38 Personel Polri Raih Medali Sea Games 2025, Kapolri Berikan Reward dan Kesempatan Bergabung

Jumat, 16 Januari 2026 - 08:17 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo memberikan penghargaan kepada atlet Polri peraih medali Sea Games 2025 di The Tribrata, Jakarta Selatan. (Posnews/Ist)

Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo memberikan penghargaan kepada atlet Polri peraih medali Sea Games 2025 di The Tribrata, Jakarta Selatan. (Posnews/Ist)

JAKARTA, POSNEWS.CO.ID – Mengharumkan nama bangsa dan negara di mancanegara, Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo memberikan reward khusus kepada 38 atlet Polri peraih medali Sea Games 2025.

Penghargaan berupa kenaikan pangkat, promosi sekolah, dan kesempatan jabatan diberikan dalam Malam Apresiasi Sang Juara Polri di The Tribrata, Jakarta Selatan.

“Hari ini, kami memberikan reward kepada 38 atlet Polri. Apresiasi berupa kenaikan pangkat, kesempatan promosi sekolah, maupun promosi jabatan,” kata Sigit, Kamis (15/1/2026).

Tak hanya itu, Sigit juga memberikan penghargaan kepada 101 atlet non-Polri yang meraih prestasi gemilang di cabang olahraga masing-masing.

Baca Juga :  Live Timnas Indonesia U-22 vs Mali U-22 Malam Ini, Duel Panas di Pakansari

Menurutnya, ratusan atlet ini memiliki keinginan kuat bergabung ke keluarga besar Polri.

Oleh karena itu, Kapolri membuka kesempatan bagi mereka untuk masuk sebagai personel melalui jalur Rekrutmen Pro-aktif atau Talent Scouting, termasuk atlet yang pernah meraih 100 medali.

“Kesempatan ini memungkinkan mereka terus berprestasi sambil menyiapkan diri menjadi bagian dari keluarga besar Polri,” ujar Sigit.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Selain itu, terdapat pula atlet Bhayangkari yang meraih medali emas Sea Games 2025. Sigit menambahkan, masih banyak atlet berprestasi yang ingin bergabung ke Korps Bhayangkara.

Baca Juga :  Timnas Indonesia U-22 Tahan Mali 2-2, Indra Sjafri Belum Puas: Fokus Kami SEA Games 2025

Dengan kegiatan ini, Sigit berharap seluruh atlet Indonesia terus menjaga dan meningkatkan prestasi, terutama menghadapi event internasional mendatang.

“Kami berharap seluruh atlet berlatih maksimal agar tetap mengharumkan nama Indonesia di kancah dunia,” tegas Sigit.

Ia menambahkan, para atlet juga dititipkan misi menjaga nama baik institusi Polri sambil terus berkarya di bidang olahraga.

“Kami menitipkan agar mereka terus berkiprah, mengharumkan nama bangsa, sekaligus menjaga nama institusi Polri,” pungkas Sigit menutup acara.

Penulis : Hadwan

Editor : Hadwan

Follow WhatsApp Channel www.posnews.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Mendorong Ecocide ke Dalam Statuta Roma dan Memburu Korporasi Perusak Alam
Mengapa Keadilan Iklim Adalah Isu Etika Paling Krusial Tahun 2026?
Sekuritisasi Perubahan Iklim: Ketika Kerusakan Alam Menjadi Ancaman Militer
Menakar Kritik Negara Selatan terhadap Standar Lingkungan Global
Membedah Geopolitik Sungai Lintas Batas di Abad ke-21
Mengapa Isu Perubahan Iklim Menjadi Alat Tawar Politik Baru?
Kematian Dunia Menurun, Namun Nigeria dan Kongo Catat Rekor Kelam
ICE Tahan Ibu dan Anak Autis Kanada Meski Dokumen Legal

Berita Terkait

Senin, 23 Maret 2026 - 15:11 WIB

Mendorong Ecocide ke Dalam Statuta Roma dan Memburu Korporasi Perusak Alam

Senin, 23 Maret 2026 - 14:22 WIB

Mengapa Keadilan Iklim Adalah Isu Etika Paling Krusial Tahun 2026?

Senin, 23 Maret 2026 - 13:23 WIB

Sekuritisasi Perubahan Iklim: Ketika Kerusakan Alam Menjadi Ancaman Militer

Senin, 23 Maret 2026 - 12:20 WIB

Menakar Kritik Negara Selatan terhadap Standar Lingkungan Global

Senin, 23 Maret 2026 - 11:12 WIB

Membedah Geopolitik Sungai Lintas Batas di Abad ke-21

Berita Terbaru

Lebih dari sekadar emisi. Perspektif Teori Kritis memandang krisis iklim sebagai manifestasi ketidakadilan sejarah, di mana negara berkembang menanggung beban bencana atas kemakmuran yang dinikmati negara maju. Dok: Istimewa.

INTERNASIONAL

Mengapa Keadilan Iklim Adalah Isu Etika Paling Krusial Tahun 2026?

Senin, 23 Mar 2026 - 14:22 WIB

Ilustrasi, Wajah baru kolonialisme? Perspektif Marxisme memandang agenda lingkungan global sebagai alat tawar negara maju (Utara) untuk menghambat industrialisasi dan memperpanjang ketergantungan negara berkembang (Selatan). Dok: Istimerwa.

INTERNASIONAL

Menakar Kritik Negara Selatan terhadap Standar Lingkungan Global

Senin, 23 Mar 2026 - 12:20 WIB

Perebutan urat nadi kehidupan. Geopolitik air kini menjadi medan tempur baru bagi negara-negara yang bersaing memperebutkan kedaulatan sumber daya di tengah ancaman kekeringan global 2026. Dok: Istimewa.

INTERNASIONAL

Membedah Geopolitik Sungai Lintas Batas di Abad ke-21

Senin, 23 Mar 2026 - 11:12 WIB