JAKARTA, POSNEWS.CO.ID – Kementerian Pariwisata (Kemenpar) mengungkap fakta mengejutkan: sebanyak 4,2 juta warga DKI Jakarta dipastikan tidak mudik pada Lebaran 2026.
Kondisi ini langsung dimanfaatkan pemerintah sebagai peluang emas untuk menggerakkan sektor pariwisata di ibu kota.
Deputi Bidang Pemasaran Kemenparekraf, Ni Made Ayu Marthini, menegaskan bahwa jutaan warga yang tetap tinggal di Jakarta berpotensi besar meramaikan destinasi wisata lokal.
Dengan demikian, perputaran ekonomi di sektor pariwisata diprediksi ikut terdongkrak signifikan.
“Data menunjukkan lebih dari 4 juta warga Jakarta tidak mudik dan tetap berada di ibu kota,” tegas Made kepada wartawan, Selasa (24/3/2026).
Libur Lebaran Jadi Momentum Wisata
Lebih lanjut, Made menekankan bahwa momentum libur Lebaran harus dimaksimalkan.
Setelah hari raya, masyarakat biasanya masih memiliki waktu libur, sehingga peluang berwisata di dalam kota maupun ke Jakarta dari daerah sekitar terbuka lebar.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
“Setelah Lebaran masih ada masa libur. Kami harapkan warga memanfaatkannya untuk berwisata, baik di Jakarta maupun datang dari daerah sekitar,” ujarnya.
Program ‘Mudik ke Jakarta’ Jadi Andalan
Tak hanya itu, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta juga telah menggulirkan program “Mudik ke Jakarta” sebagai strategi menarik kunjungan wisatawan.
Program ini diharapkan mampu menghidupkan berbagai destinasi wisata sekaligus meningkatkan aktivitas ekonomi di ibu kota.
Menurut Made, fenomena banyaknya warga yang tidak mudik justru menjadi peluang besar.
Jika dimanfaatkan maksimal, Jakarta bisa menjadi pusat pergerakan wisata selama libur Lebaran 2026.
Sementara itu, pemerintah masih menghitung potensi dampak ekonomi dari fenomena ini.
Kemenpar akan berkoordinasi dengan Kementerian Perhubungan, Badan Pusat Statistik (BPS), serta instansi terkait lainnya untuk memastikan angka perputaran uang secara akurat.
“Kami masih menghitung dampak ekonominya bersama berbagai pihak. Nantinya, angka resmi akan kami sampaikan ke publik,” pungkas Made. (red)
Editor : Hadwan



















