Update Ponpes Al Khoziny Sidoarjo, 39 Korban Meninggal 104 Selamat

Minggu, 5 Oktober 2025 - 19:28 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Petugas SAR mengevakuasi korban dari reruntuhan musala Ponpes Al Khoziny Sidoarjo dengan bantuan ekskavator pada operasi hari ketujuh. Dok: Istimewa

Petugas SAR mengevakuasi korban dari reruntuhan musala Ponpes Al Khoziny Sidoarjo dengan bantuan ekskavator pada operasi hari ketujuh. Dok: Istimewa

SIDOARJO, POSNEWS.CO.ID β€” Tragedi ambruknya bangunan Pondok Pesantren Al Khoziny, Buduran, Sidoarjo, masih menyisakan duka mendalam.

Tim SAR kembali menemukan dua korban baru dari reruntuhan musala yang porak-poranda akibat bencana kegagalan struktur itu. Hingga Minggu (5/10/2025), total korban meninggal dunia mencapai 39 orang, sementara 104 orang berhasil selamat.

Kepala Kantor SAR Surabaya Nanang Sigit mengungkapkan, penemuan terbaru mencakup satu jenazah utuh dan satu potongan tubuh.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

β€œSatu korban dievakuasi pukul 10.52 WIB di sektor A1 dekat pintu musala, dan satu lagi pukul 11.45 WIB di area wudu sektor A2,” jelas Nanang.

Baca Juga :  Operasi Modifikasi Cuaca BNPB Dimulai dari Semarang, Curah Hujan Muria Raya Dibidik

Potongan tubuh yang dievakuasi segera dibawa ke RS Bhayangkara Polda Jatim untuk proses identifikasi tim DVI.

β€œTotal korban kini 143 orang, dengan 39 meninggal dunia β€” dua di antaranya dalam kondisi body part,” tambah Nanang.

Sementara itu, Basarnas dan relawan gabungan terus berjibaku di lokasi untuk mempercepat pembersihan material. Pengerjaan pembersihan reruntuhan kini telah mencapai 75 persen.

Baca Juga :  Peringatan Dini BMKG: Jabodetabek Waspada Hujan Ekstrem 4–5 Desember 2025

Petugas menggunakan alat berat jenis ekskavator untuk mengangkat beton tebal dan puing besi yang menimbun area utama musala.

β€œJika terlihat tanda-tanda adanya korban baru, kami langsung hentikan alat dan lakukan ekstrikasi manual agar lebih aman,” terang Nanang.

Sampai hari ketujuh operasi, tim SAR masih siaga penuh. Bau menyengat dan kondisi bangunan yang tidak stabil membuat proses evakuasi berlangsung hati-hati. Meski begitu, semangat petugas di lapangan tetap tinggi untuk menemukan seluruh korban. (red)

Follow WhatsApp Channel www.posnews.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Bareskrim Bongkar Jaringan Narkoba Malaysia, Napi Lapas Bengkalis Diduga Jadi Otak
Polri Temukan Tumpukan Dolar AS dan Dolar Singapura di Brankas Rahasia Kafe de’Clan
Polisi Gerebek 4 Kafe di Cibitung, Praktik Prostitusi Anak Terbongkar
Polisi Ungkap Buronan Meterai Palsu Tewas Lompat dari Apartemen
Polisi Gagalkan Peredaran Sabu Berkedok Pakan Burung di Bekasi
Oknum Polisi Tegal Positif Sabu, Kasus Dugaan Siksa Istri Siri Makin Terkuak
Lulusan S2 Rampok Toko Emas di Depok, Gasak Rp20 Juta demi Bayar Utang Pinjol
Polri Tetapkan 32 Tersangka Haji Ilegal 2026, Kerugian Korban Rp116,7 Miliar

Berita Terkait

Rabu, 8 Juli 2026 - 21:00 WIB

Bareskrim Bongkar Jaringan Narkoba Malaysia, Napi Lapas Bengkalis Diduga Jadi Otak

Rabu, 8 Juli 2026 - 20:41 WIB

Polri Temukan Tumpukan Dolar AS dan Dolar Singapura di Brankas Rahasia Kafe de’Clan

Rabu, 8 Juli 2026 - 18:02 WIB

Polisi Gerebek 4 Kafe di Cibitung, Praktik Prostitusi Anak Terbongkar

Rabu, 8 Juli 2026 - 11:42 WIB

Polisi Ungkap Buronan Meterai Palsu Tewas Lompat dari Apartemen

Rabu, 8 Juli 2026 - 11:27 WIB

Polisi Gagalkan Peredaran Sabu Berkedok Pakan Burung di Bekasi

Berita Terbaru

Hambatan di tengah krisis kesehatan. Warga di kamp pengungsian Kpangba mengusir petugas medis yang berupaya melacak kontak erat korban meninggal akibat Ebola. Dok: Istimewa.

INTERNASIONAL

Wabah Ebola Kongo Meluas: WHO Peringatkan Bahaya

Rabu, 8 Jul 2026 - 18:48 WIB