BRASILIA, POSNEWS.CO.ID – Di tengah turbulensi situasi internasional, dua pemimpin negara terbesar di belahan bumi selatan memperkuat aliansi mereka. Pada hari Jumat (24/1), Presiden China Xi Jinping melakukan percakapan telepon strategis dengan Presiden Brasil Luiz Inácio Lula da Silva.
Xi Jinping membawa pesan optimisme ekonomi. Ia menegaskan bahwa pembangunan berkualitas tinggi China akan menyediakan lebih banyak peluang kerja sama bagi Brasil. Hal ini didorong oleh kebijakan pembukaan tingkat tinggi Beijing.
Tahun ini menandai dimulainya periode Rencana Lima Tahun ke-15 China. Oleh karena itu, Xi menyuarakan kesiapan Beijing untuk bekerja sama dengan Brasil. Tujuannya adalah memperdalam kerja sama yang saling menguntungkan di berbagai bidang secara komprehensif.
Poros Kekuatan “Global South”
Selanjutnya, Xi mengingatkan kembali momen bersejarah tahun 2024. Saat itu, ia dan Lula bersama-sama mengumumkan peningkatan hubungan China-Brasil menjadi “komunitas dengan masa depan bersama”.
Setahun berlalu, momentum tersebut makin solid. Penyelarasan strategi pembangunan antara kedua negara kini semakin dalam. Akibatnya, hubungan ini menjadi teladan persatuan dan kerja sama bagi negara-negara Global South.
“China dan Brasil adalah kekuatan konstruktif dalam menjaga perdamaian dan stabilitas global,” ujar Xi. “Keduanya merupakan negara penting di Global South.”
Ia menyerukan agar kedua negara berdiri teguh di “sisi sejarah yang benar”. Selain itu, Xi mendesak upaya lebih besar untuk membela kepentingan umum Global South. Langkah ini penting untuk menjaga peran sentral PBB serta keadilan internasional.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Lula: Pembela Multilateralisme dan Perdagangan Bebas
Di ujung telepon yang lain, Presiden Lula menyambut hangat seruan tersebut. Ia mengenang kunjungan bersejarah Xi ke Brasil pada 2024. Kunjungan tersebut telah mengangkat hubungan bilateral ke ketinggian baru.
Lula menggambarkan Brasil dan China sebagai kekuatan penting dalam membela multilateralisme dan menjunjung tinggi perdagangan bebas. Saat ini, kedua pilar tersebut sedang terguncang oleh proteksionisme global.
“Brasil bersedia bekerja erat dengan China, menjunjung tinggi otoritas PBB, dan memperkuat kerja sama di antara negara-negara BRICS,” tegas Lula. Tujuannya jelas: menjaga perdamaian dan stabilitas di kawasan dan sekitarnya.
Di sisi lain, Xi juga menegaskan komitmen China untuk selalu menjadi teman baik bagi negara-negara di Amerika Latin dan Karibia (LAC). China siap bersama-sama memajukan pembangunan komunitas China-LAC.
Penulis : Ahmad Haris Kurnia
Editor : Ahmad Haris Kurnia
Sumber Berita: Xinhua News Agency


















