnya.

Dedi juga mengapresiasi kinerja jajaran selama satu tahun terakhir dan menekankan pentingnya keselarasan visi dengan program Akselerasi Transformasi Polri dan Quick Wins sebagai bukti perubahan nyata dan terukur. (red)

Follow WhatsApp Channel www.posnews.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

BGN Bongkar Rekening Ganda dan Dapur Fiktif MBG, Rp311,2 Miliar Kembali ke Negara
Bea Cukai Bongkar Fakta Baru Pilot Malaysia Kurir Narkoba 25 Kg, Diupah Rp220 Juta
Mutasi Besar Polri Juli 2026: Kapolri Rotasi 146 Perwira, Banyak Kapolres dan Pati Berganti
Jaksa Agung Mutasi 90 Kajari, Jakarta Barat hingga Bekasi Berganti Pimpinan
Putusan MK Soal MBG: Anggaran Pendidikan Tidak Boleh Dikurangi Meski APBN Terbatas
Suami Bunuh Istri di Kamar Kos Grogol, Polisi Sita Palu Berdarah
Modus Ganjal ATM Digagalkan di Pamulang, 3 Pelaku Ditangkap Warga
Pegawai KPK Jadi Tersangka, Diduga Bocorkan Kasus Bupati Pemalang

Berita Terkait

Jumat, 31 Juli 2026 - 16:38 WIB

BGN Bongkar Rekening Ganda dan Dapur Fiktif MBG, Rp311,2 Miliar Kembali ke Negara

Jumat, 31 Juli 2026 - 16:27 WIB

Bea Cukai Bongkar Fakta Baru Pilot Malaysia Kurir Narkoba 25 Kg, Diupah Rp220 Juta

Jumat, 31 Juli 2026 - 14:09 WIB

Mutasi Besar Polri Juli 2026: Kapolri Rotasi 146 Perwira, Banyak Kapolres dan Pati Berganti

Jumat, 31 Juli 2026 - 09:00 WIB

Jaksa Agung Mutasi 90 Kajari, Jakarta Barat hingga Bekasi Berganti Pimpinan

Jumat, 31 Juli 2026 - 07:38 WIB

Putusan MK Soal MBG: Anggaran Pendidikan Tidak Boleh Dikurangi Meski APBN Terbatas

Berita Terbaru

Putusan panggung hukum Buffalo. Juri federal menyatakan Hadi Matar bersalah atas aksi terorisme internasional terkait penikaman novelis Salman Rushdie. Dok: Istimewa.

INTERNASIONAL

Juri Menyatakan Hadi Matar Bersalah atas Penikaman Penulis

Jumat, 31 Jul 2026 - 16:21 WIB

Tragedi kematian massal satwa liar. Otoritas Kenya mencurigai racun sianida pada buah tomat di perbatasan Taman Nasional Amboseli sebagai pemicu kematian 15 gajah. Dok: Istimewa.

INTERNASIONAL

Racun Sianida pada Tomat Diduga Tewaskan 15 Gajah di Kenya

Jumat, 31 Jul 2026 - 15:14 WIB