10 Pedagang Beras di Jakarta Kena Tegur, Jual di Atas Harga Eceran Tertinggi

Jumat, 24 Oktober 2025 - 16:14 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Pengecekan penjualan beras di Pasar Tradisonal. Dok: Istimewa

Pengecekan penjualan beras di Pasar Tradisonal. Dok: Istimewa

JAKARTA, POSNEWS.CO.ID — Operasi gabungan Pemprov DKI Jakarta menemukan pelaku usaha di pasar tradisional menjual beras di atas Harga Eceran Tertinggi (HET).

Lewat Dishub DKI dan Satgas Pangan Polda Metro Jaya kemudian menindak 10 pedagang yang menjual beras di atas HET tersebut. Petugas gabungan menemukan pelanggaran saat razia harga di pasar dan ritel modern, Kamis (22/10/2025).

Kepala Dinas PPKUKM DKI Jakarta, Elisabeth Ratu Rante Allo, menegaskan bahwa tindakan tersebut merupakan peringatan keras bagi pedagang yang coba bermain harga di tengah naiknya kebutuhan pangan.

Baca Juga :  Jadwal Siaran Langsung Timnas Indonesia di Putaran 4 Kualifikasi Piala Dunia 2026 Zona Asia

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Kami sudah menerbitkan 10 surat teguran. Ini peringatan pertama dan akan kami tindaklanjuti jika masih membandel,” tegas Ratu, Jumat (23/10/2025).

Menurutnya, penjualan beras di atas HET sangat merugikan masyarakat dan bisa mengguncang stabilitas harga pangan di pasar. Karena itu, Pemprov DKI bersama kepolisian akan terus memperketat pengawasan di lapangan.

Baca Juga :  DJ Donny Jadi Korban Teror Beruntun, Polisi Selidiki Bom Molotov dan Bangkai Ayam

“Pengawasan ini kami lakukan secara intensif dan berkelanjutan. Pedagang wajib menurunkan harga agar sesuai ketentuan HET,” ujarnya.

Jika pedagang tidak segera menyesuaikan harga dalam waktu yang ditentukan, pemerintah tidak segan menjatuhkan sanksi lebih berat, mulai dari sanksi administratif hingga pencabutan izin usaha sesuai peraturan yang berlaku.

“Kolaborasi dengan Polda Metro Jaya membuktikan keseriusan Pemprov DKI menjaga ketersediaan dan keterjangkauan pangan bagi seluruh warga,” tandasnya. (red)

Follow WhatsApp Channel www.posnews.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Bareskrim Bongkar Sarang Narkoba White Rabbit Jakarta, Pelayan Hingga Bandar Dicokok
TNI Bongkar 4 Tersangka Kasus Air Keras Andrie Yunus, Tiga Perwira Terlibat
Iran Izinkan Kapal Negara Sahabat Lintasi Selat Hormuz
AS Dorong Suriah Masuk ke Lebanon untuk Lucuti Senjata Hezbollah
Ali Larijani Tewas, Mojtaba Khamenei Tolak Damai Saat Trump Kecam NATO
3,5 Juta Kendaraan Diprediksi Tinggalkan Jakarta Mudik Lebaran, Rekayasa Lalin Digeber
Viral di Instagram, Polisi Ringkus 17 Remaja Penebar Teror Petasan
Mengapa Nuklir Inggris Tidak Menakuti AS, tapi Nuklir Iran Menjadi Krisis?

Berita Terkait

Rabu, 18 Maret 2026 - 16:06 WIB

Bareskrim Bongkar Sarang Narkoba White Rabbit Jakarta, Pelayan Hingga Bandar Dicokok

Rabu, 18 Maret 2026 - 15:23 WIB

TNI Bongkar 4 Tersangka Kasus Air Keras Andrie Yunus, Tiga Perwira Terlibat

Rabu, 18 Maret 2026 - 14:38 WIB

Iran Izinkan Kapal Negara Sahabat Lintasi Selat Hormuz

Rabu, 18 Maret 2026 - 12:29 WIB

AS Dorong Suriah Masuk ke Lebanon untuk Lucuti Senjata Hezbollah

Rabu, 18 Maret 2026 - 11:27 WIB

Ali Larijani Tewas, Mojtaba Khamenei Tolak Damai Saat Trump Kecam NATO

Berita Terbaru

Permainan izin di jalur energi. Iran menerapkan

INTERNASIONAL

Iran Izinkan Kapal Negara Sahabat Lintasi Selat Hormuz

Rabu, 18 Mar 2026 - 14:38 WIB

Lampu hijau dari Washington. Amerika Serikat mendorong pemerintahan baru Suriah untuk mengirim pasukan ke Lebanon Timur guna melucuti Hezbollah, memicu dilema keamanan bagi Presiden Ahmed al-Sharaa di tengah eskalasi perang Iran. Dok: Istimewa.

INTERNASIONAL

AS Dorong Suriah Masuk ke Lebanon untuk Lucuti Senjata Hezbollah

Rabu, 18 Mar 2026 - 12:29 WIB