MUNICH, POSNEWS.CO.ID – Perdana Menteri Keir Starmer akan menyerukan Inggris dan Eropa untuk segera meningkatkan komitmen mereka terhadap NATO. Langkah ini bertujuan untuk menghindari risiko ketergantungan yang berbahaya pada Amerika Serikat dalam urusan pertahanan.
Dalam pidatonya di Konferensi Keamanan Munich pada Sabtu, Starmer akan memperingatkan agar Inggris tidak menarik diri dari urusan keamanan internasional. Sebaliknya, ia mendorong fokus pada apa yang ia sebut sebagai “raksasa tidur” dari kapabilitas pertahanan bersama Eropa.
Melawan “Penjaja Jawaban Murah”
Starmer memberikan peringatan keras kepada para pemilih di dalam negeri. Rakyat harus mulai bersiap menghadapi pengeluaran pertahanan yang lebih besar di masa depan. Ia menegaskan bahwa pemerintah wajib menjelaskan alasan di balik kebijakan tersebut secara transparan.
Jika tidak, Starmer khawatir publik akan terjebak oleh narasi “penjaja jawaban murah” dari kelompok politik seperti Reform UK dan Partai Hijau. Menurutnya, kelompok-kelompok tersebut justru berisiko membahayakan keamanan nasional. Pejabat Downing Street menegaskan bahwa seruan ini bukan karena kekhawatiran atas komitmen AS, melainkan respon atas tuntutan Washington agar Eropa lebih mandiri.
Konteks Tekanan dari Donald Trump dan JD Vance
Pidato Starmer ini muncul di tengah bayang-bayang tekanan diplomatik Amerika Serikat tahun lalu. Saat itu, Wakil Presiden JD Vance mengecam para pemimpin Eropa karena dianggap lemah dalam isu migrasi dan kebebasan berbicara. Vance bahkan mempertanyakan kecocokan nilai-nilai tersebut dengan jaminan keamanan bersama dari AS.
Selain itu, Presiden Donald Trump secara rutin mempertanyakan nilai kegunaan NATO. Trump mengeklaim negara-negara Eropa hanya “berdiam diri di belakang” saat mendukung pasukan AS di Afghanistan. Pernyataan tersebut sempat memicu teguran langsung yang jarang terjadi dari Starmer sebelumnya.
Menolak Politik Isolasi Pasca-Brexit
Sebagai bentuk perlawanan terhadap politik isolasi, Starmer mengecam politisi Inggris yang ingin menghindari ikatan dengan Eropa. Ia secara khusus menyasar kelompok Konservatif yang skeptis terhadap hubungan pertahanan lintas negara.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
“Kita bukan lagi Inggris di era tahun-tahun Brexit,” tegas Starmer dalam draf pidatonya. Ia yakin bahwa dalam masa yang berbahaya, menarik diri ke dalam justru merupakan bentuk penyerahan kontrol, bukan pengambilalihan kedaulatan. “Tidak ada keamanan Inggris tanpa Eropa, dan tidak ada keamanan Eropa tanpa Inggris,” tambahnya.
Integrasi Pengadaan Senjata dan Masa Depan Benua
Starmer mendesak adanya kerja sama yang lebih baik dalam pengadaan peralatan pertahanan. Saat ini, perencanaan industri yang terfragmentasi dan mekanisme pengadaan yang lamban telah menyebabkan kesenjangan kemampuan militer di berbagai area.
Ia mengingatkan bahwa ekonomi gabungan Eropa jauh lebih besar dibandingkan Rusia. Oleh karena itu, para menteri harus jujur kepada publik mengenai keputusan sulit yang akan diambil demi menjaga keselamatan bersama. Starmer menutup visinya dengan memperingatkan bahwa tanpa kemandirian, masa depan Eropa hanya akan berisi perpecahan. Ia berjanji tidak akan membiarkan “lampu-lampu di Eropa padam sekali lagi” akibat kegagalan diplomasi dan pertahanan.
Penulis : Ahmad Haris Kurnia
Editor : Ahmad Haris Kurnia





















