Wamenhaj Ungkap 33 Ribu Jemaah Lansia Masuk Kelompok Risiko Tinggi Haji 2026

Senin, 26 Januari 2026 - 22:05 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Wakil Menteri Haji dan Umrah Dahnil Anzar Simanjuntak memberikan arahan kepada petugas haji terkait pelayanan jemaah risiko tinggi dan lansia menjelang Haji 2026. (Posnews/Ist)

Wakil Menteri Haji dan Umrah Dahnil Anzar Simanjuntak memberikan arahan kepada petugas haji terkait pelayanan jemaah risiko tinggi dan lansia menjelang Haji 2026. (Posnews/Ist)

JAKARTA, POSNEWS.CO.ID – Pemerintah mencatat sekitar 170 ribu jemaah haji risiko tinggi (risti) akan berangkat menunaikan ibadah haji pada musim haji 2026.

Dari jumlah tersebut, sebanyak 33 ribu jemaah tergolong lanjut usia (lansia) dan membutuhkan pendampingan ekstra selama berada di Tanah Suci.

Wamenhaj Dahnil Anzar Simanjuntak menegaskan, mayoritas jemaah risti mengidap komorbid sehingga petugas haji harus menyiapkan fisik dan stamina maksimal.

“Sebanyak 170 ribu dari 203.320 jemaah haji reguler 2026 tergolong risti, sehingga petugas haji harus bertanggung jawab, disiplin, serta memiliki fisik dan stamina prima,” ujar Dahnil di Asrama Haji Pondok Gede, Jakarta, Senin (26/1/2026).

Baca Juga :  Kondisi Yalimo Papua Kondusif, Keributan Dipicu Perselisihan Antar Pelajar

Selain itu, Dahnil menyebutkan 56 persen dari total 221 ribu jemaah haji reguler dan khusus merupakan perempuan.

Kondisi tersebut, menurutnya, menuntut petugas memberikan perlindungan dan pendampingan optimal di setiap tahapan ibadah haji.

Karena itu, Kemenhaj mengimbau jemaah risti dan lansia disiplin mengikuti arahan petugas sesuai kemampuan fisik dan stamina.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Utang Moral Kepada Jemaah Haji Lansia

Sementara itu, Anggota Amirul Hajj Perempuan 2023–2024, Alissa Wahid, menilai negara harus membayar utang moral kepada jemaah haji lansia melalui pelayanan yang maksimal dan manusiawi.

Baca Juga :  BPIH 2026 Turun Rp1 Juta, Pemerintah Janjikan Pelayanan Haji Lebih Efisien

“Negara memutuskan melayani para jemaah haji. Ini bukan sekadar program kementerian, melainkan utang moral kepada para jemaah lansia,” tegas Alissa usai mengisi Diklat Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi di Asrama Haji Pondok Gede, Jakarta, 20 Januari 2026.

Alissa meminta petugas haji siap fisik dan mental serta meluruskan niat melayani jemaah lansia.

Negara, lanjutnya, wajib menjaga kesehatan jemaah dan menekan angka kematian selama musim haji.

“Petugas haji menjadi sumber rasa aman dan nyaman bagi jemaah, khususnya lansia dan perempuan. Dari tangan merekalah pelayanan haji yang bermartabat dimulai,” pungkasnya. (red)

Editor : Hadwan

Follow WhatsApp Channel www.posnews.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Banjir 2 Meter Kepung Kebon Pala, Ditpolairud Polda Metro Jaya Evakuasi Warga
Ke Mana Perginya Kanguru 3 Meter dan Kadal Sebesar Gajah?
Pengacara Pastikan Yaqut Cholil Qoumas Hadiri Pemeriksaan KPK Hari Ini
Rumah Mewah di Jaksel Terbakar, Lansia 60 Tahun Tewas Terjebak Api
Migran Bayar Mahal Demi Kecap dari Kampung Halaman?
Perlombaan Baru Miliarder Menuju Nol Gravitasi dan Koloni Mars
Kasus Kuota Haji Memanas, KPK Panggil Eks Menag Yaqut Hari Ini
Pembicaraan Teknis Greenland dengan AS Dimulai, Tensi Mereda

Berita Terkait

Jumat, 30 Januari 2026 - 14:04 WIB

Banjir 2 Meter Kepung Kebon Pala, Ditpolairud Polda Metro Jaya Evakuasi Warga

Jumat, 30 Januari 2026 - 13:17 WIB

Ke Mana Perginya Kanguru 3 Meter dan Kadal Sebesar Gajah?

Jumat, 30 Januari 2026 - 12:58 WIB

Pengacara Pastikan Yaqut Cholil Qoumas Hadiri Pemeriksaan KPK Hari Ini

Jumat, 30 Januari 2026 - 12:34 WIB

Rumah Mewah di Jaksel Terbakar, Lansia 60 Tahun Tewas Terjebak Api

Jumat, 30 Januari 2026 - 12:11 WIB

Migran Bayar Mahal Demi Kecap dari Kampung Halaman?

Berita Terbaru

Ilustrasi, Australia pernah menjadi

INTERNASIONAL

Ke Mana Perginya Kanguru 3 Meter dan Kadal Sebesar Gajah?

Jumat, 30 Jan 2026 - 13:17 WIB

Ilustrasi, Riset membuktikan: loyalitas pada merek masa kecil bertahan hingga 50 tahun. Migran di AS dan India lebih memilih produk mahal dari daerah asal daripada alternatif lokal yang murah. Dok: Istimewa.

INTERNASIONAL

Migran Bayar Mahal Demi Kecap dari Kampung Halaman?

Jumat, 30 Jan 2026 - 12:11 WIB