CARACAS, POSNEWS.CO.ID – Respons keras menggema dari Caracas. Venezuela secara resmi menolak perintah Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump untuk memberlakukan blokade maritim terhadap negara tersebut pada Rabu (17/12/2025).
Pemerintah Nicolas Maduro menilai langkah Trump sebagai tindakan yang “parah, nekat, dan melanggar hukum internasional”.
Partai Sosialis Bersatu Venezuela (PSUV) yang berkuasa langsung merilis pernyataan tegas sehari setelah perintah Trump keluar. Mereka menyebut keputusan itu mencederai prinsip perdagangan bebas dan kebebasan navigasi.
Menurut PSUV, motif asli Washington akhirnya terungkap jelas. AS tidak peduli pada demokrasi, melainkan hanya ingin menguasai sumber daya energi dan kekayaan alam Venezuela.
“Venezuela tidak akan menerima segala bentuk intervensi dan akan terus mempertahankan kemerdekaannya dari ancaman kolonial atau imperial,” tegas pernyataan partai tersebut.
Menhan: Trump “Delusional” dan Putus Asa
Menteri Pertahanan Venezuela, Vladimir Padrino Lopez, tidak menahan diri dalam konferensi pers. Ia menyebut tindakan Washington menunjukkan “keputusasaan”. Bahkan, ia melabeli pengumuman Trump sebagai sesuatu yang “delusional” atau khayalan belaka.
Padrino mengingatkan bahwa Laut Karibia diatur oleh hukum internasional. Wilayah itu adalah zona kebebasan navigasi dan perdagangan, bukan wilayah di bawah kendali eksklusif satu kekuatan tunggal.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
“Presiden AS mengatakan kamilah pencuri minyak yang ada di bawah tanah kami sendiri. Itu sangat tidak masuk akal (incoherent),” sindir Padrino.
Baginya, kebenaran telah terungkap ke komunitas internasional. Eskalasi permusuhan ini semata-mata didorong oleh niat AS untuk menyita minyak Venezuela. Akibatnya, perilaku tanpa hukum Washington ini membahayakan stabilitas Amerika Latin dan keamanan energi global.
Ribuan Warga Turun ke Jalan
Kemarahan tidak hanya terjadi di level pejabat. Ribuan warga Venezuela membanjiri jalanan Caracas pada hari Rabu. Mereka menyuarakan penolakan terhadap “ancaman AS” dan mendukung kedaulatan nasional.
Wali Kota Caracas, Carmen Melendez, membakar semangat massa. Ia menyerukan persatuan di antara komunitas terorganisir untuk menghadapi eskalasi berbahaya ini.
“Semua komunitas harus bersuara melawan ancaman kekerasan dari mereka yang melihat diri mereka sebagai penguasa supremasi dunia,” seru Melendez.
Meksiko Minta PBB Cegah Perang
Ketegangan ini memicu kekhawatiran tetangga regional. Presiden Meksiko, Claudia Sheinbaum, turut angkat bicara pada Rabu.
Sheinbaum mendesak Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) untuk segera bertindak. Tujuannya, mencari solusi damai atas sengketa tersebut dan mencegah Amerika Serikat mengobarkan perang terbuka di Venezuela.
Penulis : Ahmad Haris Kurnia
Editor : Ahmad Haris Kurnia





















