Viral di Medsos, Diduga Rekayasa BAP – Propam Periksa Anggota Polsek Cilandak

Senin, 2 Februari 2026 - 08:05 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi Propam Polri memeriksa anggota Polsek Cilandak terkait dugaan rekayasa BAP kasus penganiayaan. (Posnews/Ist)

Ilustrasi Propam Polri memeriksa anggota Polsek Cilandak terkait dugaan rekayasa BAP kasus penganiayaan. (Posnews/Ist)

JAKARTA, POSNEWS.CO.ID – Lagi kasus dugaan pelanggaran etik mencuat di tubuh Polri. Kali ini terjadi di Polsek Cilandak, Jakarta Selatan.

Propam Polri memeriksa anggota Polsek Cilandak yang diduga merekayasa Berita Acara Pemeriksaan (BAP) kasus penganiayaan menjadi kasus narkoba.

Kasi Humas Polsek Cilandak Bripka Nuryono menegaskan penyidik memastikan kronologi penanganan perkara tersebut. Pemeriksaan ini bertujuan mengungkap dugaan penyimpangan prosedur yang kini menjadi sorotan publik.

“Akan dipastikan kronologis penyidiknya,” ujar Nuryono kepada wartawan di Jakarta, Minggu (1/2/2026).

Propam Ambil Alih Pemeriksaan

Selanjutnya, Nuryono menyatakan Propam Polri telah mengambil alih pemeriksaan internal terhadap anggota yang diduga terlibat. Propam menilai ada tidaknya pelanggaran kode etik dan prosedur hukum dalam penanganan kasus tersebut.

Baca Juga :  Ditpolairud Polda Metro Jaya Amankan Wisata Bahari Jakarta, Warga Tenang Nikmati Liburan

Selain itu, Polsek Cilandak menyampaikan permohonan maaf kepada korban yang merasa dirugikan akibat penanganan perkara.

“Untuk saat ini, Propam sudah memeriksa yang bersangkutan. Mohon maaf dan terima kasih,” ucap Nuryono.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Kasus Viral di Media Sosial

Kasus ini mencuat setelah video viral di akun Instagram @saukansamallo menyebar luas. Dalam video tersebut, seorang warga yang diduga pelapor menegur dua polisi yang sedang berjaga.

Pelapor menyoroti kejanggalan isi laporan yang akan ditandatangani. Pasalnya, BAP yang disodorkan tidak sesuai dengan hasil klarifikasi kasus penganiayaan.

Baca Juga :  Ramadan 2026, Satpol PP DKI Tertibkan PKL dan Parkir Liar di 19 Ruas Jalan

Lampiran Tak Relevan Picu Amarah Publik

Publik semakin geram setelah lampiran laporan mencantumkan timbangan narkoba. Padahal, barang tersebut tidak memiliki kaitan dengan laporan penganiayaan yang disampaikan korban.

Akibatnya, warganet mempertanyakan integritas aparat, menyoroti transparansi penegakan hukum, serta mendesak Polri menindak tegas oknum yang diduga bermain perkara.

Kini, publik menunggu hasil pemeriksaan Propam Polri. Kasus ini menjadi ujian serius komitmen Polri membersihkan institusi dari praktik rekayasa perkara. Dugaan rekayasa BAP bukan persoalan sepele. Sekali kepercayaan publik runtuh, penegakan hukum ikut goyah. (red)

Editor : Hadwan

Follow WhatsApp Channel www.posnews.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Cucu Mpok Nori Tewas di Cipayung, Mantan Suami Siri Emosi Usai Ditolak Rujuk
Dermaga Kali Adem Ramai, Polisi Fokus Pengamanan dan Keselamatan Penumpang
64 Warga Sipil Tewas Akibat Serangan Drone di Rumah Sakit Darfur
Baku Tembak TNI AL vs KKB di Maybrat, 2 Prajurit Gugur – Senjata Dirampas
Cuaca Jakarta 23 Maret 2026: Mayoritas Berawan, Kepulauan Seribu Hujan Ringan
Trump Beri Ultimatum 48 Jam, Iran Ancam Balas Infrastruktur Regional
Banjir Kampung Melayu Surut, Ditpolairud dan Warga Gotong Royong Bersihkan Lumpur
Arus Balik Lebaran 2026: Korlantas Imbau Hindari 24 Maret, Manfaatkan WFA

Berita Terkait

Senin, 23 Maret 2026 - 07:30 WIB

Cucu Mpok Nori Tewas di Cipayung, Mantan Suami Siri Emosi Usai Ditolak Rujuk

Senin, 23 Maret 2026 - 07:13 WIB

Dermaga Kali Adem Ramai, Polisi Fokus Pengamanan dan Keselamatan Penumpang

Senin, 23 Maret 2026 - 07:11 WIB

64 Warga Sipil Tewas Akibat Serangan Drone di Rumah Sakit Darfur

Senin, 23 Maret 2026 - 06:58 WIB

Baku Tembak TNI AL vs KKB di Maybrat, 2 Prajurit Gugur – Senjata Dirampas

Senin, 23 Maret 2026 - 06:31 WIB

Cuaca Jakarta 23 Maret 2026: Mayoritas Berawan, Kepulauan Seribu Hujan Ringan

Berita Terbaru

Ilustrasi, Tragedi di zona medis. Serangan drone menghantam Rumah Sakit Pendidikan El-Daein di Darfur Timur, menewaskan puluhan pasien dan anak-anak di tengah krisis kemanusiaan Sudan yang kian memburuk. Dok: Istimewa.

INTERNASIONAL

64 Warga Sipil Tewas Akibat Serangan Drone di Rumah Sakit Darfur

Senin, 23 Mar 2026 - 07:11 WIB