Xi Jinping Telepon Lula: China dan Brasil Siap Jadi Kekuatan Konstruktif

Sabtu, 24 Januari 2026 - 06:11 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi, Dua raksasa negara berkembang merapatkan barisan. Di tengah gejolak global, Beijing dan Brasilia berjanji pertahankan PBB dan perdagangan bebas. Dok: Istimewa.

Ilustrasi, Dua raksasa negara berkembang merapatkan barisan. Di tengah gejolak global, Beijing dan Brasilia berjanji pertahankan PBB dan perdagangan bebas. Dok: Istimewa.

BRASILIA, POSNEWS.CO.ID – Di tengah turbulensi situasi internasional, dua pemimpin negara terbesar di belahan bumi selatan memperkuat aliansi mereka. Pada hari Jumat (24/1), Presiden China Xi Jinping melakukan percakapan telepon strategis dengan Presiden Brasil Luiz Inácio Lula da Silva.

Xi Jinping membawa pesan optimisme ekonomi. Ia menegaskan bahwa pembangunan berkualitas tinggi China akan menyediakan lebih banyak peluang kerja sama bagi Brasil. Hal ini didorong oleh kebijakan pembukaan tingkat tinggi Beijing.

Tahun ini menandai dimulainya periode Rencana Lima Tahun ke-15 China. Oleh karena itu, Xi menyuarakan kesiapan Beijing untuk bekerja sama dengan Brasil. Tujuannya adalah memperdalam kerja sama yang saling menguntungkan di berbagai bidang secara komprehensif.

Poros Kekuatan “Global South”

Selanjutnya, Xi mengingatkan kembali momen bersejarah tahun 2024. Saat itu, ia dan Lula bersama-sama mengumumkan peningkatan hubungan China-Brasil menjadi “komunitas dengan masa depan bersama”.

Baca Juga :  Kematian Dunia Menurun, Namun Nigeria dan Kongo Catat Rekor Kelam

Setahun berlalu, momentum tersebut makin solid. Penyelarasan strategi pembangunan antara kedua negara kini semakin dalam. Akibatnya, hubungan ini menjadi teladan persatuan dan kerja sama bagi negara-negara Global South.

“China dan Brasil adalah kekuatan konstruktif dalam menjaga perdamaian dan stabilitas global,” ujar Xi. “Keduanya merupakan negara penting di Global South.”

Ia menyerukan agar kedua negara berdiri teguh di “sisi sejarah yang benar”. Selain itu, Xi mendesak upaya lebih besar untuk membela kepentingan umum Global South. Langkah ini penting untuk menjaga peran sentral PBB serta keadilan internasional.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Lula: Pembela Multilateralisme dan Perdagangan Bebas

Di ujung telepon yang lain, Presiden Lula menyambut hangat seruan tersebut. Ia mengenang kunjungan bersejarah Xi ke Brasil pada 2024. Kunjungan tersebut telah mengangkat hubungan bilateral ke ketinggian baru.

Baca Juga :  Trump Klaim Hak Tentukan Pemimpin Teheran Saat Israel Mulai Fase Kedua

Lula menggambarkan Brasil dan China sebagai kekuatan penting dalam membela multilateralisme dan menjunjung tinggi perdagangan bebas. Saat ini, kedua pilar tersebut sedang terguncang oleh proteksionisme global.

“Brasil bersedia bekerja erat dengan China, menjunjung tinggi otoritas PBB, dan memperkuat kerja sama di antara negara-negara BRICS,” tegas Lula. Tujuannya jelas: menjaga perdamaian dan stabilitas di kawasan dan sekitarnya.

Di sisi lain, Xi juga menegaskan komitmen China untuk selalu menjadi teman baik bagi negara-negara di Amerika Latin dan Karibia (LAC). China siap bersama-sama memajukan pembangunan komunitas China-LAC.

Penulis : Ahmad Haris Kurnia

Editor : Ahmad Haris Kurnia

Sumber Berita: Xinhua News Agency

Follow WhatsApp Channel www.posnews.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Mesin Mati di Perlintasan, Mobil Antar Calon Haji Dihantam Kereta, 4 Orang Tewas
Satgas PHK Resmi Jalan, Dasco: Buruh Bisa Laporkan Upah hingga Ancaman PHK
Libur Panjang May Day, Contraflow Tol Jakarta-Cikampek Diperpanjang hingga KM 47–65
Keir Starmer Desak Publik Buka Mata Pasca-Teror Golders Green
AS Bentuk Koalisi Internasional untuk Paksa Buka Selat Hormuz
Review MacBook Pro M5, Laptop Workstation Paling Bertenaga di Tahun 2026
Jerome Powell Bertahan di Dewan Setelah Jabatan Berakhir guna Melawan Tekanan Trump
AS Tuding China Langgar Kedaulatan, Beijing Sebut Trump Munafik

Berita Terkait

Jumat, 1 Mei 2026 - 18:10 WIB

Mesin Mati di Perlintasan, Mobil Antar Calon Haji Dihantam Kereta, 4 Orang Tewas

Jumat, 1 Mei 2026 - 17:30 WIB

Satgas PHK Resmi Jalan, Dasco: Buruh Bisa Laporkan Upah hingga Ancaman PHK

Jumat, 1 Mei 2026 - 17:15 WIB

Libur Panjang May Day, Contraflow Tol Jakarta-Cikampek Diperpanjang hingga KM 47–65

Jumat, 1 Mei 2026 - 15:19 WIB

Keir Starmer Desak Publik Buka Mata Pasca-Teror Golders Green

Jumat, 1 Mei 2026 - 14:58 WIB

AS Bentuk Koalisi Internasional untuk Paksa Buka Selat Hormuz

Berita Terbaru

Inggris dalam siaga tinggi. PM Keir Starmer menjanjikan tindakan tegas terhadap ekstremisme dan pendanaan keamanan tambahan sebesar £25 juta setelah serangan penikaman brutal yang menargetkan komunitas Yahudi di London Utara. Dok: Istimewa.

INTERNASIONAL

Keir Starmer Desak Publik Buka Mata Pasca-Teror Golders Green

Jumat, 1 Mei 2026 - 15:19 WIB

Ketegangan di jalur nadi dunia. Amerika Serikat menggalang kekuatan internasional melalui Maritime Freedom Construct (MFC) untuk membuka kembali Selat Hormuz yang tersumbat, sementara harga minyak Brent melonjak hingga USD 126 per barel. Dok: Istimewa.

INTERNASIONAL

AS Bentuk Koalisi Internasional untuk Paksa Buka Selat Hormuz

Jumat, 1 Mei 2026 - 14:58 WIB