Wanita Ditikam 9 Tusukan di Cipondoh Tangerang Saat Antar Anak Sekolah, Polisi Ciduk Pelaku

Sabtu, 7 Februari 2026 - 17:19 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi, Penganiayaan. (Posnews/Ist)

Ilustrasi, Penganiayaan. (Posnews/Ist)

TANGERANG, POSNEWS.CO.ID – Tragedi brutal mengguncang Poris Plawad Cipondoh. Seorang Ibu nyari tewas dengan luka tusuk di sekucur tubuhnya.

Pelaku EJ (35) menikam wanita AS (34) saat korban mengantar anaknya ke sekolah di Kelurahan Poris Plawad, Kecamatan Cipondoh, Kota Tangerang, Jumat (6/2/2026) pagi.

EJ menusuk AS hingga korban menderita 9 luka tusuk di perut dan punggung, serta sabetan di pipi dan kepala.

Baca Juga :  Mudik Lebaran 2026, Polda Metro Jaya Buka Titip Kendaraan Gratis di Polsek dan Polres

Polisi bergerak cepat setelah menerima laporan dari Call Center 110 dan langsung menangkap EJ di lokasi dengan barang bukti pisau.

Petugas mengevakuasi AS ke rumah sakit terdekat untuk perawatan intensif, dan kondisi korban kini stabil.

Kapolres Metro Tangerang Kota, Kombes Raden Muhammad Jauhari, menyatakan bahwa polisi menahan EJ di Polsek Cipondoh dan menetapkannya sebagai tersangka penganiayaan berat.

Polisi menjerat pelaku dengan Pasal 469 KUHP dan masih menyelidiki motif penikaman.

Baca Juga :  BNPB Update Bencana Sumatera: 1.016 Orang Tewas, 212 Hilang - Pengungsi 624.670 Jiwa

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Kami mengamankan pelaku dan barang bukti, serta menjalankan proses hukum. Masyarakat diminta tetap waspada dan segera melapor jika menemukan indikasi kekerasan,” jelas Jauhari dalam keterangan pers terbaru.

Kasus ini menjadi sorotan karena terjadi di wilayah padat penduduk Cipondoh, yang menurut data BPS memiliki lebih dari 230 ribu penduduk. (red)

Editor : Hadwan

Follow WhatsApp Channel www.posnews.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Mengapa Interseksionalitas Menjadi Kunci Keadilan Sosial
Gembong Narkoba Dewi Astutik Segera Dilimpahkan ke Kejaksaan, Otak Kasus 2 Ton Sabu
Final FIFA Series 2026: Lawan Bulgaria di GBK, Ujian Sesungguhnya Garuda
Harga Bahan Pokok Stabil, Cabai hingga Bawang Turun Pasca Lebaran 2026
Cuaca Ekstrem di Ciamis, 80 Lebih Rumah Rusak Disapu Angin Kencang
Arus Balik Lebaran 2026 Memuncak, 169 Ribu Kendaraan Menyeberang ke Jawa dari Bakauheni
Cuaca Jabodetabek 29 Maret 2026: Hujan Meluas, Bogor Berpotensi Diguyur Lebat
‘Bang Jago’ Palak Pengendara di Tanah Abang, Rampas Kartu E-Toll, 2 Pelaku Dibekuk Polisi

Berita Terkait

Minggu, 29 Maret 2026 - 16:10 WIB

Mengapa Interseksionalitas Menjadi Kunci Keadilan Sosial

Minggu, 29 Maret 2026 - 14:05 WIB

Gembong Narkoba Dewi Astutik Segera Dilimpahkan ke Kejaksaan, Otak Kasus 2 Ton Sabu

Minggu, 29 Maret 2026 - 08:09 WIB

Final FIFA Series 2026: Lawan Bulgaria di GBK, Ujian Sesungguhnya Garuda

Minggu, 29 Maret 2026 - 07:48 WIB

Harga Bahan Pokok Stabil, Cabai hingga Bawang Turun Pasca Lebaran 2026

Minggu, 29 Maret 2026 - 07:31 WIB

Cuaca Ekstrem di Ciamis, 80 Lebih Rumah Rusak Disapu Angin Kencang

Berita Terbaru

Menembus batas identitas tunggal. Konsep interseksionalitas membuktikan bahwa perjuangan perempuan tidak bisa menggunakan pendekatan 'satu ukuran untuk semua' guna menghapus penindasan yang berlapis. Dok: Istimewa.

INTERNASIONAL

Mengapa Interseksionalitas Menjadi Kunci Keadilan Sosial

Minggu, 29 Mar 2026 - 16:10 WIB