BNPB Update Bencana Sumatera: 1.016 Orang Tewas, 212 Hilang – Pengungsi 624.670 Jiwa

Minggu, 14 Desember 2025 - 18:20 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Tim SAR mengevakuasi korban banjir bandang dan longsor di wilayah Aceh dan Sumatera Barat dengan pengawalan BNPB. (Posnews/SAR)

Tim SAR mengevakuasi korban banjir bandang dan longsor di wilayah Aceh dan Sumatera Barat dengan pengawalan BNPB. (Posnews/SAR)

JAKARTA, POSNEWS.CO.ID – Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) merilis data terbaru korban banjir bandang dan longsor di Aceh, Sumatera Barat, dan Sumatera Utara melonjak menjadi 1.016 orang, Minggu (14/12/2025).

Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari, mengungkapkan tim SAR kembali menemukan 10 jasad dalam operasi pencarian hari ini. Temuan tersebut terdiri dari 9 korban di Aceh dan 1 korban di Kabupaten Agam, Sumatera Barat.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

β€œPer hari ini, pencarian dan pertolongan menemukan tambahan 10 korban meninggal,” tegas Abdul dalam jumpa pers.

Dengan penambahan itu, total korban jiwa naik dari 1.006 menjadi 1.016 orang. Sementara itu, jumlah korban hilang tercatat 212 orang, dan pengungsi masih mencapai 624.670 jiwa yang tersebar di berbagai wilayah terdampak.

Baca Juga :  Ledakan Misterius di Pondok Aren, Polisi Periksa Pemilik dan Karyawan

Pencarian Masih Berlangsung

BNPB menegaskan operasi pencarian korban hilang terus berjalan. Berikut sebaran korban hilang sementara:

Sumatera Utara

  • Tapanuli Tengah (Sukabangun, Aloban Bair): 56 orang
  • Tapanuli Selatan (Garoga, Batang Toru): 30 orang
  • Kota Sibolga (Pancuran Gerobak): 1 orang

Sumatera Barat

  • Kabupaten Agam (Malalak, Palembayan): 53 orang
  • Padang Panjang (Sungai Batang Anai): 32 orang
  • Padang Pariaman (Batang Anai): 1 orang
  • Tanah Datar (Batang Anai)

Aceh

  • Bener Meriah: 14 orang
  • Aceh Utara: 6 orang
  • Aceh Tengah: 4 orang
  • Bireuen: 4 orang
  • Aceh Tamiang dan Nagan Raya (masih pendataan)

Klaster Nasional Bergerak Cepat

Di sisi lain, BNPB memastikan pemerintah tidak bekerja sendiri. Lima klaster nasional kini aktif mempercepat penanganan darurat melalui kolaborasi multipihak.

β€œKlaster nasional menjadi wadah koordinasi dan mobilisasi sumber daya lintas sektor,” ujar Abdul.

Baca Juga :  Pergerakan Tanah di Tegal Meluas, 2.453 Warga Padasari Mengungsi - BNPB Siapkan Huntara

Kelima klaster tersebut meliputi pencarian dan pertolongan, logistik, kesehatan, pengungsian dan perlindungan, serta pendidikan.

Lebih lanjut, klaster logistik mengaktifkan gudang nasional di Halim Perdanakusuma, Jakarta, melibatkan PMI dan dunia usaha. Di Sumut, klaster ini juga menggandeng Universitas HKBP untuk menyalurkan bantuan kepada 200 warga terdampak.

Sementara itu, klaster kesehatan yang dikoordinasikan Kemenkes bersama MDMC dan mitra NGO telah melayani 421 warga di Aceh dan Sumatera. Selain itu, klaster pendidikan menyiapkan 10.200 paket sekolah, 131 tenda darurat, 400 family kit, serta 50.000 buku, disertai layanan psikososial bagi anak-anak terdampak.

BNPB menegaskan seluruh dukungan klaster terkoordinasi melalui pos nasional dan daerah agar penanganan darurat berjalan cepat, efektif, dan tepat sasaran. (red)

Follow WhatsApp Channel www.posnews.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Menag Nasaruddin Umar Sebut Indonesia Punya Masa Depan Cerah di Bawah Prabowo
Tim Sembilan Kejagung Geledah Rumah Febrie Adriansyah, Dokumen TPPU Disita
Prabowo Hadiri Zikir Kebangsaan di Monas, 100 Ribu Jemaah Bersatu
KemenHAM Dialog dengan Warga Batunya dan Sidatapa Usai Tragedi Main Hakim Sendiri
Mall Jakarta dan Surabaya Ramai-Ramai Pasang Pagar Tinggi, APPBI Ungkap Alasannya
BGN Bongkar Rekening Ganda dan Dapur Fiktif MBG, Rp311,2 Miliar Kembali ke Negara
Mutasi Besar Polri Juli 2026: Kapolri Rotasi 146 Perwira, Banyak Kapolres dan Pati Berganti
Jaksa Agung Mutasi 90 Kajari, Jakarta Barat hingga Bekasi Berganti Pimpinan

Berita Terkait

Minggu, 2 Agustus 2026 - 07:31 WIB

Menag Nasaruddin Umar Sebut Indonesia Punya Masa Depan Cerah di Bawah Prabowo

Sabtu, 1 Agustus 2026 - 15:29 WIB

Tim Sembilan Kejagung Geledah Rumah Febrie Adriansyah, Dokumen TPPU Disita

Sabtu, 1 Agustus 2026 - 15:10 WIB

Prabowo Hadiri Zikir Kebangsaan di Monas, 100 Ribu Jemaah Bersatu

Sabtu, 1 Agustus 2026 - 12:55 WIB

KemenHAM Dialog dengan Warga Batunya dan Sidatapa Usai Tragedi Main Hakim Sendiri

Jumat, 31 Juli 2026 - 20:54 WIB

Mall Jakarta dan Surabaya Ramai-Ramai Pasang Pagar Tinggi, APPBI Ungkap Alasannya

Berita Terbaru

Pembelaan aturan digital anak. Pemerintah Australia mempertahankan kebijakan larangan media sosial anak di bawah 16 tahun meskipun delapan dari ten remaja masih aktif menggunakannya. Dok: Istimewa.

INTERNASIONAL

Pemerintah Australia Bela Aturan di Tengah Pelanggaran

Minggu, 2 Agu 2026 - 07:00 WIB